//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti

Kamis, 29 Nopember 2012 15:18:28
photo: Mass H

Raksasa tambang migas Indonesia, PT Energi Mega Persada Tbk, milik Bakrie Group, pastilah akrab di telinga banyak orang. Perusahaan ini boleh dibilang 'lahir' dari Kabupaten Kepulauan Meranti, karena ladang migas pertama miliknya, Lapangan Melibur (bagian dari Malacca Straits PSC), berada di sana. Kenalkah orang pada kabupaten yang satu ini? Kalau para 'Pak Dirjen' yang ada di berbagai kementerian republik ini yang ditanya, 80 persen dari mereka akan bilang 'tidak tahu'.

Mungkin itu hanya jokes kalangan eksekutif pelat merah saja. Tapi yang pasti, Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan Nasir MSi amat suka mengisahkannya di berbagai kesempatan. ''Memang, hampir 80 persen Direktorat Jenderal pada setiap Kementerian yang ada dilingkungan Pemerintah Pusat belum mengetahui keberadaan Kabupaten Kepulauan Meranti. Kalau tahu saja belum, bagaimana program Kementerian bisa masuk ke daerah ini,'' kata Bupati Drs Irwan Nasir MSi, dalam salahsatu pertemuan dengan pejabat Kementerian Keuangan RI di kantornya di Selatpanjang, ibukota Kepulauan Meranti.

Kepulauan Meranti memang terhitung kabupaten baru. Dan kalau Anda menduga kabupaten ini penghasil 'kayu Meranti', boleh jadi Anda salah besar. Soalnya, nama Meranti merupakan singkatan tiga nama pulau besar yang ada di kabupaten itu: Merbau (Padang), Rangsang dan Tebing Tinggi. Adapun hasil alam dari kabupaten termuda di Provinsi Riau ini yang terkenal --selain minyak dan gas-- adalah sagu, kelapa, karet, dan kayu. Untuk yang terakhir, penggarapnya tak lain raksasa industri kehutanan yang menebar diri ke seantero Provinsi Riau, PT Riau Andalan Pulp and Paper, anak perusahaan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL).

Sebagai pemekaran dari Kabupaten Bengkalis, dengan memisahkan sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis yang ada di Selat Malaka, Kabupaten Kepulauan Meranti lahir lewat UU No. 12 tahun 2009, yang diteken Presiden SBY pada 16 Januari 2009. Adapun hari jadi kabupaten ini ditetapkan jatuh pada tanggal 19 Desember 2008, yang merupakan hari berlangsungnya Sidang Paripurna DPR-RI yang mensahkan kehadiran Kabupaten Kepulauan Meranti. Bupati pertamanya, Drs. H Syamsuar, M.Si, dilantik sebagai Plt Bupati pada 26 Mei 2009. Baru setahun kemudian, 3 Juni 2010, bupati yang sekarang, Drs. Irwan Nasir, M.Si., dilantik sebagai bupati pertama hasil pilkada.

Wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti sebagian teramat besar masuk ke dalam wilayah KKS Selat Malaka (Malacca Straits PSC/production sharing conract) yang digarap PT Energi Mega Persada Tbk (EMP). EMP mengendalikan Malacca Straits PSC, setelah membeli Kondur Petroleum SA (Februari 2003) dan PT Imbang Tata Alam (Februari 2004) yang memiliki lebih dari 60 persen saham Malacca Straits PSC. Sebulan kemudian, Maret 2004, EMP membeli juga perusahaan yang super-populer: Lapindo Brantas Inc, operator Brantas PSC. Kondur Petroleum SA, yang namanya lebih populer sebagai operator Malacca Straits PSC, sekarang sudah berganti nama jadi EMP Malacca Straits SA. Adapun ladang minyak dan gas EMP yang sudah berproduksi antara lain Lapangan Melibur di Kecamatan Merbau.

Sebagian kecil gas dari Lapangan Melibur mulai bulan November 2012 dialirkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG) Melibur, pembangkit mini yang hanya menghasilkan 0,5 MW, dan tahun depan akan ditingkatkan menjadi 1 MW. Perjanjian jual-beli gas sudah diteken Juli lalu dengan PT PLN dan berlaku hingga 2020. Targetnya, listrik 1 MW itu bakal cukup untuk menerangi kawasan tempat PLTMG Melibur itu berada, yakni desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Pulau Padang.

Warga Melibur tentu senang dengan kehadiran pembangkit listrik kecil-kecilan itu. Lain lagi ceritanya dengan warga Kelurahan Teluk Belitung, yang juga masuk Kecamatan Merbau. Februari silam, mereka memblokir satu-satunya jalan menuju ladang gas EMP Malacca Straits. Penyebabnya, perusahaan yang sudah 28 tahun beroperasi di Merbau itu tak mau membantu pembangunan lapangan sepakbola di kampung mereka. Aksi pemblokiran itu membawa hasil. EMP Malacca Straits akhirnya bersedia membantu. Wujud bantuannya: mendatangkan tanah lempung dari luar Pulau Padang.

Peta & Citra Satelit

Helipad Kantor Bupati Kepulauan Meranti

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti
Jalan Dorak No.1
Kota Selatpanjang
Kecamatan Tebing Tinggi - 28753
Kabupaten Kepulauan Meranti
Provinsi Riau


Tel: 0763-434714
Fax: 0763-434715

Website: www.merantikab.go.id


Link:
EMP Malacca Straits SA (d/h Kondur Petroleum SA)- www.konduronline.com

PT Energi Mega Persada Tbk - www.energi-mp.com

Kecamatan di Kepulauan Meranti

Kecamatan di Kepulauan Meranti:
1. Tebing Tinggi
2. Tebing Tinggi Barat
3. Tebing Tinggi Timur
4. Rangsang
5. Rangsang Barat
6. Merbau
7. Pulau Merbau

Calon kecamatan: Merbau Utara, Puteri Puyu, dan Rangsang Tengah.