Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Aston Madiun Hotel, Kota Madiun
Sabtu, 13 Mei 2017 10:17:46
photo: aston madiun hotel / google street view
Harsono Lukito, komisaris utama PT Bumi Pembangunan Persada, ikut diperiksa KPK terkait kasus korupsi yang dilakukan Walikota Madiun Bambang Irianto. Kehadiran dirinya menarik perhatian karena perusahaannya jadi pemilik Aston Madiun Hotel, satu-satunya hotel bintang 4 di kota Madiun. Tapi, mengapa yang dipanggil pemilik PT Bumi Pembangunan Persada, dan bukannya PT Bumi Pembangunan Pertiwi, perusahan yang sejak awal dikenal sebagai pemilik Aston Madiun Hotel? Entahlah. Mungkin perusahaan bernama mirip ini masih satu keluarga. Mungkin anak, mungkin induk, atau mungkin sekedar sister company.

Yang pasti, ketika berlangsung ground-breaking pembangunan Aston Madiun Hotel & Conference Center, 25 November 2011, yang muncul adalah nama PT Bumi Pembangunan Pertiwi. Ketika itu, Aston Madiun Hotel diniatkan untuk hadir sebagai hotel bintang 3. Hampir 3 tahun kemudian, 30 Juni 2014, PT Archipelago International Indonesia, sebagai perwakilan Archipelago International di Indonesia, perusahaan yang mengelola jaringan hotel Aston (dan sederet brand hotel lain), mengumumkan kalau Aston Madiun Hotel 'siap dioperasikan'. Meski disebut siap dioperasikan, dalam siaran pers yang dikirim ke berbagai media disertakan pula foto acara gunting pita peresmian hotel yang dilakukan Walikota Madiun Bambang Irianto dan sang pemilik hotel: Harsono Lukito. Mungkin siaran persnya 'salah kalimat', karena acara gunting pita itu sebenarnya berlangsung 12 Juni 2014 dan sejak itu sang hotel mulai beroperasi.

Meski beritanya agak error, nama Harsono Lukito sebagai pemilik tetap muncul. Lantas, bagaimana ceritanya saat diperiksa pada 20 Desember 2016, KPK menyebut Harsono Lukito, lewat PT Bumi Pembangunan Persada, menjadi pemilik Aston Madiun Hotel? KPK belum bercerita lebih jauh. Yang sudah jelas, Lukito membantah kalau ia ikut-ikutan memberi upeti kepada walikota guna memuluskan pemberian izin hotel, sebagaimana yang dilakukan pengusaha lain yang juga diperiksa KPK. Harsono --yang didampingi istrinya, Liana Lukito-- juga bilang bahwa selama Bambang Iriannto memimpin Pemkot Madiun, ia baru 2 kali mengurus perizinan. Salah satunya adalah perizinan Hotel Aston Madiun.

Izin yang satu lagi untuk apa? Mungkin izin untuk Favehotel Madiun. Pada 21 Juni 2016, Archipelago International --yang juga memegang merek Favehotel--- meneken kesepakatan dengan PT Bumi Pengembangan Perkasa untuk membangun hotel bintang 2 bernama Favehotel Madiun. Hotel 4 lantai dengan 61 kamar ini akan dibangun setelah lebaran 2016 dan ditargetkan bisa beroperasi sebelum lebaran 2017. Uniknya, kata PR Officer Favehotel Madiun Leli Liana, karena Favehotel masih sister brand dengan Aston Hotel, maka tamu Favehotel Madiun bisa menikmati fasilitan bintang 4 yang ada di Aston Hotel Madiun. Kebetulan lokasi kedua hotel ini tidak terlalu berjauhan. Leli Liana sendiri, selain menjadi PR Officer Favehotel Madiun, selama ini juga dikenal sebagai PR Officer Aston Madiun Hotel.

Jadi: Aston Madiun Hotel masih bersaudara dengan Favehotel Madiun? PT Bumi Pembangunan Persada masih satu darah dengan PT Bumi Pembangunan Pertiwi dan PT Bumi Pengembangan Perkasa? KPK pasti tahu. Kita mungkin kelak tahu kalau suatu saat Harsono Lukito meng-go-public-kan perusahaannya, yang selama ini dikenal sebaga distributor semen Holcim dan pemilik outlet Solusi Rumah Holcim.

Yang kita tahu sekarang, Aston Madiun Hotel, sebagai hotel tertinggi di kota Madiun (15 lantai), dan yang punya 160 kamar dan suite, masih terus berkibar. Dan sebagai hotel bintang 4, hotel ini juga jadi favorit orang-orang berbintang 4. Yang terbaru, 28 April 2017, saat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melakukan kunjungan kerja 2 hari ke Lanud Iswahyudi, yang berada 12 kilometer di sebelah barat Aston Madiun Hotel, ia menginap di hotel milik Harsono Lukito ini. Karena pangkalan udara berada di wilayah kabupaten tetangga, Kabupaten Magetan, maka Polres Magetan pun ikut sibuk mengamankan lalu lintas dari dan ke Hotel Aston Madiun.
Aston Madiun Hotel
Jl Mayjen Sungkono No. 41
Kelurahan Nambangan Kidul
Kecamatan Manguharjo
Kota Madiun

Tel: 0351-4472222