Indonesia meets Google Places and Facebook Places
The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan
Selasa, 20 Juni 2017 23:47:07
photo: the darmawangsa / google street view
Seorang kepala desa di Kabupaten Grobogan merayakan ulang tahunnya di hotel bintang 2. Kalau di Jakarta, dimana seorang menteri berpesta ulang tahun? Untuk urusan yang satu ini, bisa tanya ke Jero Wacik, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Beliau biasa menggelar pesta ulang tahun di hotel bintang 5 yang satu ini: The Dharmawangsa Hotel. Mahal? Sekali pesta cuma Rp 600 jutaan. Tapi tak usah khawatir. Sebagai chairman Bimasena, klub ekslusif bagi pebisnis di sektor migas, ia bisa menikmati segala fasilitas hotel ini tanpa perlu keluar uang sepeser pun.

''Karena saya chairman (Bimasena), owner-nya mengatakan Bapak selama jadi chairman boleh menggunakan fasiltas nggak usah bayar. (Mau) ngapain saja, nginep, berenang, cukur, saya merasa tidak perlu bayar,'' kata Jero Wacik, di sela sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, 5 November 2015. Siapa yang disidang? Ya Jero Wacik sendiri, Menteri ESDM periode 2011-2013. Merayakan ulang tahun di The Dharmawangsa Hotel menjadi salah satu episode kasusnya. 'Janji gratis bagi chairman' yang dikiranya ada, ternyata tidak ada. Pihak hotel ternyata selalu mengirimkan tagihan ke Kementerian ESDM atas setiap gelaran ulang tahunnya. Oleh anak buahnya di kantor, tagihan itu lantas disampaikan ke sejumlah rekanan agar dibayar. Buntutnya, Jero Wacik didakwa menerima gratifikasi. Karena perbuatannya itu, dan sederet kesalahan lain yang disebut sebagai penyalahgunaan 'Dana Operasional Menteri', ia akhirnya harus menjalani hukuman penjara 8 tahun.

Adapun soal Bimasena yang Jero Wacik pernah jadi chairman-nya, institusi ini memang benar-benar ada di The Dharmawangsa Hotel. Namanya: Bimasena - The Mines & Energy Society. Dia adalah reinkarnasi dari lembaga serupa yang dulu pernah ada: Pertamina Oil Club. Institusi ini adalah sebuah club bisnis bagi para eksekutif, profesional, dan pengusaha di sektor minyak dan gas untuk mengembangkan jaringan bisnis. Yang boleh menjadi anggota adalah orang-orang yang diundang oleh pengurus club, dan atau orang-orang yang mendapat rekomendasi dari anggota club. Dan bukan sekedar institusi, Bimasena juga punya wujud fisik berupa gedung berfasilitas hotel yang ada di area belakang The Dharmawangsa Hotel, atau menjadi gerbang sang hotel di sisi timur, di Jalan Dharmawangsa Raya. Gerbang resmi sang hotel sendiri adanya di sisi barat, di Jalan Brawijaya.

Kehadiran Bimasena bagi kalangan migas tak lepas dari riwayat kelahiran The Dharmawangsa Hotel. Diresmikan Presiden Soeharto pada 1 Desember 1997, hotel ini dulu hadir dalam rangka penyelenggaraan KTT OPEC di Jakarta. Ketika itu, The Dharmawangsa Hotel diniatkan menjadi tempat menginap delegasi KTT, mulai dari kepala negara anggota OPEC hingga ke para menterinya. Maka dilahirkanlah sebuah hotel berbintang 5, bernuansa Jawa, ber-arsitektur Indonesia era kolonial, dan dikelola oleh sebuah jaringan pengelola hotel dan resor mewah berkelas bintang 5 ke atas: Rosewood Hotels & Resorts.

Sekarang, atau sejak 2008, The Dharmawangsa Hotel tak lagi dikelola Rosewood Hotels & Resorts. Hotel ini sudah menjadi hotel independen alias dikelola sendiri oleh pemiliknya. Pemiliknya tak lain adalah perusahaan yang menerima pembayaran tagihan pesta ulang tahun ke Jero Wacik: PT Puri Dharmawangsa Raya Hotel. Dalam perjalanan bisnisnya, perusahaan ini pernah bersengketa dengan Bank BNI terkait sisa pinjaman senilai Rp 1,045 triliun, yang terjadi akibat perjanjian pinjaman yag dibuatnya sendiri pada 1995, dan perusahaan afiliasinya, PT Dharmawangsa Puri Lestari, pada 1999.

The Dharmawangsa Hotel, sebagai hotel bintang 5, punya 99 kamar hotel yang serba lapang. Dua kelas terbawah, Executive Room dan Senior Executive Room, punya kamar seluas 66 meter persegi. Di atasnya adalah Dharmawangsa Suite, yang punya luas 107 meter persegi, dengan living room terpisah. Di atasnya lagi ada Townhouse Suite, kamar dua lantai berukuran 128 dan 188 meter persegi, serta punya living room terpisah; dan Deluxe Suite yang luas kamarnya 126 meter persegi. Yang lebih luas lagi adalah Penthouse Suite, yang berukuran 286 meter persegi. Dan akirnya, kelas paling atas, Presidential Suite, yang punya luas 443 meter persegi, dengan banyak kamar: 2 kamar tidur, dapur, ruang makan, living room, dan study room.

Mahalkah mengelola hotel kelas mahal? So pasti. Pada 2004, untuk merenovasi lanksap dan tamannya, The Dharmawangsa Hotel mengeluarkan dana Rp 3,960 miliar. Setahun kemudian, untuk merenovasi bangunan hotel, dihabiskan dana Rp 27,801 miliar. PT Duta Graha Living menjadi perusahaan yang mendapat kontrak untuk kedua pekerjaan renovasi itu.
The Dharmawangsa Hotel
Jl. Brawijaya Raya No. 26
Kelurahan Pulo
Kecamatan Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
DKI Jakarta

Tel: 021-7258181
Fax: 021-7258383

Website: www.the-dharmawangsa.com

Bimasena - The Mines & Energy Society - www.bimasena.co.id