Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Amazing Kutaradja Hotel, Jakarta Pusat
Rabu, 14 Juni 2017 13:23:19
photo: amazing kutaradja / google street view
Dengan menyerahkan pengelolaan Aryaduta Hotel Pekanbaru kepada swasta, Pemprov Riau menerima royalti antara Rp 160 juta hingga Rp 245 juta pertahun. Pemprov Aceh juga menyerahkan pengelolaan Mess Aceh, yang ada di Cikini, Jakarta Pusat, kepada mitra swasta: Amazing Hotel Management. Berapa pemasukan yang dikantongi per tahun? Jauh lebih besar: Rp 2,5 miliar. Dan uniknya, meski secara komersial namanya diganti menjadi Amazing Kutaradja Hotel, nama sang gedung, Mess Aceh, tetap dipertahankan. Walaupun dulu sempat juga ditutupi spanduk nama bertuliskan nama sang hotel.

Mess Aceh mulai dibangun pada 2009 dengan anggaran Rp 65,8 miliar. Berlantai 8, gedung yang memang diniatkan sebagai penginapan ini --sekaligus menjadi Kantor Penghubung Pemerintah Aceh dan Pusat Kebudayaan Aceh-- dibangun di atas lahan seluas 2.242 meter persegi. Luas bangunannya mencapai 4.933 meter persegi, yang bisa memuat 60 kamar, 1 ballroom (12 x 22 meter, berkapasitas 300 orang), sejumlah ruang rapat, dan satu restoran. Pada Desember 2011 hotel yang digagas Gubernur Azwar Abubakar ini, yang lahannya dibeli di era Pj Gubernur Mustafa Abubakar, akhirnya diresmikan Gubernur Irwandi Yusuf.

Dua tahun setelah diresmikan, Desember 2013, Ketua DPRD Aceh Hasbi Abdullah minta agar Mess Aceh segera 'dioperasikan'. Maksudnya? Rupanya, wakil rakyat itu tak ingin gedung bernuansa hotel itu cuma dipakai untuk menginap pejabat dan warga Aceh yang bertamu ke Jakarta. Ia ingin mess itu dikomersialkan sebagai penginapan sungguhan atau hotel. Dan ternyata itu memang sudah jadi niatan Pemprov Aceh. Hanya saja, kata Kepala Perwakilan Aceh Badri Ismail, lelang mencari mitra pengelola tak berjalan mulus. Saat itu sedang dilakukan lelang ulang.

Akhirnya mitra pengelola ditemukan juga. Pada 30 Mei 2014, Sekda Aceh Sekda Aceh Drs Dermawan MM meneken kesepakatan pengelolaan dengan Direktur Operasi Amazing Hotel Management Teuku Munawarsyah. Saat itu, Amazing Hotel Management memang dikenal mengelola tak kurang dari 10 hotel di berbagai kota di Indonesia. Sesuai kesepakatan yang berlaku 20 tahun, Mess Aceh diganti nama menjadi Amazing Kutaradja Hotel. Sebagai kompensasi, Pemprov Aceh bakal menerima royalti Rp 2,5 miliar per tahun, plus dividen 15 persen per tahun.

Sudah berapa kali Pemprov Aceh mendapatkan pembayaran Rp 2,5 miliar-nya? Belum ada kabarnya. Yang jelas, pada 28 September 2015, bertempat di Amazing Kutaradja Hotel, Direktur Operasi Amazing Hotel Management Teuku Munawar meneken kesepakatan kerjasama dengan Michael H Wetzlar, CEO Greenstone Hospitality Holding, perusahaan manajemen hotel asal Shanghai, China. Meski dari China, perusahaan ini menjadi pemegang lisensi brand hotel asal AS, Lexington, untuk wilayah Asia.

Jadi, Amazing Kutaradja Hotel ganti label menjadi Lexington? Tentu tidak. Sampai sekarang brand Lexington baru dipakai dua hotel di Bali: New Kuta - A Lexington Legacy dan Lexington Klapa Resort. Sementara Amazing Hotel Management sendiri sudah mulai kehilangan beberapa hotel. Antara lain Grand Kalimas Hotel (Surabaya) dan The Amazing Hotel (sekarang The Falatehan Hotel, Jakarta).
Amazing Kutaradja Hotel - Mess Aceh
Jl. RP. Soeroso No.14
Kelurahan Cikini
Kecamatan Menteng
Jakarta Pusat
DKI Jakarta

Tel: 021-31924111
Fax: 021-3906467

Website: www.amazingkutaradja.com

Pengelola: Amazing Hotel Management - www.amazing-hotels.co.id