//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

Minggu, 5 Januari 2020 14:49:30
photo: kantor bupati boltim / google sv

Tak usah marah kalau suatu saat anak Anda tak lagi menyapa Anda dengan sebutan bapak di depan publik. Bupati Bolaang Mongondow Timur Sehan Salim Landjar bisa menerima kenyataan itu dengan besar hati. Bisa begitu karena yang menyapanya sebagai ''Saudara Bupati...'' adalah Fuad Landjar, putra tertuanya, saat menyampaikan pidato pelantikan dirinya sebagai Ketua DPRD Boltim. Istri bupati pun, Nursiwin Landjar Dunggio, mungkin menyapa begitu, usai dilantik jadi anggota DPRD Sulut. Untunglah putrinya, Amalia Landjar, takkan ikut berbuat serupa. Ia gagal jadi anggota DPR-RI.

Semua itu tadi terjadi karena adanya Pemilu 24 April 2019. Istri dan putra-putri bupati Boltim (sebutan singkat bagi Kabupaten Bolaang Mongondow Timur), beramai-ramai mencalonkan diri jadi anggota legislatif, di 3 tingkatan legistilatif yang berbeda. Semuanya sama-sama diusung Partai Amanat Nasional (PAN). Kebetulan, Bupati Sehan Salim Landjar adalah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Boltim. Istri bupati, Nursiwin Landjar Dunggio, mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara. Umi Siwin --panggilan akrabnya-- sukses dan sudah dilantik pada 9 September 2019. Putra tertuanya, Fuad Landjar, mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Boltim. Ia pun sukses dan dilantik sepekan setelah pelantikan ibunya, 16 September 2019. Sekaligus juga ia dipercaya menjadi Ketua DPRD Boltim dan 'berhak' memanggil bapaknyadengan sebutan ''Saudara Bupati...''.

''Ya. Dia panggil saya saudara bupati,'' bilang Bupati Sehan Landjar, usai Rapat Paripurna Istimewa Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Anggota DPRD Boltim. Dan ia maklum panggilan itu adalah panggilan profesional, dalam konteks hubungan antar lembaga pemerintahan. Begitu pula dengan sang anak sulung. ''Saya profesional. Saya pantas menyebut ayah saya (seperti itu), karena ini lembaga,'' kata Fuad Landjar.

Berbeda dari Ummi Siwin dan Fuad Landjar, putri bupati yang baru berusia 24 tahun, Amalia Ramadhan Landjar, gagal jadi anggota DPR-RI mewakili Dapil Sulawesi Utara. Sempat diberitakan lolos ke Senayan, pada penghitungan final ternyata ia tak berhasil menjadi wakil rakyat. Kecewa? Stress? Ternyata tidak. Ama --panggilan akrabnya-- mengaku tak kecewa karena gagal pergi ke Senayan. ''Saya sampai hari ini masih tenang-tenang. Saya bersikap seperti apa adanya. Tidak ada yang berubah. Mau ada kursi dan tak ada kursi, saya tetap seperti ini,'' bilang Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Gorontalo ini, yang kini tengah mengikuti program S2 di Univesitas Indonesia.

Sebagai bukti bahwa ia tak trauma karena gagal jadi wakil rakyat, selagi ibu dan abangnya sibuk dilantik sebagai anggota DPRD, Ama sibuk ''bertarung'' di jagad politik orang muda. Hasilnya, pada 7 September 2019, pada Musda Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD KNPI Boltim. Dan bukan cuma itu, ia ternyata juga sudah punya agenda politik lain yang lebih besar. Apa? Ia akan ''menggulingkan bapaknya'' dari kursi bupati. Bukan. Bukan menggulingkan. Ia sudah mendeklarasikan diri sebagai calon bupati Bolaang Mongondow Timur 2021-2026 pada Pilkada Serentak 23 September 2020. Bapaknya tidak akan jadi lawan politik karena sudah dua periode memimpin Kabupaten Boltim. Partai pengusung utamanya tentu saja PAN. Dan Amalia Ramadhan Landjar juga sudah dipinang Golkar dan PDIP.

Bupati Sehan Salim Landjar SH, atau biasa disebut sebagai Bupati Sehan Landjar saja, memang sudah dua periode memimpin Bolaang Mongondow Timur. Juga, ia menjadi bupati pertama Boltim yang terpilih lewat pilkada, karena kabupaten ini baru lahir lewat UU No 29 tahun 2008 yang diteken Presiden SBY, sebagai pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow. Seperti umumnya kabupaten muda lain, di masa awal Boltim juga dipimpin Penjabat Bupati atau bupati sementara. Baru pada 2010 Sehan Landjar mulai memimpin. Pada Pilkada Serentak 9 Desember 2015, ia kembali menang, dan dilantik menjadi bupati periode ke-dua pada 16 Februari 2016 dan akan berakhir masa baktinya pada Februari 2021. Sesuai aturan, karena sudah dua kali memimpin, ia tak kan bisa ikut pilkada Boltim lagi.

Apa yang akan jadi kesibukan Sehan Landjar setelah tak jadi bupati? Akan jadi Gubernur Sulawesi Utara, yang pemilihannya juga akan dilakukan pada Pilkada Serentak mendatang? Rupanya, Sehan Landjar tak mau besar kepala. ''Saya tahu dan sadar bahwa saya tidak boleh jumawa dan ambisi untuk menjadi calon gubernur,'' kata Sehan Landjar, 2 Desember 2019. Dan ucapan itu ia sampaikan saat mendaftarkan diri sebagai calon wakil Gubernur Sulut ke kantor DPD I Golkar Sulut.

Siapa yang menurut Sehan Landjar pantas jadi calon gubernur Sulut yang akan ia dampingi? Jawabannya simpel. Golkar memiliki 7 kursi tentunya secara politik lebih pantas. Dan ketuanya tidak diragukan kemampuannya, karena sukses memimpin Minahasa Selatan selama dua periode,'' kata Sehan, merujuk Christiany Eugenia Paruntu, alias Tetty Paruntu, Bupati Minahasa Selatan yang jadi Ketua DPD I Golkar Sulut. Bupati perempuan ini memang sudah mendeklarasikan pencalonannya dan juga sudah didukung Golkar. Juga, sejak November lalu ia sudah mencari mitra koalisi dengan mendaftarkan diri sebagai calon gubernur Sulut ke kantor DPD I Partai Nasem Sulut.

Peta & Citra Satelit

Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kompleks Perkantoran Pemkab Boltim
Jl. Trans-Sulawesi (Jl. Raya Ratahan - Kotamobagu)
Desa Tutuyan III
Kecamatan Tutuyan
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Sulawesi Utara

Website: www.boltimkab.go.id

Kecamatan di Bolaang Mongondow Timur

Kecamatan di Bolaang Mongondow Timur (Boltim):
1. Kotabunan
2. Modayag
3. Modayag Barat
4. Mooat
5. Motongkad
6. Nuangan
7. Tutuyan