Satu Indonesia, Berjuta Placesnya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

SMAN 17 Kota Bekasi, Cikunir, Kota Bekasi

Minggu, 14 April 2019 18:03:26
photo: sman 17 kota bekasi / indoplaces

Sabtu kemarin, 13 April 2019, sedari pagi suasana di SMAN 17 Kota Bekasi amat ramai. Aksi demo 'memakzulkan' kepala sekolah terjadi lagi? Para guru menggelar demo lanjutan seperti yang mereka lakukan pada 28 September 2018? Ternyata bukan. Keramaian di sekolah yang berada di kawasan Cikunir itu terjadi karena SMAN 17 Kota Bekasi menjadi tuan rumah penyelenggaraan UTBK (ujian tulis berbasis komputer) seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Suasana ujian yang mestinya hening jadi ramai karena berlangsung pula pembagian raport tengah semestar siswa kelas 10 dan 11.

Tak diketahui mengapa hari pembagian raport harus berlangsung bersamaan dengan UTBK. Yang jelas suasana sekolah jadi hingar bingar karena ratusan orang tua bergiliran datang, dengan kendaraan mobil maupun motor yang keluar masuk area sekolah. Tapi apapun itu, yang jelas UTBK pertama (UTBK kedua akan berlangsung bulan depan) yang diselenggarakan LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi), dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pelaksana, tetap berlangsung dua gelombang seuai rencana: pagi mulai pukul 07.30 WIB dan siang mulai pukul 12.30 WIB. LTMPT merupakan lembaga bentukan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang resmi beroperasi mulai 14 Januari 2019. Hasil UTBK akan dipakai untuk menentukan masuk-tidaknya siswa ke PTN (perguruan tinggi negeri).

SMAN 17 Kota Bekasi terpilih menjadi tuan rumah UTBK karena menjadi sekolah yang punya infrastruktur teknologi informasi yang memadai. Sejak Mei 2018, sekolah ini sudah memiliki laboratorium komputer yang dipakai untuk menyelenggarakan UKKBK (ujian kenaikan kelas berbasis komputer). Kata Kepala SMA N17 Kota Bekasi Waluyo, MSi, ujian berbasis komputer bisa mencegah siswa dari kemungkinan berbuat curang saat ujian. Manfaat lainnya, UKKBK bisa menekan anggaran operasional penggunaan kertas saat ujian, alias menghemat anggaran.

Walhasil, SMAN 17 Kota Bekasi bolehlah disebut sekolah yang terbilang maju. Cyber school, tulis sebuah poster di salah satu dinding sekolah. Tapi kemajuan itu sepertinya tak sepenuhnya dirasakan semua pihak. Buktinya, September 2018, ratusan siswa, guru PNS, dan juga tenaga honorer menggelar aksi demo memprotes kinerja kepala sekolah. ''Turunkan Kepsek sekarang juga,'' teriak para siswa yang berdemo, seraya mempawa poster bertuliskan hal serupa. Isu lain yang diangkat adalah pengelolaan anggaran sekolah yang tidak transparan, gaji tenaga pendidik yang seriang terlambat, serta kurangnya kesejahteraan guru, TU dan karyawan.

Hinga demo usai, Pak Kepala Sekolah tak mau menemui para pendemo. Ketika dikonfirmasi wartawan, Kepsek Waluyo menyangkal semua tudingan yang dilemparkan dan menyayangkan terjadinya aksi demo. ''Segala permasalahan seharusnya bisa di bicarakan bersama. Gak perlu melakukan hal seperti ini. Saya sangat menyayangkan hal ini terjadi,'' kata Waluyo.

Peta & Citra Satelit

SMA Bekasi

SMAN 17 Kota Bekasi
Jl. H. Ilyas
Cikunir
Kelurahan Jakamulya
Kecamatan Bekasi Selatan
Kota Bekasi
Jawa Barat

Tel:021-82400917

Website: www.sman17bekasi.sch.id

Hibah Metland

SMAN 17 Kota Bekasi terbilang masih muda. 28 Februari lalu mereka baru saja merayakan ulang tahun yang ke-8. Soal mengapa ulang tahunnya jatuh pada 28 Februari lalu, dan usianya baru 8 tahun, tidaklah terlalu jelas, karena sekolah ini sebenarnya mendapatkan Izin Operasional dari Kemdibud per 31 Desember 2010. Juga, kalau ditilik riwayat, sekolah ini mulai eksi pada 2008, dengan menumpang di bangunan milik SD Jakasampurna. Setahun kemudian, tempat belajar-mengajar pindah dan menumpang di SMAN 3 Kota Bekasi, sekaligus menjadi Filiar SMAN 3 Kota Bekasi. Baru pada akhir 2010 sekolah ini resmi menjadi SMAN 17 Kota Bekasi, tapi tetap menumpang di SMAN 3 Kota Bekasi.

Dua tahun kemudian, Januari 2012, barulah SMAN 17 Kota Bekasi menempati bangunan sekolah yang sekarang, di Jalan H Ilyas, Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan. Dari mana sekolah mendapatkan lahan di tepi danau seluas 5.129 meter persegi itu tidak terlalu jelas. Yang pasti, 8 ruang kelas yang saat itu ada merupakan hibah dari perusahaan yang membangun Metropolitan Mall (Bekasi), yang sekarang dikenal dengan nama PT Metropolitan Land Tbk, alias Metland.

Meski menggunakan alamat Jalan H Ilyas, sekolah ini sebenarnya tak berada di pinggir jalan H Ilyas. Melainkan dari Jalan H Ilyas harus lebih dahulu masuk ke jalan kecil yang tak muat dua mobil, sejauh 300 meter, yang berujung di gerbang sekolah. Semua bangunan kelas dan laboratorium sekolah hadir dibangunan berlantai 2 dan 3. Bangunan satu lantai yang ada, dan masih baru, dan dibuat dengan konsep terbuka atau tanpa dinding, adalah masjid sekolah. Akses mudah menuju sekolah ini adalah via Jalan Raya Cikunir, lalu masuk ke Jalan H Dalih, dan baru kemudian melintasi Jalan H Ilyas (yang pada Bing Maps di atas disebut dengan salah sebagai Jalan Mushola).