Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja
Rabu, 23 Agustus 2017 17:51:08
photo: kantor bupati tana toraja / google street view
31 Agustus mendatang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, berulang tahun ke-60. Dan dalam urusan ulang tahun, Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae ternyata lebih suka mendahului. Ia merayakan ulang tahun dirinya yang ke-60 pada 24 April lalu. Yang lebih santai adalah Theofilius Allorerung, mantan Bupati Tana Toraja periode 2010-2015. Ia berulang tahun ke-60 pada 17 Oktober mendatang. Bagaimana dengan perayaan ulang tahunnya? Ulang tahun kabupaten pasti meriah. Ulang tahun para bupatinya adem ayem. Nicodemus tak berpesta. Theofilius puas hanya dengan tiup lilin di rumah.

Angka 60 jadi angka keramat bagi Kabupaten Tana Toraja pada 20017 ini? Tidak juga. Bupati Nicodemus Biringkane berulang tahun ke-60 itu sebenarnya hanya judul berita saja. Mungkin salah ketik. Soalnya, mantan Kepala Dinas Koperasi Provinsi Sulawesi Selatan ini --yang Oktober 2016 menerima penghargaan sebagai tokoh sukses pembina koperasi di Tana Toraja pada HUT Sulawesi Selatan ke-374-- sebenarnya kelahiran 24 April 1956, alias berumur 61 tahun. Sedangkan Theofilius Allorerung memang benar akan berusia 60 tahun karena lahir pada 17 Oktober 1957.

Kalau ada media yang salah menyebut ulang tahun Bupati Nicodemus Biringkanae mungkin wajar-wajar saja. Soalnya, di jagad politik Tana Toraja pun sang bupati terbilang unik. Saat pilkada Desember 2015, misalnya, Nicodemus maju jadi calon bupati berkat dukungan Partai Demokrat dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), meski di dompetnya terdapat kartu anggota Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan juga sudah minta restu Nasdem. Partai Demokrat mendukung Nicodemus karena calon wakil bupati, Victor Batuan Datara, kebetulan menjadi ketua DPC Partai Demokrat Tana Toraja. Menjelang pilkada, dukungan juga datang dari Partai Golkar, yang sejumlah elitnya menyempal dan bergabung menjadi tim sukses Nicodemus. Resminya, Golkar mengusung Theofilus Allorerung, untuk menjadi bupati periode ke-dua. Pada pilkada sernetak 9 Desember 2015, Nicodemus dan Victor memang, dan akhirnya dilantik jadi bupati dan wakil bupati pada 17 Februari 2016.

Setelah menjadi bupati, Nicodemus kembali kembali diakui Partai Nasdem. Ia diangkat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Tana Toraja. ''Saya sangat kecewa atas keputusan partai karena tidak mengusung Pak Nicodemus pada saat Pilkada tahun lalu. Namun sebagai kader yang loyal terhadap partai, saya harus ikut dengan keputusan tersebut. Namun saya bersyukur karena Pak Bupati bersedia menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem di DPD Tana Toraja, kata Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Politik dan Pemerintahan Luthfi Andi Mutty, saat melakukan roadshow bersama Nicodemus keliling Tana Toraja, Mei 2016.

Waktu bergulir, angin politik pun berubah. Oktober 2016, Bupati Toraja ini mengumumkan niat menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja, setelah namanya disebut Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto sebagai salah satu dari 6 bupati yang akan bergabung ke Golkar. Peluang menjadi Ketua DPD itu terbuka karena Golkar Tana Toraja akan menggelar Musda IX pada Februari 2017. Peluang itu semakin besar setelah ia disebut 'Kader Nasdem Rasa Golkar' karena hadir pada peringatan Natal dan temu kader Golkar Tana Toraja yang dihadiri Ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid. Tapi menjelang Musda, peluang Nicodemus menjadi ketua Golkar dikabarkan menipis. Pesaing terlalu kuat? Bukan. Ia terganjal aturan main Golkar yang mensyaratkan calon ketua tak punya hubungan darah dengan pengurus partai lain. Saat itu, putri kedua Nicodemus, Sarwindy T Biringkanae, kebetulan sedang menjabat Sekretaris DPD Partai Nasdem Tana Toraja.

Ketika hari terakhir pendaftaran calon ketua Golkar Tana Toraja tiba, 21 Februari 2016, Bupati Nicodemus Biringkanae ternyata tidak mendaftarkan diri. Saat pendaftaran ditutup, hanya satu orang yang mendaftarkan diri. Siapa? Sang pendaftar tak lain Wakil Bupati Victor Batuan Datara, yang saat itu masih berstatus ketua DPC Partai Demokrat. Walhasil, saat Musda Golkar Toraja berlangsung pada 27 Februari 2017, sang wakil bupati pun terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Golkar Tana Toraja. Saat pidato seusai pelantikan, mantan Kapolres Tana Toraja itu mengabarkan bahwa separoh pengurus BPC Partai Demokrat Tana Toraja dan 14 pengurus kecamatan ikut hijrah ke Golkar. Saat ini, Golkar menjadi partai dominan di DPRD Tana Toraja dengan 7 kursi. Adapun Demokrat punya 3 kursi dan Nasdem punya 4 kursi.

Sekarang, Bupati Nicodemus Birinakanae sibuk melirik partai mana lagi? Entahlah. Sekarang, atau setelah 'peristiwa tali bendera putus saat upacara 17 Agustus 2017, ia sibuk menyiapkan pesta Ulang Tahun Tana Toraja ke-60. Pada puncak peringatan, 31 Agustus 2017, Pemkab Tana Toraja akan menganugerahkan gelar 'Putra Toraja' kepada Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, atas jasanya memajukan pariwisata Toraja, terutama lewat gelaran tahunan ''Lovely December''. Dan saat gelaran itu berlangsung Desember mendatang, Pemkab Tana Toraja akan menganugerahkan gelar serupa kepada Presiden Joko Widiodo. Jokowi kebetulan sudah menjadwalkan diri untuk menghadiri 'Lovely December' yang akan berlangsung di Kabupaten Toraja Utara, serta untuk merayakan natal bersama dan meresmikan obyek wisata Patung Yesus di puncak Bukit Buntu Burake, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja.
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja
Jl. Pongtiku No.120
Kelurahan Pantan
Kecamatan Makale
Kabupaten Tana Toraja
Sulawesi Selatan

Tel: 0423-22120

Website: www.tanatorajakab.go.id
Kecamatan di Kabupaten Tana Toraja:
1. Bonggakaradeng
2. Simbuang
3. Rano
4. Mappak
5. Mengkendek
6. Gandang Batu Sillanan
7, Sangalla
8. Sangalla Selatan
9. Sangalla Utara
10. Makale
11. Makale Selatan
12. Makale Utara
13. Saluputti
14. Bittuang
15. Rembon
16. Masanda
17. Malimbong Balepe
18. Rantetayo
19. Kurra