Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kabupaten Nias Barat
Senin, 08 Mei 2017 18:41:18
photo: kantor bupati nias barat / new tapanuli
Tak semua bupati kebakaran jenggot kalau 'tertangkap basah' menerima suap, sekalipun video rekaman aksinya bisa ditonton banyak orang di Youtube. Bupati yang bisa bersikap seperti itu adalah Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, yang video aksinya beredar di Youtube sejak akhir Maret 2017 lalu. Ia bahkan 'berani' membenarkan bahwa orang yang terlihat menerima uang dalam video itu adalah dirinya. Mengapa berani? Seperti ia bilang, itu bukan suap. Juga, karena itu bukan isu baru. Di kampung halamannya, video itu sudah jadi obrolan di warung kopi sejak Desember 2016. Dan sejak itu pula ia sudah berulangkali memberikan sanggahan. Ia pun sudah melaporkan pelaku penyebar rekaman video itu ke kepolisian.

Sehari setelah beredar di Youtube, pada 22 Maret 2017 video itu pun jadi berita di televisi nasional. Di hari-hari berikutnya, kabar lanjutan pun bertebaran. Isinya relatif sama. Bupati Faduhusi Daely mengakui kalau pria berkaca mata yang ada dalam video, yang terlihat mengambil setumpuk uang di meja, memang benar dirinya. Kejadian itu berlangsung pada Agustus 2016. Soal jumlah uangnya, ia bilang Rp 5 juta. Tapi kata Pak Bupati, itu bukan suap atau gratifikasi. Uang itu ia terima sebagai sumbangan untuk pembangunan gereja dan uangnya sudah diserahkan ke gereja.

Apa yang diutarakan Bupati Nias Barat itu tak beda dengan yang sudah berulangkali ia sampaikan sejak Desember 2016, ketika masyarakat dan media mulai mempertanyakan hal itu. Soal siapa yang memberi uang, dan juga diyakini sebagai pengedar video itu, ia dengan yakin menyebut nama Na’aso Daely, alias Ama Veman. Ia lantas menceritakan bahwa Na'aso Daely pada Agustus 2016, Na'aso Daely datang ke kantornya, mereka lantas ngobrol, dan akhirnya Daely memberi uang. Ia tidak menduga jika kejadian itu direkam dan akhirnya disebarluaskan. Ia pernah meminta Daely untuk menghapus video itu, tapi dijawab bahwa video itu akan dihapus kalau ia bersedia memberikan proyek senilai Rp 12 miliar pada 2017. Menganggap itu pemerasan, Bupati Faduhusi Daely pun melaporkan Na'aso Daely ke Polres Nias pada 27 Desember 2016.

Apa kata Na'aso Daely tentang semua itu? Ia mengaku kalau video yang beredar memang video buatannya. ''Itu sebagai dokumen pribadi saja. Bila dikemudian hari Pak Faduhusi Daely mengingkari janjinya, maka saya akan melaporkannya,'' bilang Na'aso Daely. Ia pun bercerita bahwa uang Rp 5 juta yang diberikannya merupakan permintaan Pak Bupati sebagai dana taktis sebesar 5 persen bagi proyek senilai Rp 150 juta. Lantas, berhasilkah Na'aso mendapat proyek dari Pemkab Nias Barat? Kelihatannya tidak, dan ia merasa rugi. ''Rugilah kita Pak, sebab hingga saat ini saya masih belum mendapatkan janjinya untuk mengerjakan paket pekerjaan yang telah dia janjikan,'' kata Na'aso Daely, akhir tahun lalu.

Kasus ini akan berlanjut? Kita tonton saja perkembangnnya. Yang jelas, kata Bupati Faduhusi Daely, sebelum heboh video di bulan Maret itu, kedua pria yang sama-sama bernama belakang Daely ini sudah sepakat berdamai pada 22 Februari 2017. Na'aso sudah mengaku khilaf dan juga telah meminta maaf.
Pemerintah Kabupaten Nias Barat
Jl. Raya Onolimbu
Desa Onolimbu
Kecamatan Lahomi
Kabupaten Nias Barat
Sumatera Utara

Website: www.niasbaratkab.go.id
Kabupaten Nias Barat terbentuk lewat UU No 46 tahun 2008, sebagai pemekaran dari Kabupaten Nias. Ibukotanya ditetapkan berada di wilayah kecamatan Lahomi. Wilayah kabupaten ini sebagian teramat besar berada di daratan Pulau Nias, di Samudera Indonesia. Sebagian wilayahnya lagi berupa 10 buah pulau kecil, yang 5 di antaranya tak berpenghuni. Semua pulau kecil ini masuk ke dalam wilayah Kecamatan Sirombu.

Kecamatan di Kabupaten Nias Barat:
1. Lahomi
2. Sirombu;
3. Mandrehe Barat
4. Moro’o
5. Mandrehe
6. Mandrehe Utara
7. Lolofitu Moi
8. Ulu Moro’o