Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Carrefour Pontianak, Mal Matahari, Pontianak
Jumat, 28 April 2017 16:02:21
photo: carrefour pontianak / google street view
Chairul Tanjung, bos CT Corp, mendapat tamparan keras. Atau mungkin sekedar sentilan. Rabu lalu (26/4), Carrefour Pontianak, outlet milik PT Trans Retail Indonesia (d/h PT Carrefour Indonesia), perusahaan retail yang 100 persen milik CT Corp, dan berada di Mal Matahari, Kota Pontianak, jadi sasaran sidak Sekjen Kemendag Karyanto Suprih. Hasil sidak, yang beritanya meluap di banyak media, Carrefour Pontianak ditegur karena menjual gula (merek Gulaku) dengan harga jauh di atas peraturan HET (harga eceran tertinggi). Detik, yang milik CT Corp memberitakannya? Entahlah. Tapi yang pasti, dari segi akal sehat dan dari segi citra bisnis, pastilah teguran itu bikin tak enak hati.

Gulaku merupakan merek gula dalam kemasan. Yang dipersoalkan Pak Sekjen, bukanlah mereknya, tapi harga produk generiknya: gula. Carrefour Pontianak ketahuan menjual gula merek Gulaku ukuran setengah kilogram seharga Rp. 9.500. Kalau 2 bungkus, atau satu kilogram, harganya jadi Rp 19.000. Harga ini jauh lebih tinggi dari HET yang sudah ditetapkan dan disosialisaikan sejak Januari 2017, yakni sebesar Rp 12.500. Dan yang terbaru, 4 April 2017, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga sudah memfasilitas penandatangan MOU antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dengan distributor gula, minyak goreng, dan daging, untuk memastikan keterlaksanaan HET. Peraturan HET gula dan kawan-kawan itu berlaku mulai 10 April 2017 hingga September 2017.

Karena melanggar HET, maka Sekjen Kemendag Karyanto Suprih pun menegur Carrefour Pontianak, seraya tak lupa mengingatkan kemungkinan mencabut izin operasional Carrefour Pontianak. Menanggapi teguran itu, Manager Carrefour Divisi Pontianak Dedy Eko Prasetyo bilang kalau dirinya belum tahu ketentuan HET gula pasir untuk kemasan 0,5 kilogram. Dia pun berjanji segera menarik produk tersebut.

Mendapat sentilan keras di hari Rabu, 16 April 2017, Carrefour Pontianak juga mulai beroperasi di Kota Pontianak, ibukota Provinsi Kalimantan Barat, pada hari Rabu, 12 Mei 2010, dengan diresmikan langsung oleh Walikota Pontianak Sutarmidji. Carrefour Pontianak ini menampati sebagian area komersial yang ada di Mal Matahari, mall 3 lantai yang prasasti peresmiannya diteken Walikota Buchary Abdurrachman pada 8 Juni 2001.

Yang menarik, peresmian Carrefour Pontianak itu dihadiri Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan. Dia datang karena sudah menjalin kesepakatan dengan Carrefour untuk menjual produk lokal asal Kabupaten Kubu Raya: beras, ikan, dan aneka kue. Dan 13 Februari 2017 lalu, setelah bupati berganti, CT Corp akhirnya --dengan menggandeng PT Bumi Raya-- menancapkan tiang pertama pembangunan TransMart Carrefour dan TransStudio Mini Pontianak di Jalan A Yani II (persimpangan Kodam), Kabupaten Kubu Raya. Area proyek ini terhitung wilayah pinggiran Kota Pontianak.
Carrefour Pontianak
Mal Matahari
Jl. Urip Sumoharjo No 1
Kelurahan Tengah
Kecamatan Pontianak Kota
Kota Pontianak
Kalimantan Barat

Tel: 0561-744422

Website: www.carrefour.co.id

Mal Matahari diresmikan Walikota Buchary Abdurrachman pada 8 Juni 2001. Carrefour, yang baru hadir pada Mei 2010, tentu bukan peritel utama dan bukan jaringan ritel kelas nasional pertama yang hadir di Mal Matahari, Pontianak. Yang sedari awal hadir di mal yang berada di Jalan Jenderal Urip Sumuhardjo itu adalah Matahari Department Store. Tak diketahui apakah 'kedua Matahari' punya kaitan bisnis.

Setelah Carrefour, jaringan ritel Electronic City ikut hadir pada 30 September 2013. Outlet Electronic City yang ke-49 itu hadir bersamaan dengan outlet ke-50, yang juga berada di kota Pontianak, tapi di lokasi yang berbeda: Ruko Ahmad Yani, di seberang Kantor Gubernur Kalbar. Tapi sayang, pada kuartal pertama 2016, Electronic City di Mal Matahari ini termasuk satu dari 4 outlet yang diputuskan untuk berhenti beroperasi, bersama outlet di Ruko Taman Raja Lombok, Mal Ponorogo City Center, dan mal Bekasi Junction.

Sekarang, Johnny Andrean, pemilik salon Johnny Adrean, juga hadir di Mal Matahari, beserta dua gerai roti dan warung kopi miliknya: Breadtalk dan J.Co.