Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Bank BCA KCP Gudang Peluru, Kebon Baru, Jakarta Selatan
Jumat, 22 Juli 2016 16:00:17
photo: che/indoplaces
Arifin, Kepala Kantor Cabang Pembantu BCA Gudang Peluru, dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 19 Maret 2015. Bukan sebagai tersangka, tetapi untuk dimintai keterangan dalam rangka mendalami kasus korupsi dan pencucian uang yang dilakukan Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Partai Demokrat. Kasus korupsinya antara lain berupa korupsi pembangunan Wisma Atlet Sea Games 2011 di Jakabaring, Palembang. Sedangkan kasus pencuc‌ian uangnya berupa penggunaan dana korupsi untuk membeli saham PT Garuda Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia senilai Rp 300 miliar. Saat melakukan aksinya, Nazaruddin masih menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2009-2014. Terkait kasus ini, KPK menyita aset Nazaruddin senilai Rp 600 miliar.

Petinggi BCA yang diperiksa KPK terkait kasus Nazaruddin bukan cuma Kepala KCP Gudang Peluru. Sederet Kepala KCP Bank BCA lainnya sudah lebih dulu diperiksa. Antara lain Kepala KCP Cempaka Putih Raya Wari Smiranastiti, Kepala KCP Margonda Andreas Andi Sidharta, Kepala KCP Wisma Asia Linda Carolina, dan Kepala KCP Mangga Besar Fransisca Sudarma. Juga, pada Februari 2015, KPK memanggil Kepala KCU Kuningan Paula Yenni, Kepala KCP Panglima Polim Raya Dian Ekawaty Nafasyiah, dan Lilik Rahaju Kepala KCP Graha Inti Fauzi.‎

Untuk kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet, Nazaruddin sudah dijatuhi hukuman penjara 4 tahun 10 bulan. Naik banding, pada 23 Januari 2013 Mahkamah Agung malah menjatuhkan hukuman final lebih berat: 7 tahun penjara. Sidang yang melibatkan masukan dari para Kepala KCP BCA adalah sidang lanjutan yang berlangsung sejak akhir 2015. Fokusnya pada kasus korupsi lain dan tindakan pencucian uang berupa, antara lain, pembelian saham Garuda Indonesia. Pada salah satu persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, 23 Maret 2016, Jaksa KPK menghadirkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Dalam dakwaan kasus lanjutan ini, Jaksa KPK memaparkan bahwa Nazaruddin telah menerima uang senilai Rp 23,3 miliar dari PT Duta Graha Indah, yang diyakini sebagai suap untuk memenangkan tender proyek Wisma Sea Games 2011 dan banyak proyek pembangunan gedung lainnya: Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Jambi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP21P) Surabaya tahap 3, Rumah Sakit Adam Malik Medan, Paviliun RS Adam Malik, RS Inspeksi Tropis Surabaya, dan RSUD Ponorogo. Juga, Nazaruddin diketahui menerima Rp 17,24 miliar dari PT Nindya Karya untuk memuluskan tender proyek pembangunan Ratting School Aceh dan proyek pembanguan di Universitas Brawijaya, Malang.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, 15 Juni 2016, akhirnya menjatuhkan vonis penjara 6 tahun bagi Nazaruddin. Ia juga dikenai denda Rp 1 miliar. Sedangkan aset Nazaruddin senilai Rp 600 miliar yang disita, kabarnya hanya dikembalikan Rp 50 miliar. Hukuman bagi Nazaruddin bersifat kumulatif. Ia akan menjalani hukuman pertamanya, 7 tahun penjara, lalu dilanjutkan hukuman terbaru yang 6 tahun. Karena sudah menjalani tahanan selama 4 tahun terakhir, ia diperkirakan baru akan keluar dari penjara pada 2025.

Soal apa yang diceritakan para kepala KCP BCA kepada penyidik KPK, tidaklah terlalu diketahui. Juga tak diketahui apakah mereka bersaksi di pengadilan. Sedangkan soal pembelian saham Garuda senilai Rp 300 miliar, dijelaskan langsung oleh mantan Direktur Utama Mandiri Sekuritas Harry Maryanto Supoyo saat bersaksi di sidang Pengadilan Tipikor, 27 Januari 2016. Sebagai perantara perdagangan efek yang menangani pembelian saham itu, Mandiri Sekuritas menerima fee Rp 850 juta.
Bank Central Asia - KCP Gudang Peluru
Bank Central Asia - Unit Layanan Syariah (ULS) Gudang Peluru
Kompleks Gudang Peluru Blok A No. 23
Jl. Kampung Melayu Besar (Jl. KH Abdullah Syafiie)
Kelurahan Kebon Baru
Kecamatan Tebet
Jakarta Selatan - 12830
DKI - Jakarta

Tel: 021-83706303

Website: www.bca.co.id - www.bcasyariah.co.id
Tetangga TerdekatKm
Laboratorium Klinik Prodia Kampung Melayu, Jakarta Selatan 0,105
Masjid Al-Makmur, Tebet, Jakarta Selatan 0,514
Plaza Kaha, Tebet, Jakarta Selatan 0,561
Jakarta Gems Center - Mal Batu Akik 1,478
Stasiun Jatinegara 1,545
Alfamart - DI Panjaitan 1,704
Wisma IKPT, MT Haryono, Jakarta Selatan 1,843
Indomobil Group, Wisma Indomobil, MT Haryono 1,888
Hino Indonesia, MT Haryono, Jakarta Timur 1,899
Menara MTH, MT Haryono, Jakarta Selatan 1,959
Signature Park Apartment, MT Haryono, Jakarta Selatan 1,975
Menara Saidah 2,041
Wisma Millenia, MT Haryono, Jakarta Selatan 2,101
Graha Pratama, MT Haryono, Jakarta Selatan 2,124
RS Tebet, MT Haryono, Jakarta Selatan 2,208
Hotel di Jakarta Selatan
Gran Melia Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan
Puri Denpasar Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan
Harris Hotel - Tebet
Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan
Kartika Chandra
Hotel Maharani
Hotel Cipta 2
The Ritz Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta Selatan
Losari Blok M Hotel
Crowne Plaza
Berita Jakarta Selatan
Ledakan Gas di Mal Gandaria City, 3 Teknisi Jadi Korban
Potong Teralis, Lima Tahanan Kabur dari Polsek Jagakarsa
Foke: Buka Minimarket Baru di Jakarta Tetap Dilarang!
Alumni ESQ Resmikan Menara 165
Manajemen RIM Jadi Tersangka Insiden Pacific Place
Gedung Baru Nan Eksklusif Buat Densus 88
Proyek Mal Kuningan City Habiskan Dana Rp 3,5 Triliun
Stadion Lebakbulus Digusur Akhir 2011
Gelora Bung Karno Putus Hubungan dengan Dua Mitra Kerja
Sewa Sudirman Place dan Fx Mall Mestinya Masuk Kas Negara