Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Synthesis Tower, Gatot Subroto, Jakarta Selatan

Selasa, 19 Juli 2016 19:01:42
photo: che/indoplaces

Kenal Synthesis Tower? Mungkin tidak. Kenal Gedung Hero? Mungkin kenal. Synthesis Tower merupakan nama baru bagi gedung 15 lantai yang sudah amat lekat dengan sebutan Gedung Hero II. Alias gedung yang dulu jadi kantor pusat PT Hero Supermarket Tbk: induk usaha jaringan supermarket Hero dan hypermarket Giant. Pada 2013, gedung ini dijual kepada Synthesis Development seharga Rp 432 miliar. Oleh pemillik baru, gedung itu diberi nama baru: Synthesis Tower. Dan tak cuma Gedung Hero II, area sekitarnya, termasuk gedung 5 lantai di bagian depan, Gedung Hero I, di tepi Jalan Gatot Subroto, yang dulu juga jadi gerai supermarket Hero, ikut dijual. Keseluruhan area itu lantas diberi label baru: Synthesis Square.

Supermarket Hero eksis pertama kali pada 1971. Seperti semua orang tahu, Hero berkibar terus sampai sekarang. Pada 1987, Hero mulai menempati gedung baru 5 lantai di Jalan Gatot Subroto. Bagian atas jadi kantor pusat, bagian bawah jadi supermarket. Pada 1995, gedung 15 lantai yang separohnya bersosok bulat dibangun di area belakang. PT Total Bangun Persada Tbk yang menjadi kontraktornya. Rampung pada 1996, gedung itu dinamai Gedung Hero II dan menjadi kantor pusat yang baru. Gedung 5 lantai yang lama lantas dinamai Gedung Hero I.

Pada 1993, PT Hero Supermarket Tbk berniat membuka supermarket furniture dan perabot rumah IKEA. Butuh biaya besar, gedung kantor pusat pun diputuskan untk dijual. Lelangnya digelar pada September 2013 dan pada November 2013 sudah diketahui kalau PT Synthesis Kreasi Investama yang jadi pembelinya. Dan sebelum proses lelang, pada 25 Maret 2013, Hero sudah melakukan peletakan batu pertama gedung baru kantor pusatnya di Bintaro Jaya, Sektor 7. Akhirnya, seperti terbaca di laporan tahunan PT Hero Supermarket Tbk tahun 2013: gedung kantor pusat baru sukses dibangun, gedung kantor pusat lama pun laris terjual. Nilai penjualan kantor pusat lama dicatat sebesar Rp 432 miliar. Dipotong biaya pembangunan kantor pusat baru, Hero mencatatkan keuntungan transaksi jual dan bangun gedung itu senilai RP 363 miliar. Dan Hero juga berhasil membuka gerai IKEA pertamanya di perumahan Alam Sutera, Serpong, pada 15 Oktober 2014.

Synthesis Development sendiri baru secara resmi mengumumkan kehadiran Synthesis Square pada Juli 2015. Di websitenya, Synthesis Development lebih suka menyebut Synthesis Square lahir pada 2014. Saat mengenalkan square-nya, Julius J Waraouw, sang Managing Director, bercerita kalau eks-Gedung Hero II sudah diremajakan. Lahan yang semula luasnya hanya 1,2 hektar (dari Hero) pun, sudah ditambahi 4.000 meter lagi, menjadi 1,6 hektar. Namun area yang sekarang ditempati SPBU Shell, kabarnya, tak ikut dibeli, alias masih menjadi latar depan Gedung Hero II.

Langkah ke depannya, di lahan eks Hero itu akan hadir tiga tower. Gedung Hero I yang 5 lantai akan dirobohkan dan diganti dengan gedung perkantoran baru setinggi 36 lantai (Tower 1). Di area belakang Gedung Hero II akan dibangun apartemen setinggi 34 lantai (Tower 3). Hanya terdiri dari 188 unit (hanya 8 unit per lantai), apartemen ini akan dinamai The Residence. Sedangkan Gedung Hero II akan dibiarkan tetap eksis dan menjadi gedung terpendek (Tower 2). Sekarang ini, kalau mau browsing ke berbagai website penjualan properti online, Gedung Hero II sudah ramai dipasarkan dengan nama Synthesis Tower dan dijual sebagai perkantoran strata-title. Apartemen The Resident pun sudah mulai dipasarkan.

Peta & Citra Satelit

Gedung Hero II

Synthesis Tower
d/h Gedung Hero II
Synthesis Square
Jl. Gatot Subroto Kavling 64, No. 177A
Jakarta Selatan - 12870
DKI Jakarta



Pengelola:
Synthesis Development - PT Synthesis Karya Pratama
Synthesis Tower, Lantai 8

Tel: 021-8317755
Fax: 021-8317760

Website: www.synthesis-development.id

Synthesis Development

Usaha broker properti amat bertebaran. Apa prospek ke depannya? Prolease, perusahaan broker properti dan konsultan manajemen properti yang berdiri pada 1992, sudah sejak 1999 memutuskan banting setir. Jadi apa? Jadi pengembang properti. Maka, lahirlah Synthesis Development, nama gaul bagi perusahaan yang aslinya bernama PT Synthesis Karya Pratama (Namanya senada dengan perusahaan yang membeli Gedung Hero: PT Synthesis Kreasi Investama). Yang pertama kali dibangunnya saat alih jati diri pada 1999 adalah Plaza Semanggi, yang menyatu dengan Graha Sarbini. Gedung terakhir ini dan juga lahan Plaza Semanggi sama-sama milik Legiun Veteran RI.

Pada tahun 2000-an berbagai properti lain pun dibangun. Yang bernuansa bangunan tinggi antara lain: apartemen Casablanca Mansion (2004); superblock Kalibata City, di lahan eks pabrik sepatu Bata, di samping Taman Makam Pahlawan Kalibata (2008); dan superblock Basura City di lahan 4 hektar di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur (2012). Pada 26 Mei 2016 lalu, Mall@Basura, mall 4,5 lantai dengan area komersial seluas 35.000 meter persegi, diresmikan untuk melengkapi 9 tower apartemen yang sudah ada di Basura City.