Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

J.Co Donuts & Coffee, Mal Ciputra Cibubur

Sabtu, 16 Juli 2016 09:52:13
photo: che/indoplaces

J.Co tak cuma jual donat. Sesuai nama perusahaan yang menaunginya, PT Jco Donut & Coffee, dia juga jualan kopi sebagai minuman. Maret 2015 lalu, saat meluncurkan J.Coffee Blend Garuda Series, pewaralaba gerai J.Co Donuts & Coffee (dengan hurup S pada nama brand-nya) ini bilang kalau 'jualan kopi'-nya memberi kontribusi antara 30-35 persen pendapatan J.Co di Indonesia. Berapa nilai rupiahnya, tidaklah diketahui. Yang diketahui, 'Central Kitchen' J.Co yang berada di kawasan Taman Tekno, Bumi Serpong Damai, mengolah sendiri biji kopi lokal sebanyak 1015 ton per bulan. Dan selain kopi lokal, untuk kopi premium blend, J.Co menggunakan biji kopi import asal Kolumbia dan Guatemala.

Kopi atau biji kopi apa yang dipakai J.Co untuk menyuguhi konsumennya? Arabika? Robusta? Tentang hal ini, Indriana Listia, Marketing Communications and Brand Manager J.CO Indonesia, punya cerita menarik. Katanya, memilih kopi itu ibarat memilih wine. Masing-masing biji kopi punya karakter tersendiri. J.Co mengindentifikasi adanya dua macam biji kopi: arabika dan robusta. Robusa itu, kata Indriana Listia, ibarat beras sehari-hari, atau beras biasa. Kalau arabica, dia adalah beras Pandan Wangi yang cuma bisa setahun sekali tumbuh. Maka, kopi arabica itu yang lantas dipakai J.Co. Tak seperti pihak lain, J.Co tidak me-roasted biji kopi arabica sampai gosong, yang biasanya dimaksudkan agar bau kopinya lebih strong. Melainkan, kopi cukup dipanggang secara ekspres, agar tetap fresh, dan langsung dikirim ke berbagai outlet.

Kopi arabika dari mana yang disukai J.Co? Tentu bukan dari Arab. Untuk J.Coffee Blend - Garuda Series misalnya, kopi arabika yang dipakai berasal dari Lintong, Mandailing (keduanya di Sumatera Utara), dan Jawa. Ketiga kopi itu tidak disajikan terpisah, melainkan dioplos jadi satu. Kopi oplosan itu, kata Putra Andrean, anak bos J.CO Johny Andrean yang jadi Head of Specialist J.Coffee, adalah ''kopi dengan cita rasa chocolaty, nutty, dan low acidity.'' Cita rasa ini bisa dinikmati pada produk akhir berlabel Jcoccino.

Peta & Citra Satelit

Warung Kopi Cibubur

J.Co Donuts & Coffee
Mal Ciputra Cibubur
Jl. Alternatif Cibubur-Cileungsi Km 4 (Jl. Transyogie)
Kelurahan Jatikarya
Kecamatan Jatisampurna
Kota Bekasi
Jawa Barat

Website: www.jcodonuts.com

Terigu Bogasari

Gerai J.Co Donuts & Coffee hadir pertama kali di Mal Lippo Karawaci, Tangerang, pada 1995. Sekarang jumlah outletnya konon sudah mencapai lebih dari 180 gerai di seluruh Indonesia. Juga sudah merambah ke beberapa negara Asean: Malaysia, Filipina, dan Singapura. Sajian yang dihadirkanya adalah donat, kopi (J.Coffee), donat croissant (J.Cronut), sandwich (J.Club), dan yogurt (J.Cool). Menjelang hari raya Imlek 2009, atau Januari 2009, barulah donat mini atau baby donuts (J.Pop) diluncurkan secara resmi. Sebelum diluncurkan resmi, J.Pop sudah di-uji-coba-luncur-kan di outlet Senayan City, Grand Indonesia dan Mall of Indonesia pada Desember 2008, dan ternyata laris manis. Produk yang juga laris manis saat dirilis adalah yogurt J.Cool, yang mulai dipasarkan pada pertengahan 2007.

Di bisnis donat, konon J.Co sudah jadi raja donat di Indonesia, menggeser posisi yang dulu ditempati Dunkin Donuts. Berapa ton terigu yang dihabiskan J.Co untuk mencetak roti gelang yang bolong di tengah itu? Tidak tahu. Yang pasti, sama seperti saudara kandungnya BreadTalk, J.Co diketahui mengunakan 'tepung terigu spesial' yang diproduksi pabrik tepung terigu PT Bogasari Flourl Mills (anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk) di Tanjung Priuk.