Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Mall Cimanggis, Cimanggis, Kota Depok

Minggu, 10 Juli 2016 09:15:25
photo: che/indoplaces

Siapapun rasanya sepakat kalau sekarang ini Mall Cimanggis terbilang bersahaja. Maklum, 'masa jaya' mall 5 lantai ini memang telah berlalu. Padahal dulu, ketika diresmikan pada akhir Maret 2003 oleh Walikota Depok Badrul Kamal, yang kemudian jadi Calon Walikota terkaya pada Pilkada Depok 2010, kalangan DPRD dan sejumlah LSM gencar memprotesnya karena melanggar site-plan dan bakal memperparah kemacetan di Jalan Raya Bogor. Tapi mall ini akhirnya beroperasi juga, menampilkan dua tenant utamanya, yang belakangan juga harus berperkara di pengadilan: supermarket 'Naga Swalayan' dan sentra furniture 'Bursa Mebel'.

Berada di atas lahan seluas 4.710 meter persegi, Mall Cimanggis merupakan properti milik PT Superior Favorita. Yang menjadi kontraktor pembangunannya, dan sekarang juga jadi pengelolanya, adalah anak perusahaannya sendiri: PT Favo Rita Unggul. Biaya sebesar Rp 12,4 miliar dihabiskan untuk menciptakan bangunan 5 lantai (tinggi antar-lantai 3,8 meter) dengan total ruang komersial seluas 10.791 meter persegi. Sempat diancam akan disegel saat dalam proses pembangunannya, mall ini akhirnya bisa diresmikan Walikota Badrul Kamal pada 27 Maret 2003. Selepas peresmian, pada 2007 tercatat ada dua kegiatan konstruksi di Mall Cimanggis: renovasi interior Lantai 1 Blok 5/C dan perbaikan jalan masuk dan pelataran parkir.

Naga Swalayan, jaringan pasar swalayan atau supermarket yang aktif di kawasan Timur Jakarta (baca: Bekasi) dan Jakarta Timur, sebagai tenant utamanya, mulai membuka outletnya pada April 2003. Pemilik jaringan swalayan ini, CV Naga Swalayan (sekarang PT Naga Swalayan, pada Oktober 2002 meneken kesepakatan dengan PT Favo Rita Unggul untuk menyewa area komersial seluas 2.012 meter persegi untuk jangka waktu 10 tahun, dengan total nilai sewa Rp 14,6 miliar, dibayar dengan cicilan bulanan. Setahun berjalan, mulai Agustus 2014, pembayaran sewa mulai mandeg. Buntutnya, sang pemilik mall sampai berusaha mempailitkan Naga Swalayan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, namun akhirnya gagal. Sekarang yang hadir di sana adalah Supermarket Medali Mas.

Tenant utama lainnya, Bursa Mebel, datang belakangan setelah melihat ramainya aktivitas belanja di Naga Swalayan. Pemiliknya, PT Sarana Multi Graha Agung, menyewa area seluas 808 meter persegi di lantai 3 Mall Cimanggis dan memulai aktivitas bisnisnya pada Agustus 2004, untuk periode 4 tahun. Sekitar dua bulan kemudian, Naga Swalayan pamit mundur, dan Mall Cimanggis pun jadi sepi. Tapi, Bursa Mebel terus berupaya hadir di sana. Hingga akhirnya, dua tahun kemudian atau Mei 2006, gerai mebel ini menyerah, tutup, dan berhenti membayar uang sewa. Perselisihan soal sewa-menyewa pun akhirnya di bawa ke meja hijau. Berujung di Mahkamah Agung, pada April 2010 para hakim agung memutuskan PT Favo Rita Unggul, yang namanya terkadang ditulis sebagai PT Favorita Unggul, sebagai pihak yang lebih unggul. Dan kalau sekarang lewat di Mall Cimanggis, papan nama Bursa Mebel masih tertempel di dinding luar mall.

Peta & Citra Satelit

Depok Mall

Mall Cimanggis
Jl. Raya Bogor Km. 30
Kelurahan Tugu
Kecamatan Cimanggis
Kota Depok
Jawa Barat

Smiling Theatre

Pertengahan Januari 2016 lalu, film 'Midnight Show', film horor/thriller pertama yang dibintangi aktris Acha Septriasa, mulai beredar di berbagai bioskop tanah air. Tayang juga di Smiling Theatre, bioskop yang berada di kompleks Mall Cimanggis? Tentu saja tidak. Bioskop ini, dan juga bioskop Galaxy di kota Bogor, memang dipakai sebagai lokasi syuting pada periode Desember 2014-Januari 2015, sesuai cerita film yang ber-setting-kan kisah horor sebuah bioskop bernama 'Podium'. Tapi, kedua bioskop ini sama-sama sudah tutup 8 bulan setelah selesai syuting. Dan sejak beberapa tahun terakhir, Smiling Theatre memang sudah mati suri: tiap hari hanya ada 2 sampai 4 orang saja yang datang menonton. Pegawai yang aktif pun cuma dua: kru pemutar film dan kasir bioskop.