Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Intiland Tower, Sudirman, Jakarta Pusat
Senin, 31 Agustus 2015 13:18:42
photo: che/indoplaces
Intiland Tower, gedung perkantoran 23 lantai di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, merupakan gedung perkantoran pertama milik PT Intiland Development Tbk. Ketika mulai beroperasi pada 1986, sesuai nama perusahaan sebelum go public, PT Wisma Dharmala Sakti, gedung berarsitektur unik dan hijau ini diberi nama Wisma Dharmala Sakti. Sekarang, sudah berapa banyak gedung perkantoran milik Intiland? Tidak banyak. Selain tetangga Wisma Sudirman ini, yang sekarang lazim disebut Intiland Tower Jakarta, ada pula Intiland Tower Surabaya, gedung perkantoran 12 lantai di Surabaya.

PT Wisma Dharmala Sakti, nama perusahaan awal, eksis mulai 1983. Meksi begitu, berbagai cikal bakal perusahaan ini sudah mulai ada sejak 1970-an dan sudah mengembangkan sejumlah proyek real-estate atau perumahan. Antara lain, Perumahan Cilandak Garden di Jakarta Selatan, Perumahan Taman Harapan Indah di Jakarta Barat, dan ikut mengembangkan Kota Satelit Darmo di Surabaya. Pada 1989, perusahaan ini masuk bursa efek dan berganti nama menjadi PT Dharmala Intiland Tbk. Sempat terpuruk akibat krismon di penghujung era Soeharto, perusahaan yang juga mengembanggkan kawasan mewah Pantai Mutiara ini bangkit pada 2007 dan berganti nama menjadi PT Intiland Development Tbk. Sampai sekarang, perusahaan ini masih dipimpin pendiri: Presiden Direktur Hendro S Gondokusumo. Adapun yang sekarang jadi presiden komisarisnya adalah Cosmas Batubara, menteri Perumahan Rakyat di era Soeharto.

Berapa pendapatan yang diperoleh dari gedung Intiland Tower Jakarta tidaklah diketahui. Dalam laporan tahunan 2014, PT Intiland Development Tbk hanya menyebutkan recurring income dari keseluruhan sektor 'properti investasi', yang mencakup juga hotel (jaringan Whiz Hotel) dan lapangan golf, sebesar Rp 178 miliar. Angka ini terasa kecil dibanding pendapatan total perusahaan tahun lalu yang mencapai Rp 2,54 triliun. Penyumbang terbesar pendapatan itu, Rp 2,36 triliun, tak lain adalah penjualan dari berbagai proyek real estate, apartemen, dan bangunan mix-used dan high-rise lainnya, yang sekarang memang jadi fokus bisnisnya. Meski begitu, Juni 2015 lalu perusahaan ini sudah mencanangkan niatnya untuk menggenjot recurring income yang hanya 9 persen dari total pendapatan perusahaan menjadi 20 hingga 30 persen pada 2016.

Intiland Tower Jakarta berdiri di atas lahan seluas, 0,8 hektar, di pojok perempatan Jalan Jenderal Sudirman dan KH Mas Mansyur. Total luas bangunan 23 lantai ini, plus 3 basement, mencapai 30.986 meter persegi. Total luasan ruang perkantoran area yang disewakan mencapai 25.578 meter persegi. Sisanya dipergunakan sebagai kantor pusat perusahaan dan sejumlah anak perusahaan.

Pada 2014 lalu, menurut laporan tahunan 2014, tingkat hunian Intiland Tower Jakarta mencapai 97 persen, dengan biaya sewa bulanan dan biaya layanan sebesar Rp 183.000 per meter persegi, per bulan. Tahun sebelumnya, 2013, tingkat okupansinya lebih tinggi 1 persen, alias 98 persen, dengan rata-rata biaya sewa bulanan Rp 88.670 per meter persegi dan service charge Rp 63.230 per meter persegi.
Intiland Tower Jakarta
d/h Wisma Dharmala Sakti
Jl. Jenderal Sudirman Kavling 32
Jakarta Pusat - 10220




Pengembang:
PT Intiland Development Tbk
Intiland Tower Jakarta, Penthouse Floor
Jl. Jenderal Sudirman Kav,ing 32
Jakarta Pusat - 10220

Tel: 021-5701912, 5708088
Fax: 021-5700014, 5700015

Website: www.intiland.com


Properti Intiland di Indoplaces:
Gedung milik PT Intiland Development Tbk yang spesifik menjadi gedung perkantoran memang cuma dua: Intiland Tower Jakarta dan Intiland Tower Surabaya. Meski begitu, sejumlah gedung atau lantai perkantoran baru juga mulai dihadirkan di kawasan mix-used dan high-rise yang sekarang getol dikembangkannya. Di Surabaya, misalnya, area Intiland Tower Surabaya yang hanya 0,47 hektar kini diperluas menjadi kawasan superblok seluas 11.000 meter persegi. Di beri nama Praxis, kawasan mix-used yang dimulai proyeknya pada Maret 2014 ini akan terdiri dari perkantoran, apartemen, ritel, hotel, dan bioskop. Sudah dipasarkan, hingga Desember 2014 Praxis sudah mengalirkan pemasukan Rp 72 miliar.

Yang juga sedang dikembangkan, menurut laporan tahunan 2014 PT Intiland Development Tbk, adalah Spazio Tower, di kawasan perumahan Graha Festival dan Grama Famili di Kota Satelit Darmo. Menempati lahan seluas 5.380 meter persegi, Spazio Tower dibangun setinggi 20 lantai dan akan menghadirkan lantai bangunan seluas 61.053 m2. Dari keseluruhan jumlah lantai itu, 11 lantai akan diperuntukan sebagai ruang perkantoran, 7 lantai untuk hotel, 2 lantai untuk ritel pendukung, dan 5 lantai untuk parkir basement. Lantai perkantorannya tidak akan disewakan, melainkan dijual secara strata title. Proyek Spazio Tower ini sudah dimulai sejak Oktober 2014, sudah dipasarkan, dan sudah mendatangkan pemasukan Rp 145 miliar.

Praxis dan Spazio Tower berada di Surabaya, Jawa Timur. Adapun di Jabodetabek, PT Intiland Development Tbk juga menghadirkan ruang perkantoran baru lewat dua superblok mix-used yang sedang dibangunnya. Yang pertama adalah Aeropolis, yang menjadi tetangga Bandara Soekarno-Hatta. Kawasan seluas 150 hektar ini akan terdiri dari kawasan hunian, perkantoran, hotel, komersial, pergudangan, dan ritel. Yang sedang dikerjakan adalah Aeropolis Residence, Aeropolis Commercial Park, Aeropolis Crystal Residence, dan kawasan pergudangan Technopark. Hingga akhir 2014, Aeropolis sudah mendatangkan pemasukan Rp 369 miliar.

Di kawasan Lebakbulus, Jakarta Selatan, Intiland mengembangkan kawasan mix-used bernama South Quarter. Berada di atas lahan seluas 7,2 hektar, pada tahap pertama sudah dibangun 3 menara perkantoran dan fasilitas ritel. Tahapan topping-off sudah dilakukan dan bangunan akan rampung total tahun ini. Dari tiga menara itu, Tower A dan C dijual secara strata title, sedangan Tower B akan menjadi perkantoran yang disewakan. Hingga akhir 2014, ruang kantor di Tower A sudah terjual 34.503 m2, sementara di Tower C sudah terjual 6.172 m2. Untuk Tower B, ruang kantor yang berhasil disewakan mencapai 60 persen. Dari kegiatan pemasaran gedung yang ketika itu belum rampung, hingga akhir 2014 Intiland beroleh pendapatan Rp 609 miliar.
Tetangga TerdekatKm
Intiland Tower, Sudirman, Jakarta Pusat 0,000
Wisma Sudirman, Sudirman, Jakarta Pusat 0,073
ANZ Tower, Sudirman, Jakarta Pusat 0,082
Wisma Metropolitan II, Jakland, dan Hongkong Land 0,184
Wisma Metropolitan I 0,238
Mayapada Tower 0,279
Plaza Sentral, Sudirman, Jakarta Selatan 0,304
Bank Permata Tower 0,323
World Trade Center 0,328
Bank Resona Perdania 0,375
Gedung BRI I dan II. Gedung III Mana? 0,456
Gedung BRI II 0,534
Sahid Office Boutique, Sahid City, Jakarta Pusat 0,572
Citywalk Sudirman, Citylofts Sudirman 0,605
Wisma GKBI, Sudirman, Jakarta Pusat 0,646
Hotel di Jakarta Pusat
TravellerS Hotel Jakarta, Pangeran Jayakarta
Hotel Tugu Asri, Tanah Abang
Hotel Banyuwangi Sintera, Pasar Baru
The Sultan Hotel & Residence, Senayan
Hotel Setiabudi, Karet, Setiabudi
Hotel Karsa Utama
Hotel Grand Cempaka
Hotel Mulia
Le Meridien Jakarta
Hotel Atlet Century Park
Berita Jakarta Pusat
DPR: Wacana Pemindahan Ibu Kota RI ke Luar Jawa Tak Logis
Perumnas Bangun Rusun di Atas Pasar dan Stasiun Jakarta
Menhub Minta Maaf Jatuhnya Korban Meninggal Saat Mudik
KAI Daop Jakarta Berangkatkan 790.122 Orang Selama Mudik Lebaran 2016
Kemenag Gelar Sidang Isbat Tentukan 1 Syawal 1437 H
Presiden Jokowi Blusukan di Petamburan Jakpus
Peluncuran Satelit Ditunda Lagi, BRI: Tak Ada Kerugian
Menteri dan Pejabat Nonton Peluncuran BRISat di Rumah JK
Agar Pemudik Tidak Kepanasan, Stasiun Senen Pasang Lapisan Kaca Film
Stasiun Senen dan Gambir: Kereta Tambahan Mulai Dioperasikan