Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Candi Mendut, Kabupaten Magelang

Sabtu, 11 Juli 2015 16:49:35
photo: che/indoplaces

Tak kurang dari 12.000 botol air diambil dari Umbul Jumprit, mata air di Desa Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, pada 31 Mei 2015 lalu. Air itu kemudian dibawa ke Kelurahan Mendut, Kabupaten Magelang, untuk disakralkan di Candi Mendut. Setelah diinapkan dua malam, pada Hari Waisyak 2 Juni 2015, air itu dikirab sejauh 3 kilometer, menapaktilasi Jalan Budha, dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur. Diikuti 20 ribu umat Buddha, kirab juga membawa api yang diambil dari sumber Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

Candi Mendut, secara arkelogis, dipandang satu kesatuan dengan Candi Pawon dan Candi Borobudur. Ketiga candi Buddha ini pun berada di satu garis lurus pula, mulai dari Candi Mendut di sisi timur hingga ke Candi Borobuur di sebelah Barat. Sedangkan bagi umat Buddha, candi ini dikenal sebagai candi tri tunggal, dan menjadi tempat ibadah umat Buddha sejak zaman kejayaan wangsa Syailendra di Kerajaan Mataram Kuna.

Sebagaimana Candi Borobuur, Candi Mendut pun dulu terkubur tanah dan tertutup semak belukar. Dia baru ditemukan kembali pada 1834 dan akhirnya direkonstuksi pada 1897. Rekonstruksi lanjutan dan lebih serius dilakukan pada 1908, berbarengan dengan rekonstruksi Candi Borobudur. Sejak saat itu hingga sekarang, upaya menyempurnakan Candi Mendut masih terus dilakukan. Tahun ini, berbagai kegiatan eksavasi di halaman candi pun sedang dilakukan oleh lembaga yang bertanggung jawab atas konservasinya: Balai Konservasi Borobudur.

April 2015, Balai Konservasi Borobudur --bersama Mahasiswa Jurusan Arkeologi yang sedang praktek kerja-- mengumumkan telah berhasil menemukan struktur lantai yang diduga sebagai candi perwara atau candi pendamping Candi Mendut. Beberapa waktu sebelumnya, Balai Konservasi Borobudur juga sudah menemukan sruktur batubata yang tergelar memanjang sejajar dengan sisi panjang halaman Candi Mendut. Temuan batubata ini normal karena Candi Mendut sendiri merupakan candi yang terbuat dari batubata yang kemudian dilapisi dengan batu alam.

Peta & Citra Satelit

Candi Budha

Candi Mendut
Jl. Mayor Kusen
Kelurahan Mendut
Kecamatan Mungkin
Kabupaten Magelang
Jawa Tengah


Balai Konservasi Borobudur
Jl. Badrawati
Desa Borobudur
Kecamatan Borobudur
Kabupaten Magelang
Jawa Tengah

Tel: 0293-788255

Website: www.konservasiborobudur.org

Hari Waisyak di Candi Mendut

Sebagai obyek wisata, pada hari biasa ataupun hari libur, Candi Mendut terkesan tak terlalu ramai. Maklum, candi yang berada di Kelurahan Mendut, Kecamatan Mungkid, ibukota Kabupaten Magelang, itu hanya candi kecil. Banyak orang lebih suka langsung datang ke Candi Borobudur, yang ada di kecamatan sebelah, tanpa mampir ke Candi Mendut. Tapi di Hari Waisyak, seperti yang terjadi pada 2 Juni 2015, lebih dari 20 ribu umat Buddha berkumpul di sini. Menurut Ketua Dewan Penyantun Walubi Murdaya W Po, rangkaian perayaan Waisak 2559 BE/2015 itu juga dihadiri perwakilan umat Buddha dari 18 negara, semisal China, Jepang, Singapura, Thailand, dan Tibet.

Untuk mengenang Sidharta Gautama, pada hari Waisyak itu dilangsungkan kirab menempuh 'Jalan Budha' sejauh 3 kilometer dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan kemudian ke Candi Borobodur sebagai lokasi puncak peringatan perayaan Waisyak. Arak-arakan berjalan kaki yang digelar saban tahun ini mengikuti gerobak yang membawa 12 ribu botol air suco yang diambil dari Umbul Jumprit, Ngadirejo, Temanggung. Air ini sudah diambil dua hari sebelumnya, 31 Mei 2015, oleh ratussan biksu dan umat Buddha, dan kemudian disucikan dan diinapkan di Candi Mendut. ''Pengambilan air suci adalah prosesi awal peringatan Tri Suci Waisak yang puncaknya akan diperingati di pelataran Candi Mendut dan Borobudur,'' kata Ketua Umum DPP Walubi Siti Hartati Murdaya.