Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Bandara Internasional Lombok, Lombok Tengah

Rabu, 24 Juni 2015 10:21:21
photo: info publik

Bandara Internasional Lombok. Ini nama kerennya. Nama resminya adalah Bandara Lombok Praya. Ketika bulan Juni 2015 ini muncul wacana alih pengelolaan bandara merugi dari PT Angkasa Pura I dan II ke Kementerian Perhubungan, namanya juga ikut muncul. Senin lalu, sang pengelola, PT Angkasa Pura I, bilang bahwa Bandara Lombok Praya masih rugi Rp 30 miliar pada 2014, lebih baik dari tahun sebelumnya yang rugi Rp 36 miliar. Bandara ini akan ditarik ke Kementerian Perhubungan? Belum ada kepastian. Yang sudah rela dilepas baru Bandara Silangit yang dikelola PT Angkasa Pura II.

Totalnya ada 6 bandara di bawah kendali PT Angkasa Pura I yang merugi, kata Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Farid Indra Nugraha. Selain Bandara Lombok Praya, yang juga merugi adalah: Bandara Frans Kaisiepo Biak merugi Rp32 miliar pada 2014, naik 18 persen dari 2013 yang Rp 27 miliar; Bandara El Tari Kupang merugi Rp 18 miliar 2014, naik 100 persen dari 2013 yang Rp 9 miliar; Bandara Pattimura Ambon merugi Rp 30 miliar paa 2014, atau sama seperti 2013; Bandara Adisumarmo Solo rugi Rp 20 miliar, naik 17 persen dari Rp 17 miliar pada 2013; dan Bandara Sam Ratulangi Manado yang rugi Rp 21 miliar, atau naik 300 persen dari Rp 7 miliar pada 2013.

Mana dari 6 bandara merugi ini yang akan diserahkan PT Angkasa Pura I? Masih belum ada kejelasan. Meski begitu, sejak awal Farid Indra Nugraha bilang perusahaannya mendukung niatan pemerintah mengambil alih pengelolaan bandara merugi. Hal itu juga diyakini akan mengurangi beban operasional perusahaan. Dan ia juga yakin bandara akan lebih mudah dikembangkan bila dikelola oleh Kementerian Perhubungan.

Berbeda dari PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II sudah menyatakan rela melepas Bandara Silangit di Tapanuli Utara. ''Prinsipnya, AP II pemegang sahamnya 'kan pemerintah, kalau pemerintah mau ambil alih Silangit, AP II ya silakan saja,'' kata Manajer Humas PT Angkasa Pura II II Achmad Syahir. Bandara Silangit, kata Achmad Syahir, merupakan bandara yang kerugiannya terparah. Bandara lain di bawah kendali Angkasa Pura II yang juga merugi adalah Bandara Depati Amir (Pangkal Pinang), Sultan Thaha (Jambi), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), dan Minangkabau (Padang). Meski merugi, kata Achmad Syahir, kelima bandara ini masih punya potensi bagus di masa datang.

Bandara Internasional Lombok sendiri, aka Bandara Lombok Praya, merupakan bandara yang seratus persen baru, alias bukan hasil renovasi bandara sebelumnya. Pembangunannya dimulai di era Presiden Soeharto dan menjadi satu paket dengan proyek pembangunan kawasan wisata Mandalika (Mandalika Resort), yang sekarang atau sejak era Presiden SBY diganti label menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Ketika krismon melanda Indonesia pada 1998, dan Soeharto akhirnya lengser, proyek bandara dan juga Mandalika Resort pun tersendat. Pada 2007, proyek bandara dilanjutkan kembali dan akhirnya Presiden SBY meresmikannya tanggal 20 Oktober 2011. Adapun secara fungsional, bandara ini sudah beroperasi sejak 1 Oktober 2011, menggantikan Bandara Selaparang yang ditutup sehari sebelumnya.

Bandara Internasional Lombok terbilang mega proyek karena biaya pembangunannya mencapai Rp 945,8 miliar. Sebagian besar dana pembangunannya, Rp 679 miliar, ditanggung oleh PT Angkasa Pura I dan pemerintah pusat. Sisanya: Rp 110 miliar ditanggung Pemprov NTB dan Rp 40 miliar lagi diambil dari APBD Lombok Tengah. Memiliki landas pacu sepanjang 2.750 meter, Bandara Lombok Praya dibangun di atas lahan seluas 551 hektar. Bandara ini dilengkapi dengan dua terminal seluas 21.400 meter persegi dan 8.500 meter persegi yang totalnya mampu mengakomodasi 3 juta penumpang per tahun. Area parkirnya pun terbilang luas, mencapai 17.500 meter persegi.

Bandara Selaparang, yang berada di kota Mataram, semula merupakan pintu masuk utama ke Pulau Lombok dan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bandara seluas 64 hektar ini diresmikan Presiden Soekarno pada 1959 dengan nama Bandara Rembiga. Pada 1994 namanya diubah menjadi Bandara Selaparang dan setahun kemudian pengelolaannya diserahkan kepada PT Angkasa Pura I. Sekarang, atau sejak April 2014, Bandara Selaparang sudah dibuka lagi oleh PT Angkasa Pura I. Tapi bukan dibuka sebagai bandara komersial, melainkan sebagai bandara untuk sekolah penerbangan. Tercatat sudah ada dua sekolah penerbangan yang memanfaatkannya: Bali International Flight Academy (BIFA) dan Lombok Institute Flight Technology (LIFT).

Peta & Citra Satelit

Bandara Lombok Praya

Bandara Internasional Lombok (BIL) - Bandara Lombok Praya
Jl. By Pass BIL (aka Jl. Raya Tanak Awu Praya)
Kecamatan Praya
Kabupaten Lombok Tengah
Nusa Tenggara Barat

Tel: 0370-6157000
Fax: 0370-6157010

Website: www.lombok-airport.com