Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Terminal Bubulak, Kota Bogor

Sabtu, 17 Maret 2012 19:02:10
photo: google earth

Tahun ini Terminal Bubulak memasuki usianya yang ke-10. Tapi, dia masih sepi juga. Sopir angkot enggan masuk ke sana lantaran sepi penumpang. Penumpang dan sopir angkot lebih memilih Terminal Laladon, milik Pemkab Bogor, yang jaraknya hanya ratusan meter dari Bubulak, sebagai tempat ngetem.

Terminal Bubulak juga tidak terawat. Kalau malam gelap gulita, karena tidak ada lampu penerangan. Kondisi parah juga dialami kantor pelayanan. Atap kantor dibiarkan rapuh. Sementara sampah bertebaran di mana-mana dan mengganggu masyarakat sekitar. Begitulah kesan harian Pos Kota tentang Terminal Bubulak, yang ditulis awal Maret lalu.

Terminal Bubulak mulai difungsikan pada 28 Agustus 2002. Waktu itu terminal 'batas kota' ini diniatkan sebagai 'pengganti' Terminal Merdeka. Angkot berbagai jurusan pun dulu trayeknya dialihkan dari Terminal Merdeka ke Terminal Bubulak.

Sempat berjalan terseok, peralihan itu jadi kacau balau ketika Pemerintah Kabupaten Bogor pada 2004 mengoperasionalkan kawasan pertokoan yang dilengkapi sebuah terminal (atau sebaliknya): Terminal Laladon. Berjarak kurang dari 800 meter dari Terminal Bubulak, dan berada di pinggir jalan, angkot dan penumpang lebih suka terminal ini. Kisruh pun dimulai dan masih berlangsung sampai sekarang. Untuk sementara, Terminal Laladon lebih unggul. Terminal Bubulak beberapa kali diwacanakan untuk ditutup, tapi tak kunjung ditutup resmi.

Peta & Citra Satelit