Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Benteng Wolio, Benteng Terluas di Dunia
Jumat, 27 Mei 2011 15:22:34
photo: zakila/indoplaces
Kalau bicara benteng, biasanya yang teringat adalah benteng warisan penjajah Belanda, Inggris, ataupun Portugis. Tapi benteng yang satu ini --yang sudah mendapat Rekor MURI sebagai benteng terluas di dunia-- merupakan benteng asli dalam negeri. Benteng Wolio merupakan benteng kerajaan atau Kesultanan Buton. Luas kawasan Benteng Wolio, menurut catat MURI, mencapai 22,8 hektar. Tembok bentengnya sendiri panjangnya mencapai 2.740 meter, degan tebal 1-2 meter dan tinggi 2-8 meter.

Benteng yang dibangun Sultan Buton ke-4, Sultan La Elangi, alias Sultan Dayanu Ikhsanuddin (1578-1615), ini bukan sekedar benteng perlindungan yang dihuni tentara atau pasukan kesultanan. Sejak dulu kawasan dalam benteng juga dulunya dipenuhi rumah penduduk, mesjid, dan sarana sosial lainnya: sekarang termasuk makam sejumlah Sultan Buton. Saat ini tercatat masih ada 640 rumah penduduk --sebagain rumah panggung-- yang arsitekturnya masih asli warisan tempo dulu.

Benteng Wolio-- yang punya 18 menara atau sudut benteng, serta memiliki 14 gerbang-- sudah terbukti sebagai benteng yang tangguh. Gubernur Jendral VOC van Diemen berserta 700 tentaranya berulang kali menyerang benteng ini pada 1637 namun selalu berakhir dengan kegagalan. Sekarang benteng yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pantai ini serasa berada di pinggir selatan kota Baubau, Pulau Buton.

Menurut sejumlah catatan, Kesultanan Buton dulu punya tak kurang dari 72 benteng. Di Pulau Buton sendiri ada tiga benteng. Selain Benteng Wolio, ada pula benteng Baadia dan benteng Sorawolio. Adapun Istana Sulton sendiri tidak berada di lingkungan Benteng Wolio, melainkan jauh di utara, dekat pelabuhan Bau-bau.
Sultan Murhum merupakan sultan Buton pertama, pendiri Kesultanan Buton. Ia dikenal pula dengan nama Sultan Kaimuddin dan Halu Oleo.

Kesultanan Buton merupakan perubahan bentuk sistem pemerintahan baru di Buton, setelah sebelumnya berbentuk kerajaan. Perubahan terjadi karena sang raja masuk agama Islam pada tahun 1536. Sebagai Raja Buton, Sultan Murhum merupakan raja yang ke-6 dan terakhir.
Sultan Nasiruddin, alias La Ibi Oputa Musobuna Yi Lawalangke, memerintah Kesultanan Buton pada tahun 1709-1711. Makamnya juga terdapat di Benteng Wolio.
Batu Popaua atau Batu Pelantikan merupakan tempat pelantikan para raja-raja Buton. Batu Popaua ini juga berada di lingkungan Benteng Wolio dan tepat di depan Masjid Agung Keraton Button.
Makam Karaeng Tunipasulu, Raja Gowa XIII, di Benteng Wolio.