Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Grassberg, PT Freeport Indonesia
Rabu, 23 Maret 2011 01:49:58
photo: google earth
Siapa tak kenal Grassberg. Tambang terbuka berdiamater sekitar 1,5 kilometer. Lubang raksasa sedalam 400-500 meter tempat PT Freeport Indonesia menggali bijih berkandungan tembaga, perak, dan emas. Dan dari perut bumi di area Grasberg dan teman-temannya itulah, yang berada di Kabupaten Mimika, Papua, Freeport pada 2010 bisa menyetor uang ke kas pemerintah sebesar $ 1,9 miliar dolar atau Rp 17,4 triliun.

Kisah Freeport di Indonesia bermula dari ekspedisi Anton H. Coljin dkk ke Puncak Jayawijaya (Cartenz, 4.600 meter DPL) pada 1936. Melirik ke arah timur sejauh 5 kilometer, ke tempat 400 meter lebih rendah, ia menemukan Erstberg, area yang kelak jadi tambang pertama.

Setengah abad kemudian, barulah Freeport mengirim tim ke Ertsberg. Dan akhirnya, saat Soeharto mulai berkuasa, 1966, Freeport baru diundang untuk bicara soal Ertsberg. Tahun berikutnya kontrak pertambangan pun diteken, dan akhirnya pada 1972 mulai dilakukan ujicoba ekspor konsentrat tembaga.

Pada 1973, proyek diperserius. Sebuah kota baru pun dibentuk sebagai basis: Tembagapura. Berbagai gua untuk tambang bawah tanahpun mulai dieksplorasi dan digali di area yang disebut Gunung Bijih Timur. Hingga akhirnya pada 1987 tercatat kawasan itu punya cadangan tambah sebanyak 100 juta ton metrik.

Pada 1988, Grassberg yang super besar ditemukan. Cadangan langsung melejit 200 juta ton metrik. Melejit lagi jadi 770 juta ton metrik, setelah diteken perpanjangan konrtak karya untuk 30 tahun berikutnya.

Semakin digali, kawasan Grasberg dan sekitarnya bukannya malah berkurang, cadangannya malah justru terus bertambah. Dan setelah membangun kota baru lagi, Kuala Kencana, di dekat Timika, pada 1995, ditemukan lagi kawasan 'segitiga emas' dan Kucing Liar. Cadangan pun, pada 1997, menjadi 2,5 miliar metrik ton.

Walhasil, sekarang Freeport bisa bilang kalau pihaknya memiliki area kontrak karya yang terus-menerus memungkinkan untuk menambah cadangan. Tidak ada habisnya.
PT Freeport Indonesia - Departemen Komunikasi Perusahaan
Plaza 89, Lt. 5
Jalan HR. Rasuna Said Kav. X-7 No. 6
Jakarta Selatan 12940

Tel: 021-2591818
Fax: 021-2591945

Website: www.ptfi.co.id
Selain mengandalkan lubang raksasa Grasberg, PT Freeport mengandalkan berbagai tambang bawah tanah, atau gua-gua, sebagai sumber bijih tembaga, emas, dan perak. Gua-gua ini tersebar di berbagai titik di sekitar Grasberg.

Hasil galian, setelah ditarik dari lokasinya, langsung dipilah antara yang potensial dan tidak. Yang tidak potensial langsung diangkut dan diurugkan ke berbagai jurang dan datara di sisi barat dan timur lubang Grassberg. Bahan galian yang berguna langsung dibawa dengan ban berjalan atau truk ke instalasi pengolahan. Setelah diolah, konsentrat tembaga, perak, dan emas dikirim lewat pipa sepanjang 110 kilometer ke Pelabuhan Amamapare, di selatan pulau Irian. Adapun limbahnya dialirkan lewat sungai ke kawasan daratan rendah yang ada disisi timur Kabupaten Mimika.

Selain sebagai pelabuhan, Amamapare --yang berada di sungai menjelang laut Arafura-- juga memiliki instalasi untuk mengeringkan bubur konsentrat yang dialirkan tadi, serta gudang penyimpanan berkapasitas 135 ribu metrik ton. Dari gudang-gudang dan pelabuhan inilah konsentrat langsung dikirim ke pembeli di seluruh penjuru dunia.