Satu Indonesia, Berjuta Placesnya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Taman Sringanis, Taman Konservasi Herbal Batutulis

Senin, 24 Januari 2011 05:33:01
photo: jobojero/indoplaces

Taman ini ada di Bogor. Tapi jangan bayangkan indahnya seperti taman Istana Bogor atau Kebun Raya Bogor. Bayangkanlah Prof Hembing. Soalnya, taman yang satu ini memang tanaman obat herbal. Tak kurang dari 450 tanaman obat ada di Taman Sringanis. Dan nama Taman Sringanis pun sebenarnya diambil dari nama orang tua dan mertua sang pemilik: Ni Ketut Taman dan Ni Ketut Sringanis.

Taman herbal di Desa Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, itu dibangun pasangan Putu Oka Sukanta dan Endah Lasmadiwati pada 1992, di atas lahan seluas 1.000 meter persegi. Saat ini terdapat tak kurang dari 450 jenis tanaman obat, baik tanaman asli Indonesia maupun luar negeri. Karena itu pula Taman Sringanis kerap juga disebut pusat konservasi tanaman obat.

Lokasi Taman Sringanis tak sulit dijangkau karena masih masuk wilayah Kota Bogor. Letaknya dekat dari Stasiun Kereta Api Batutulis, dan tak jauh dari Monumen Prasasti Batutulis. Kalau naik kereta, Stasiun Batutulis merupakan stasiun pertama setelah keluar stasiun Bogor. Stasiun berikutnya adalah Stasiun Ciomas.

Taman Sringanis juga membuat aneka minuman kesehatan tradisional dari tanaman yang ada di kebun Cipaku itu. Produk akhirnya ada yang berupa miniuman instan, kapsul ekstrak, obat luar, dan sebagainya.

Beberapa produk minuman instantnya, yang dikemas pakai kantong dan botol, antara lain adalah Akar Alang-alang, Cabe Puyang, Botrowali, Kunyit Asem, Jahe Sereh, Temu Lawak, Temu Putih, Delima Putih, dan Jati Belanda.

Peta & Citra Satelit

Stasiun Batutulis

Taman Sringanis
Kampung Cimanengah No.29 Rt.04/05
(Jalan Doktorandus Saleh Danasamita)
Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan
Kota Bogor

Website: www.tamansringanis.com



Klinik Akupuntur

Pasangan suami istri Putu Oka Sukanta (Singaraja, 1939) dan Endah Lasmadiwati (Solo, 1948 ) dikenal sebagai penulis aneka buku kesehatan tradisional. Keduanya juga dikenal sebagai akupunturis, dan membuka klinik akupuntur di Taman Sringanis. Keduanya membangun Taman Sringanis sejalan dengan cita-cita untuk memandirikan kesehatan masyrakat lewat penggunaan obat tradisional.

Selain taman obat, klinik akupuntur dan pengobatan tradisional, Taman Sringanis juga menyelenggarakan pelatihan pembibitan, penamanaman, dan pendayagunaan obat. Secara berkala Taman Sringanis mengadakan pelatihan bagi berbagai kelompok peminat kesehatan tradisional.