Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kabupaten Soppeng

Kamis, 28 Mei 2015 08:53:59
photo: andev chayank / youtube

Direktur Keuangan dan Direktur Teknik Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Soppeng, awal bulan ini mengundurkan diri. Mengapa mereka mundur di saat Bupati Andi Soetomo sedang berusaha mengakhiri kepemimpinan 2 periode-nya dengan manis? Di saat sang bupati asyik membanggakan keberhasilannya memperbesar investasi daerah dari hanya Rp 6 miliar menjadi Rp 61 miliar? Kelihatannya tak ada unsur politis dalam pengunduran diri itu. Mereka mundur karena asset Perusda Soppeng yang masih bisa dikomersialkan hanya tinggal 2 unit 'bus sekolah', alias bus tua yang terkadang disewa anak sekolah kalau hendak piknik.

''Perusda sekarang ibarat hidup segan, mati pun tak mau,'' kata Sekretaris Kabupaten Soppeng Sugirman Djaropi, yang membenarkan kabar pengunduran diri Direktur Keuangan Takdir dan Direktur Teknik Abu Lamba. Dan soal pengunduran diri itu, katanya, masih diproses oleh bagian hukum. Pak Bupati masih belum memutuskan menerima-tidaknya pengunduran diri mereka. Hal ini juga dibenarkan sang 'mantan' direktur keuangan. ''Saya sudah mengajukan pengunduran diri. Suratnya sudah kami serahkan kepihak Pemkab. Tapi kesemua itu tergantung kebijaksanaan Pak Bupati,'' kata Takdir.

Soal penyebab pengunduran diri, kedua pejabat tadi tak banyak cerita. Meski begitu, pertengahan April lalu, Direktur Utama Perusda Soppeng Andi Abdul Azis Sapada sudah sempat curhat soal nasib perusahaan yang hidup segan mati pun tak mau itu. Katanya, sejumlah unit usaha yang dimiliki --seperti penyewaan alat berat, tenda terowongan pengantin, dan 10 unit hand tractor-- tidak lagi berfungsi maksimal.

''Ada alat berat tidak bisa berfungsi, karena memang awalnya alatnya tidak bisa berfungsi, tapi disuruh perusda untuk mengelolanya. Ada tenda terowongan pengantin, tapi tidak laris. Sementara hand tractor hanya 3 unit yang berfungsi, yang lain rusak dan karena buatan China tidak ada komponennya disini,'' terang Abdul Aziz.

Usaha Perusda Soppeng yang masih lancar, kata Abdul Aziz lagi, saat ini hanya dua unit bus tua yang sudah diperbaiki. ''Yang bagus hingga sekarang hanya dua unit bus angkutan umum, tapi sifatnya temporer. Bus itu baru dipakai kalau libur anak sekolah. Itu pun sekarang sekolah sudah banyak yang punya mobil sendiri,'' papar pria yang kini jadi satu-satunya direktur yang tersisa di Perusda Soppeng.

Menurut sang dirut, perusda bisa dibikin maju kalau ada modal. Tahun lalu ia sudah mengusulkan suntikan modal sebesar Rp 1 miliar untuk dimasukkan ke APBD. Tapi sampai sekarang ia tidak tahu apakah usulannya diterima dan termuat di APBD. Ia pun tidak tahu berapa target yang dibebankan kepada Perusda Soppeng untuk disumbangkkan ke pendapatan asli daerah (PAD).

Jeblok di bisnis sektor riil, Pemkab Soppeng terlihat cantik di bisnis sektor keuangan. Saat memperingati Hari Jadi Soppeng ke-754 pada Maret lalu, Bupati Andi Soetomo mengklaim telah berhasil meningkatkan investasi daerah dari dari Rp 6 miliar menjadi Rp 61 miliar. Kemana dana sebanyak itu diinvestasikan?

Yang bisa diketahui, saat Bank Sulselbar menggelar RUPS pada 5 Mei 2015, Pemkab Soppeng menjadi pemegang saham urutan ke-3 di Bank Sulselbar, dengan modal disetor sebesar Rp 30 miliar. Pemegang sahama utama bank pembangunan daerah ini tentu saja Pemerintah Provinsi Sulsel, yang sudah menyetor hingga Rp 241 miliar. Yang berada di urutan ke-2 adalah Pemkab Luwu Timur dengan setoran Rp 45 miliar. Sedangkan yang berada di urutan ke-4 adalah Pemkab Wajo yang punya saham senilai Rp 29 miliar.

Berapa dividen yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Soppeng dari penyertaan di Bank Sulselbar?

Bank Sulselbar masih belum meng-update info kepemilihan saham di websitenya. Belum diketahui berapa persen saham yang dimiliki Pemkab Soppeng. Pada RUPS lalu yang terdengar baru soal urutan pemilik saham yang sudah berubah. Data di website Bank Sulselbar, per Juni 2014, ketika modalnya baru Rp 606 miliar, setoran modal Pemkab Soppeng tercatat sebesar Rp 20 miliar. Sedangkan pada RUPS lalu, modal Bank Sulselbar sudah berlipat menjadi Rp 1,4 triliun dan Pemkab Soppeng sudah andil Rp 30 miliar. Adapun dividen yang disepakati pada RUPS itu untuk dibagikan kepada seluruh pemegang saham adalah sebesar Rp 240 miliar, atau 60 persen dari total laba 2014 yang Rp 400 miliar.

Angka pasti dividen dari Bank Sulselbar yang bakal masuk ke PAD Soppeng masih harus ditunggu kabarnya. Sedangkan untuk tahun lalu, Pak Bupati pernah menyinggungnya. Saat panen cengkeh di Desa Umpungeng, Kecamatan Lalabata, November 2014, Bupati Andi Soetomo bilang, ''Sekarang kita punya tabungan di Bank Sulsel yang bisa menghasilkan PAD sampai Rp 7 miliar.''

Kabupaten Soppeng sendiri, untuk tahun ini menetapkan PAD sekitar Rp 58 miliar. Adapun nilai APBD Soppeng 2015 mencapai Rp 921 miliar. Selain dari PAD, sumber uang untuk belanjanya, seperti biasa, adalah dana perimbangan, yang tahun ini sebesar Rp 672,8 miliar lebih. Juga dari pos pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 190 miliar. APBD 2015 ini dirancang surplus Rp 4,8 miliar.

Peta & Citra Satelit

Kantor Bupati Soppeng

Pemerintah Kabupaten Soppeng
Jl. Salotungo
Kota Watansoppeng - 90813
Kecamatan Lalabata
Kabupaten Soppeng
Sulawesi Selatan



Tel: 0484-21619
Fax: 0484-21301

Website: www.soppengkab.go.id


Link:
Bank Sulselbar - www.banksulselbar.co.id

Kecamatan di Soppeng

Kecamatan di Kabupaten Soppeng:
1. Marioriwawo
2. Lalabata
3. Liliriaja
4. Ganra
5. Citta
6. Liliriau
7. Donri-Donri
8. Marioriawa