Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan
Sabtu, 26 April 2014 15:41:33
photo: budisulistiyono / panoramio
Rabu lalu, 23 April 2014, Jokowi jalan-jalan ke Kabupaten Lampung Selatan. Kampanye pilpres? Katanya sih bukan. ''Kedatangan Jokowi ini, bukan datang untuk kampanye, tapi datang dengan kegiatan yang telah kita agendakan sejak lama antara DKI Jakarta dan Lampung,'' kata Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, ketika bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo itu di Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan H Rycko Menoza SZP. Jadi, ngapain Jokowi 'blusukan' ke Lampung Selatan? Rupanya, Jokowi ingin 'mengimpor' sapi dari Lampung Selatan.

Kedua gubernur asal PDI Perjuangan itu ngobrol di rumah Dinas Bupati Lampung Selatan bukan karena Gubernur Lampung lebih nyaman ngobrol di rumah anaknya sendiri: Bupati Rycko memang putra Gubernur Sjachroedin. Melainkan karena urusan yang hendak dituntaskan Jokowi memang terkait langsung dengan Lampung Selatan. Daging sapi yang ingin didatangkan ke Jakarta oleh Jokowi adanya di Lampung Selatan. Karena itulah sebelum ngobrol dengan Gubernur Sjachroedin ZP di rumah dinas Bupati Lampung Selatan, Jokowi meninjau peternakan sapi potong milik PT Juang Jaya Abdi Alam yang berada di Desa Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Berapa banyak sapi Lampung yang ingin didatangkan ke Jakarta? Kalau sapi utuh, bisa dipastikan tak ada. Maunya Jokowi, sapi yang masuk Jakarta itu sudah berupa daging sapi dalam kemasan: daging siap masak. Jokowi tak ingin direpotkan oleh limbah dan sampah dari rumah pemotongan hewan (RPH), karena sudah pusing mengurus sampah Jakarta. Juga, Jokowi tak ingin Jakarta semakin macet karena truk sapi hilir mudik melintasi jalan di Jakarta. Karena itu, sebelum datang ke peternakan sapi, Jokowi terlebih dulu singgah ke Rumah Pemotongan Hewan Way Laga. Dan ketika mengunjungjungi RPH, Jokowi disupiri Sjachroedin ZP.

Menurut Jokowi, saat ini 80 persen daging sapi yang ada di Jakarta berasal dari Lampung. Entah benar entah tidak, koran bisnis Lampung Newspaper mengutip Jokowi menyebut angka '650 ribu ekor sapi per hari dipotong di Jakarta'. Yang jelas, Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang pernah bilang, konsumsi daging sapi Jakarta mencapai 18 juta ton per hari. Daging sebanyak itu didayagunakan oleh 17 ribu pelaku usaha yang membutuhkan bahan baku daging setiap hari, serta dikonsumsi oleh 9,6 juta penduduk Jakarta.

PT Juang Jaya Abadi Alam sendiri selama ini sudah mengirimkan sapinya ke Jakarta. Setiap minggunya mereka bisa menyediakan 2.500 hingga 3.000 ekor sapi. Dari jumlah itu, 1.500 hingga 1.800 ekor sapi (sapi hidup) dikirimkan ke Jakarta. Per tahunnya, perusahaan pembibitan, penggemukan, pengembangan sapi perah, dan pusat pendidikan ternak sapi ini memasok 84 ribu ekor sapi ke berbagai wilayah di Indonesia. Perusahaan patungan dengan CPC Australia ini punya lahan peternakan seluas 160 hektar di Lampung Selatan. Selain di Lampung, PT Juang Jaya Abadi Alam juga punya peternakan seluas 21 hektar di Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Tak cuma sapi, Jakarta niatnya akan 'mengimpor' 14 komoditi dari Lampung. Ini sesuai MoU agrisbisnis yang diteken Jokowi dengan Gubernur Lampung di Jakarta bulan silam, 14 Maret 2014. Jadi, kedatangan Jokowi ke Lampung ini --yang juga menengok Terminal Agribisnis Lampung di Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan-- tak lain merupakan tindak lanjut Mou itu. Dalam pelaksanaannya nanti, kedua pemda akan menyerahkannya pada BUMD masing-masing: PD Pasar Jaya (Jakarta) dan PT Wahana Raharja (Lampung).

Selain sapi, ayam juga diincar Jokowi. Setelah mendarat dengan Garuda kelas ekonomi di Bandar Udara Radin Inten II, Bandar Lampung, pukul 06.30 WIB, lalu sarapan di Pendopo Gubernuran, Jokowi langsung meninjau peternakan ayam di Kecamatan Tegineneng. Tapi, obyek kunjungan pertama Jokowi ini bukan berada di Lampung Selatan, melainkan berada di kabupaten tetangga: Kabupatean Pesawaran. Menurut Ketua Asosiasi Peternakan Ayam Ras Lampung Agus Hidayat, produksi ayam Lampung mencapai 13,5 juta ekor per bulan. Dari jumlah itu, 30 persen di antaranya didistribusikan ke Jakarta.

So, kapan Jakarta akan semakin kebanjiran komoditas agribisnis dari Lampung tadi? Entahlah. Jokowi tak cerita soal jadwal pelaksanaan kerjasama dengan Lampung. Yang pasti, yang bakal jadi pemasok daging sapi ke Jakarta --70 persen daging sapi di Indonesia dikonsumsi Jakarta-- bukan cuma Lampung atau Lampung Selatan saja. Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Februari lalu, untuk kesekian kalinya, kembali berdiskusi dengan Jokowi soal pasokan sapi. Sama halnya dengan di Lampung, di NTT --juga di Cianjur, Bogor, Aceh Besar, dll-- pun banyak peternakan yang menggemukkan sapi Australia. Jadi, siapa yang akhirnya untung? Ya, Australia.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan
Jl. Zainal Abidin Pagaralam No.1
Kecamatan Kalianda
Kabupaten Lampung Selatan
Provinsi Lampung

Tel: 0727-321178

Website: www.lampungselatankab.go.id



PT Juang Jaya Abadi Alam
Jl. Raya Trans Sumatra Km 40
Kecamatan Sidomulyo
Kabupaten Lampung Selatan
Provinsi Lampung

Tel: 0721-7693061
Fax: 0721-7693049

Website: www.jjaaindo.co.id
Kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan:
  1. Natar
  2. Jati Agung
  3. Tanjung Bintang
  4. Tanjung Sari
  5. Katibung
  6. Merbau Mataram
  7. Way Sulan
  8. Sidomulyo
  9. Candipuro
  10. Way Panji
  11. Kalianda
  12. Rajabasa
  13. Palas
  14. Sragi
  15. Penengahan
  16. Ketapang
  17. Bakauheni