Indonesia meets Google Places and Facebook Places
PLTU Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan
Senin, 14 April 2014 20:11:20
photo: PLN Star
Kursi legislatif itu bergelimang uang. Hari ini, Senin, 14 April 2014, Majelis Hakim Tipikor Jakarta kembali membuktikannya. Mereka menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta kepada Izedrik Emir Moeis, anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan, karena terlibat korupsi proyek pembangunan PLTU Tarahan: pembangkit listrik tenaga batubara di tepian Samudera Indonesia, di Kabupaten Lampung Selatan. Uang yang diterima mantan ketua Komisi XI itu mencapai 357.000 dollar AS. Uang itu diterimanya lewat perusahaan milik anaknya: PT Arta Nusantara Utama.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan sendiri, yang berada di Jalan Lintas Sumatera, sekitar 15 kilometer dari kota Bandar Lampung, sudah beroperasi sejak 2007. Presiden SBY meresmikannya di Istana Negara pada 20 Agustus 2007, bersama sejumlah proyek lainnya. PLTU Tarahan ini, yang berkapasitas 2x100 MW, merupakan bagian dari proram percepatan pembangunan pembanglit listrik 10.000 MW yang dicanangkan di era Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla.

PLTU Tarahan terdiri dari 2 unit pembangkit: Unit 3 dan Unit 4. Biaya pembangunannya mencapai 6,41 milyar yen, atau 176,97 dolar AS, atau Rp 595.100.000.000. Pembiayaan menggunakan dana pinjaman dari Jepang (Japan Bank for International Cooperation - JBIC). Pemerintah Indonesia menyediakan dana pendamping sebesar Rp 332,85 miliar. Dana pembangunan itu tidak termasuk biaya pembebasan lahan PLTU, yang luasnya mencapai 62,4 hektar di Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Desa Rangai Tri Tunggal merupakan nama baru untuk Desa Tarahan.

Kisah korupsi Emir Moeis dimulai ketika PT PLN (persero) menggelar seleksi pra-kualifiakasi pembangunan PLTU Tarahan pada 28 Juni 2001. Konsorsium Alstom Power Inc, yang terdiri dari Alstom Power Inc AS, Marubeni Corp Jepang, dan Alstom Power Energy System Indonesia (ESI), ikut sebagai salah satu peserta lelang. Tiga bulan kemudian, konsorsium ini diumumkan lolos seleksi. Selanjutnya, para petinggi konsorsium pun melobi Emir Moeis agar kelak bisa menjadi pemenang lelang pembangunannya. Dan akhirnya, 6 Mei 2004, Alstom Power Inc dkk ditetapkan sebagai pemenang lelang. Pembangunan kedua pembangkit itu pun kemudian benar-benar dilakukan dan selesai pada 2007.

PLTU Tarahan Unit 3 dan 4 dikelola oleh PLN Star, singkatan bagi PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Tarahan. PLN Star ini merupakan unit kerja dari PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (Kitsbs). Teknolog PLTU yang dipakai di sana konon teknologi pembangkit listrik tenaga batubara yang bersahabat dengan lingkungan: Boiler CFB (Circulating Fluidized Bed). Batubaranya menggunakan batubara berkalori rendah. Punya terminal batubara? Tidak perlu. Kebetulan, lokasi PLTU berdekatan dengan pelabuhan batubara dan lapangan penumpukan batubara milik PT Bukit Asam Tbk (persero). Jadi, batubara cukup dikirim via conveyor belt ke lokasi tangki penimbun PLTU Tarahan.
PLTU Tarahan - Unit 3 dan 4
PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Tarahan - PLN Star
Desa Rangai Tri Tunggal
Kecamatan Katibung
Kabupaten Lampung Selatan
Provinsi Lampung


PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (Kitsbs)
Jl. Demang Lebar Daun No. 375
Palembang
Sumatera Selatan

Website: www.pln.co.id/kitsbs/


Notes: Google belum punya citra satelit yang cantik untuk kawasan PLTU Tarahan. Untungnya, Nokia (Here.com) sudah punya. Silakan lihat dengan mengklik thumbnail di atas, atau datang langsung ke http://her.is/LCkUN
Dalam konteks program percepatan pembangunan listrik 10.000 MW, Kabupaten Lampung Selatan menjadi tuan rumah 6 pembangkit. Dua pembangkit dibangun dengan label PLTU Lampung 1 dan 2. Yang dua lagi, yang telah diceritakan di atas, adalah PLTU Tarahan 3 dan 4. Dan yang lebih baru lagi, adalah PLTU Tarahan Baru 5 dan 6.

Dari ketiga PLTU itu, yang lebih dulu hadir adalah PLTU Tarahan 3 dan 4, yang resmi beroperasi pada 2007. Konstruksi PLTU ini dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk (persero). Adapun PLTU Lampung 1 dan 2, yang kapasitasnya sama dengan PLTU Tarahan (2x100MW), mulai dibangun pada Maret 2008 dan beroperasi pada April 2013. Lokasinya tak jauh dari PLTU Tarahan, hanya beda desa, yakni di Dusun Sebalang, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung. Sesuai lokasinya, PLTU ini sekarang bernama resmi PLTU Sebalang.

Kontraktor yang kebagian membangun PLTU SEbalang juga PT Adhi Karya Tbk (persero). Perusahaan ini juga yang menjadi kontraktor pembangunan PLTU Lampung Unit 5 dan 6 alias PLTU Tarahan Baru. Lokasinya berada di area PLTU Tarahan. PLTU Tarahan Baru diproyeksikan bakal beroperasi pada 2015.

Sebelum era PLTU, Tarahan sudah dipadati pembangkit listrik lain: yakni PLTG Tarahan yang berkapasitas 16 MW dan PLTD Tarahan yang berkapasitas 30 MW. Pembangkit lain yang tersebar di provinsi Lampung antara lain PLTA Waybesai (90 MW), PLTA Batutegi (25 MW), PLTP Ulubelu (105 MW), dan PLTD Sewa 78 MW.