Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pondok Pesantren An-Nur 2, Bululawang, Kabupaten Malang
Senin, 31 Juli 2017 09:44:24
photo: pesantren an-nur 2 / google street view
Mau kaya? Jadi miliarder? Jadilah pengasuh pondok pesantren. Drs H Hairuddin, alias Gus Din, bisa jadi bukti. Pengasuh dan pendidik Pondok Pesantren An-Nur 2, Bululawang, Kabupaten Malang, punya kekayaan Rp 45,37 miliar. Angka ini tertuang dalam LHKPN yang disetorkannya saat mencalonkan diri jadi Walikota Batu pada pilkada Februari 2017. Kekayaannya 2 kali lipat dari Dewanti Rumpoko, istri Walikota Batu Eddy Rumpoko yang akhirnya menang pilkada, yang hartanya Rp 23,58 miliar. Semua itu dari kerjanya di pesantren yang batal dikunjungi Presiden Jokowi awal Juni lalu?

Gus Din, dalam LHKPN (laporan harta kekayaaan penyelenggara negara) yang diserahkan ke KPU Kota Batu, menyebut harta kekayaan sebesar Rp 53,19 miliar. Dikurangi hutang senilai Rp 7,81 miliar, maka total harga kekayaannya menjadi Rp 45,37 miliar. Rinciannya, antara lain, ia punya harta tak bergerak berupa 26 bidang tanah dan bangunan bernilai Rp 40,43 miliar. Juga ada harta bergerak yang berupa alat transoportasi senilai Rp 1,15 miliar. Wujudnya antara lain Mercedes Benz keluaran 2011 seharga Rp 200 juta dan Toyota Alphard keluaran 2007 seharga Rp 300 juta. Kekayaan lainnya yang besar adalah surat berharga senilai Rp 11,10 miliar. Kekayaanya yang banyak itu belakangan terbukti tidak bisa mengantar kyai yang tinggal di Perum Mojorejo, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, ini menjadi orang nomor 1 di Kota Batu. Ia harus rela Kota Batu kelak dipimpin istri Eddy Rumpoko, walikota yang sudah memimpin Kota Batu selama dua periode dan akan tuntas Desember mendatang.

LHKPN tak cerita dari mana kekayaan Gus Din berasal. Jadi tak diketahui apakah ia jadi kaya karena mengasuh pesantren atau karena punya usaha yang sukses. Berbagai media pun jarang menyinggung bisnis Gus Din. Yang jelas, dalam biodata yang ada di website kampanyenya, Batu Bahagia (Batu yang Barokah, Harmonis, Gigih, Amanah), selain jadi pengasuh dan pendidik Pondok Pesantren An-Nur 2, Gus Din juga mengaku sebagai pengusaha. Perusahaan miliknya antara lain PT Sinar 99, CV Empat Bersaudara, dan Poultry Kandang Padi. Juga, sibuk menjadi pengurush sejumlah asosiasi bisnis. Anara lain di Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi), APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), Foker Kopontre (Forum Kerjasama Koperasi Pondok Pesantren), dan PKPTRI (Persatuan Koperasi Primer Tebu Rakyat Indonesia). Di organisasi keagamaan, Gus DIn menjabat sebagai Wakil Ketua PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang.

Pondok Pesantren An-Nur 2, yang punya nama lengkap Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murthado, terbilang pondok pesantren penting di Jawa Timur. Tak cuma dari segi pendidikan Islam, tapi juga dari segi politik. Di pesantren inilah, pada 11 Juni 2014, berkumpul lebih dari 500 kyai dan ulama se-Jawa Timur, yang mendeklarasikan dan membacakan sumpah dukungan politik bagi pasangan Jokowi-JK pada Pemilihan Presiden 9 Juli 2014. Jokowi dan JK tak hadir pada deklarasi itu. Sumpah para kyai dan ulama itu diterima Aksa Mahmud, ketua tim sekretariat pemenangan nasional Jokowi-JK, yang juga adik ipar JK. Pasangan Jokowi-JK akhirnya memang menang. Dan seperti biasa, setelah jadi presiden, Jokowi jadi sering bertamu ke berbagai pesantren di Jatim. Termasuk pada 3 Juni 2017 lalu, ketika ia dijadwalkan meresmikan Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning (STIKK) di Pondok Pesantren An-Nur 2. Karena waktu mepet, Jokowi akhirnya membatalkan kunjungan ke pesantren Gus Din.

Mungkin tak enak hati, dua pekan lalu, 16 Juli 2017, Jokowi akhirnya mengutus Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untung datang ke Pondok Pesantren An-Nur 2. Di sana, dengan didampingi Pangdam V / Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Panglima TNI bicara soal 'santri harus siap perang' di hadapan 7.000 santri dan 2.000 ribu alumni Pondok Pesantren An-Nur 2. Tak lupa pula, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meresmikan Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning. Khusus soal pendidikan, sebenarnya bukan baru kali ini Jokowi mengirimkan anak buahnya. Pada 4 April 2017, Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendy juga sudah datang ke sana untuk meninjau SMK Berbasis Pesantren An-Nur, yang masih jadi bagian dari keluarga besar Pondok Pensantren An-Nur.
Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadho
Jl. Raya Bululawang
Desa Krebet Senggrong
Kecamatan Bululawang
Kabupaten Malang
Jawa Timur

Tel: 0341-362235, 833463

Website: www.annur2.net

Link:
Pondok Pesantren An-Nur 1 - www.annur1.ac.id
Pondok Pesantren An-Nur 3 Murah Banyu - www.annur3murahbanyu.org
SMP An-Nur Bululawang - www.smpannur.sch.id
MTs An-Nur Bululawang - www.annurmtsbululawang.sch.id
MAN An-Nur Bululawang - www.manbula.sch.id
SMA An-Nur Bululawang - www.smasannurbululawang.sch.id
Batu Bahagia - www.batugusdin.com
Pondok Pesantren An-Nur 2 merupakan pesantren yang didirikan KH Mohammad Badruddin Anwar pada 26 Agustus 1979. Beliau adalah putra dari KH Muhammad Anwar bin H Nuruddin: kyai yang mendirikan Pondok Pesantren An-Nur 1 pada tahun 1940. Nama An-Nur dalam bahasa Arab berarti 'cahaya'. Tapi dalam konteks sang pesantren, nama itu merupakan singkatan dari nama sang pendiri Anwar, dan nama ayahnya Nuruddin. Pondok Pesantren An-Nur 1 lokasinya tak jauh dari Pondok Pesantren An-Nur 2, di sebelah utara, di Jalan Diponegoro IV. Tapi tidak seperti adiknya, lokasi sang kakak tidak berada di tepi jalan raya. Mungkin karena itu sang adik, Pondok Pesantren An-Nur 2, bisa tampil lebih mencolok. Juga lebih cantik dari Pondok Pesantren An-Nur 3 Murah Banyu yang hadir pada 1984.

KH Muhammad Anwar bin H Nuruddin, yang biasa dikenal dengan nama pendek KH Anwar Nur, sudah berpulang pada 1992. Awal tahun ini, 28 Februari 2017, KH Mohammad Badruddin Anwar, atau yang biasa dikenal dengan nama KH Badruddin Anwar, pendiri dan pemimpin Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadho, menyusul ayahandanya. Sekarang kepemimpinan pesantren dipegang oleh KH Dr Fathul Bari SS, MPd.I, alias Gus Fathul, anak ke-tiga dari Hj Ummi Kultsum: istri ke-dua dari 3 istri KH Badruddin Anwar.

Lantas, Gus Din, calon walikota Batu yang gagal, apa hubungannya dengan sang pendiri pesantren? Gus Din tak lain adalah menantu KH Badruddin Anwar. Ia suami Hj Muyassaroh, yang juga anak Hj Ummi Kulsum, alias kakak Gus Fathul. Di Pondok Pesantren An-Nur 2, selain sebagai pengajar, ia duduk sebagai anggota Majelis Keluarga. Adapun istrinya, Hj Muyassaroh, dikenali sebagai pemilik SPBU 5465137 yang jaraknya hanya seratus meter dari gerbang Pondok Pesantren An-Nur 2. Di area SPBU itu juga hadir Kopontren An-Nur 2 yang dikelola Gus Din.

Pondok Pesantren An-Nur 2 menjalankan sistem pendidikan klasik khas NU dan sistem pendidikan modern. Jenjang pendidikan formalnya mulai Madrasah Ibtidaiyah (setara SD), Madrasah Tsanawiyah (setara SMP), SMP, Madrasah Aliyah (setara SMA), SMA, SMK, sampai ke perguruan tinggi (STIKK). Uniknya, meski pesantrennya ada 3, untuk urusan pendidikan formal ketiga pesantren itu saling mendayagunakan sekolah formal yang ada. Alias tidak setiap pesantren mengembangkan sekolah formal sendiri-sendiri. Lokasi berbagai sekolah formal tadi pun tersebar di area ketiga pesantren dan di daerah sekitarnya.