Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kabupaten Tegal

Rabu, 06 Juni 2018 20:14:42
photo: kantor bupati tegal / google street view

Kabupaten Tegal itu kabupaten rongsok. Bupatinya pun sampah. Tak perlu tersinggung dengan dua kalimat tadi. Bupati Tegal sendiri, Ki Enthus Susmono, yang bilang begitu. Atau lebih tepatnya lagi, almarhum Bupati Tegal Ki Enthus Susmono, yang baru saja berpulang pada 14 Mei 2018. Kalau kalimatnya terasa nyleneh, itu tak lain karena sebelum menjadi bupati, beliau memang kondang sebagai dalang yang nyeleneh, humoris, dan suka menciptakan wayang-wayang yang aneh. Kalau rongsokan dan sampah jadi acuan, itu karena menjelang jadi bupati ia berbisnis rongsokan bernilai miliaran.

Kalimat canda tadi diutarakan Ki Enthus, panggilan singkatnya, setelah menang Pilkada Kabupaten Tegal yang digelar pada 23 Oktober 2013 dan diumumkan hasilnya pada 3 November 2013. Tentang mengapa ia menerjuni bisnis sampah dan rongsokan, Ki Enthus cerita kalau itu pelajaran yang ia petik saat 2,5 bulan meringkuk di penjara LP Slawi, gara-gara terlibat aksi pengrusakan kantor Radio Citra Pertiwi FM, Slawi, dalam kaitannya dengan pilkada sebelumnya. Pada pilkada itu, ia tak jadi calon. Ia sekedar jadi ''juru bicara'' tiga pasangan kandidat yang kalah, yang kebetulan salah satu aksi protes massalnya berbuntut pengrusakan.

Selama tiga tahun sekeluar penjara, hingga saat pencoblosan Pilkada 2013, dari bisnis memulung sampah berupa botol air mineral, Ki Enthus mengaku bisa mengantongi pendapatan Rp 1 miliar. Uang itu lantas dipakai untuk membayar saksi di berbagagi TPS. Setelah menang, ia pun lantas berniat menjadikan 'bank sampah' menjadi bisnis bagi setiap desa di Kabupaten Tegal (281 desa dan 6 kelurahan) , seperti yang sudah dilakukan di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Tak lupa ia bercerita kalau ia juga sudah menyumbangkan mesin pengolah sampah ke LP Slawi agar rekan-rekan napi bisa menafkahi keluarga dari balik penjara. Rata-rata para napi pengolah sampah bisa memperoleh Rp 200 ribu per bulan.

Ki Enthus Susmono, dan pasanganannya Umi Azizah, dilantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 8 Januari 2014, sebagai Bupati dan Wakil BUpati Tegal periode 2014-1019. Saat pelantikan, rambutnya yang gondrong sudah tak terlihat lagi. Itu karena ia sudah potong rambut sebelum memulai kampanye. Meski begitu, saat dilantik, ia menggunakan tutup kepala dobel. Di balik topi khas walikota, ia masih menggunakan ikat kepala (ukel) khas dirinya sebagai dalang. Saat ramah-tamah usai pelantikan, Gubernur Ganjar bercanda dengan meminta Ki Enthus mencopot topi, demi melihat sosoknya sebagai dalang berbaju dinas bupati. Saat diminta memberi sambutan, Ki Enthus membalas dengan pujian kepada Gubernur Gajah, yang disebutnya sudah hebat karena di usia 45 tahun sudah meninggalkan ilmu hitam. ''Lihat saja rambutnya, sudah putih semua,'' bilang Ki Enthus, yang saat dilantik berusia 48 tahun.

Perjalanan Ki Enthus sebagai bupati kelihatannya lancar-lancar saja. Program bank sampahnya berjalan dan diramaikan keterlibatan sejumlah LSM, termasuk Rumah Zakat. Meski begitu, Kementerian Lingkungan Hidup RI agak malas mencatat aktivitas bank sampah di Kabupaten Tegal karena sampai sekarang Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional hanya mencatat kehadiran 1 bank sampah saja: Bank Sampah Puspa Lestari. Program lain yang dijalankannya antara lain peternakan burung Hantu, pelantikan PNS di kuburan, dan pelantikan pejabat eselon II di LP Tegal Andong. Juga, ia ingin mengganti nama kabupatennya menjadi Tegal Hadiningrat, agar bernuasa Keraton Solo. Bisnis pribadinya sebagai dalang pun terus berjalan, walau hanya di akhir pekan. Tentang alasan masih mendalang, ia bilang karena tanggungannya banyak: punya anak buah 170 orang, baik di rombongan wayang, di sawah, maupun yang mengelola sampah. ''Kalau cuma mengandalkan gaji (bupati) yang Rp 6.300.000, ya nggak cukup,’’ terang Ki Enthus.

Januari 2019 mendatang, masa jabatan Bupati Enthus Susmono berakhir. Yakin dirinya layak untuk terus memimpin, dan dengan tetap menggandeng Umi Azizah, Ki Enthus mencalonkan diri untuk bertarung di Pilkada Serentak Juni mendatang. Berawal dari mendaftar ke sekretariat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada 15 September 2017, Ki Enthus akhirnya mendaftar resmi ke KPU Kabupaten Tegal pada 10 Januari 2018, dengan didukung PKB, Gerindra, PKS, PAN, dan Hanura. Kedua pasangan ini kemudian resmi cuti kampanye mulai 15 Febuari hingga 23 Juni 2018. Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di Kabupaten Tegal, Kementerian Dalam Negeri menunjuk Kepala Satpol PP Pempro Jatieng Sinung Nugroho Rahmadi menjadi Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tegal.

Di musim kampanye ini, tanpa angin tanpa hujan, Senin 14 Mei 2018, mendadak Ki Enthus Susmono meninggal dunia, akibat serangan jantung. Kabupaten Tegal berduka. Indonesia berbela sungkawa kehilangan dalang top kelahiran 21 Juni 1966 ini. ''Beliau orangnya berani. Suka ceplas-ceplos. Tapi maksud hatinya baik. Saya merasa kehilangan dan mendoakan agar khusnul khotimah,'' kenang Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Bos Jawa Pos, Dahlan Iskan, yang dekat dengan Ki Enthus, shock mendengar kabar itu, karena telat tahu, dan terlebih karena menonton video kondisi terakhir almarhum: nafas tersengal-sengal, bicara terbata-bata, lalu terkulai. ''Kok tak ada yang memanggil dokter. Malah divideoin,'' tanya Dahlan. Untunglah, mantan Menteri BUMN ini segera memperoleh klarifikasi: bupati Tegal pada video itu adalah Pjs Bupati Sinung Nugroho Rahmadi, yang pada hari yang sama, sedang kesurupan setelah nyadran menyongsong puasa di makam Ki Gede Sebayu, tokoh pendiri Tegal. Juga dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Tegal pada 18 Mei 2018.

Ki Enthus berpulang, paket calon Bupati dan Wakil Bupati untuk pilkada serentak harus terus berjalan. Pada 18 Mei 2018, partai pengusungnya sepakat menjadikan calon wakil bupati, Umi Azizah sebagai calon bupati menggantikan Ki Enthus. Sebagai calon wakil bupati dipilih Sabililah Ardie, putra Bahrudin Nasori, anggota DPR-RI selama 3 periode, dan pengurus Dewan Pimpinan Pusat PKB. Pada 25 Mei 2018, sehari setelah disahkan pencalonannya oleh KPU Kabupaten Tegal, Sabilillah Ardie langsung syukuran, menyantuni anak yatim, dan --dengan diampingi ayahnya-- bersilaturahmi ke KH Dimyati Rois di Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Tokoh terakhir ini tak lain adalah Ketua Dewan Syura DPP PKB.

Pilkada Serentak, 28 Juni 2018, sudah semakin dekat. Hasilnya kita lihat saja nanti. Lantas, pasca pilkada, dan setelah cuti pilkada Ki Enthus dan Umi Azizah berakhir, siapa yang bakal memimpin Kabupaten Tegal hingga masa bakti almarhum Ki Enthus berakhir pada 8 Januari 2019? Tentang hal ini, Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko --yang menjabat karena Gubernur Ganjar Pranowo juga cuti pilkada-- bilang bahwa Umi Azizah seusai cuti akan otomatis jadi Plt Bupati Kabupaten Tegal, karena Ki Enthus berhalangan tetap. Dan jika DPRD Kabupaten Tegal menghendaki, status Plt Bupati Tegal bisa diproses menjadi Bupati pada periode kepemimpinan yang hanya tersisa 6 bulan.

Peta & Citra Satelit

Kantor Bupati Tegal

Pemerintah Kabupaten Tegal
Jl. Dr Soetomo No. 1
Desa Dukuhwringin
Kecamatan Slawi
Kabupaten Tegal
Jawa Tengah


Tel: 0283-491764

Website: www.tegalkab.go.id

Kecamatan di Kabupaten Tegal

Kecamatan di Kabupaten Tegal:
1. Adiwerna
2. Balapulang
3. Bojong
4. Bumijawa
5. Dukuhturi
6. Dukuhwaru
7. Jatinegara
8. Kedungbanteng
9. Kramat
10. Lebaksiu
11. Margasari
12. Pagerbarang
13. Pangkah
14. Slawi
15. Suradadi
16. Talang
17. Tarub
18. Warureja