Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Thian Hock Keng Temple, Telok Ayer, Singapura
Kamis, 23 Februari 2012 18:47:06
photo: jobojero/indoplaces
Thian Hock Keng merupakan salah satu kuil tertua di Singapura. Kuil yang mulai dibangun pada 1839 oleh klan Hokkien (Hokkian) ini, yang di sini sering disebut sebagai klannya Lim Sioe Liong, merupakan simbol terima kasih kepada Dewa Laut (Ma Zu), karena telah mengantar mereka dengan selamat ke Singapura. Pembangunan kuil selesai pada 1842.

Bangunan kuil berarsitektur Cina Selatan ini dipandang istimewa karena dibuat tanpa paku sama sekali. Konstruksinya dibuat dari paduan kayu dan batu, sementar dindingnya dihiasi dengan aneka marmer dan pahatan kayu. Ornamen dalamnya didominasi oleh patung dan relief naga serta burung phoenix.

Oleh pemerintah Singapura, pada 1973 Thian Hock Keng dinobatkan sebagai salah satu monumen nasional. Tak lama setelah rampung direstorasi besar-besaran pada 2000, UNESCO pun memberinya anugerah Asia-Pacific Heritage 2001 Awards for Culture Heritage.

Dulu kuil ini dibangun menghadap Telok Ayer Street. Sekarang bagian belakangnya juga terbuka ke Amoy Street.
Thian Hock Keng
Telok Ayer Street No. 158
Singapore - 068613

Tel: 64234616
Fax: 64234626

Website: www.thianhockkeng.com.sg
Kabarnya, sebagai kuil terima kasih kepada dewa laut Ma Zu, kuil ini dulu dibangun di tepian pantai Singapura. Namun karena pemerintah Singapura punya hobi menguruk laut, lama kelamaan lokasinya jadi semakin jauh dari pantai. Sekarang, dari air pantai terdekat, jaraknya sekitar 1 kilometer.
Tak cuma berfungsi sebagai kuil, dulunya Thian Hock Keng juga didayagunakan sebagai balai pertemuan bagi keluarga besar Hokkian, untuk merapatkan berbagai masalah komunitas mereka. Mereka pun kemudian membentuk Asosiasi Klan Hokkian (Hokkien Huay Guan) dan kuil Thian Hock Keng dijadikan pula sebagai markas. Baru belakangan Hokkien Huay Guan keluar dari kuil dan menempati markas barunya di seberang kuil.
Peran kontemporer kuil Thian Hock Keng sekarang adalah sebagai simbol bagi jiwa sosial para imigran Hokkian yang sukses, dan yang peduli pada nasib sesama migran asal Hokkian lainnya.
Kuil Thian Hock Keng dibangun 20 tahun setelah Gubernur Jenderal Inggris Sir Thomas Stamford Raffles memproklamirkan Singapura sebagai pelabuhan dagang Inggris pada 1819. Pendirian pelabuhan Singapura itu dilakukannya setelah hengkang dari Indonesia pada 1816 dan menyerahkan 'wilayah Indonesia' ke VOC. Selagi di Indonesia, pada 1814, Raffles sempat menemukan Candi Borobudur. Borobudur sendiri dibangun pada akhir abad ke-9.