Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Solaria, Metropolitan Mall Cileungsi, Kabupaten Bogor
Selasa, 02 Agustus 2016 15:51:29
photo: che/indoplaces
Solaria termasuk rombongan awal outlet yang buka saat Metropolitan Mall Cileungsi resmi beroperasi awal Mei 2016 lalu. Ada yang baru di restoran ini? Soal menu, entahlah. Soal kehalalan? Sejak 2013, setelah Solaria bikin heboh soal kehalalannya, pertanyaan yang satu ini selalu terngiang jika melihat restoran Solaria. Walhasil, website LPPOM-MUI pun jadi pilihan untuk diintip. Setelah men-search dan browse, Solaria Restoran di Metropolitan Mall Cileungsi kelihatannya memang belum masuk ke dalam daftar 230 nama Solaria yang muncul. Mungkin masih sedang diproses. Sementara 3 outlet Solaria yang jadi tetangga terdekatnya sudah masuk daftar: Solaria Mal Ciputra Cibubur, Solaria Plaza Cibubur, dan Solaria Cibubur Junction.

Solaria Restoran --bukan Restoran Solaria-- merupakan sebutan yang dipakai dalam 'Daftar Produk' halal di website Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika MUI (LPPOM MUI: www.halalmui.org dan www.e-lppommui.org). Dari daftar 230 nama Solaria, 3 diantaranya merupakan produk sungguhan: Sambal Kasar Solaria, Saus Tomat Solaria, dan To-Sol Solaria Saus Tomat. Ketiganya dibuat oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Tak diketahui apakah ketiganya dibuat untuk Solaria Restoran. Adapun 227 nama Solaria lainnya merujuk ke masing-masing outlet fisik Solaria Restoran, seperti nama 3 outlet yang tadi sudah disebut.

Dari data LPPOM-MUI bisa terbaca pula bahwa perusahaan yang mengelola Solaria belum berbadan hukum, tak seperti yang biasa kita simak di berbagai media dan skripsi: PT Solaria, PT Sinar Solaria, dan lain-lain. Dan tak cuma satu, tapi ada tiga perusahaan non-badan hukum yang menerima sertifikat halal untuk Solaria Restoran: CV Cahaya Solaria, CV Sinar Solaria, dan CV Nusa Prima Pangan. Mengapa tak berbadan hukum perseroan terbatas (PT)? Ya tidak tahu. Tapi kalau mau mengecek ke Ditjen AHU Kementrian Hukum dan HAM ( www.ahu.go.id ), sekarang sudah ada nama PT Nusa Prima Pangan. Tapi tak diketahui apakah ini nama baru bagi CV Nusa Prima Pangan atau bukan.

Awal Januari 2016, bos dan pendiri Solaria, Aliuyanto, SE diminta almamaternya untuk memberi pembekalan kepada 1.079 mahasiswa pascasarjana yang akan diwisuda. Almamaternya tak lain Universitas Gadjah Mada dan ia tamat dari Fakultas Ekonomi pada 1985. Kepada para juniornya ia bercerita kalau ia dulu tak hobi masak, tapi nekat memulai bisnis Solaria pada 1991, dan meninggalkan pekerjaan bergaji bagus yang sudah ia jalani selama 5 tahun. Solaria baru mulai benar-benar dikenal orang, kata Aliuyanto, pada 1995. Sejak itu, usaha restorannya pun terus berkembang dan sekarang sudah punya sekitar 200 outlet yang tersebar di 55 kota, 31 provinsi.
Solaria Restoran
Metropolitan Mall Cileungsi
Perumahan Metland Transyogie
Desa Cileungsi Kidul
Kecamatan Cileungsi
Kabupaten Bogor
Jawa Barat
Solaria Restoran atau Restoran Solaria memang belum berbadan hukum. Tapi untuk salah satu bisnisnya yang lain, bos Solaria Aliuyanto SE memilih untuk membuatkan badan hukum perseroan terbatas. PT Nusa Agro Mandiri, namanya. Bisnis yang dijalani perusahaan ini terbilang super serius: ikut menggarap Kawasan Pangan Skala Luas Terpadu Delta Kayan, alias Delta Kayan Food Estate, di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Perusahaan lain yang ikut mengerjakan proyek ambisius Pemerintah Provinsi Kaltim ini, yang menyediakan lahan food estate seluas 225 ribu hektar (30 ribu hektar di antaranya di Kabupaten Bulungan), adalah PT Agro Mandiri Kencana (Miwon Indonesia Group) dan PT Sang Hyang Seri (persero).

Pada proyek Delta Kayan Food Estate itu, yang diluncurkan secara resmi pada September 2011, perusahaan Aliuyanto mendapat hak konsesi lahan seluas 1.980 hektar (HGU), yang akan ditanami kedelai dan padi. Areal bagi PT Agro Mandiri Kencana lebih besar lagi: 3.245 hektar, yang akan ditanami Jagung. PT Sang Hyang Seri (persero) mendapat area garapan 3.000 hektar yang akan ditanami padi dan mengembangkan bibit padi. Dari ketiganya, yang akhirnya benar-benar jalan ternyata hanya PT Nusa Agro Mandiri (yang kadang disebut sebagai Solaria Group). Mulai menanam padi pada 13 Februari 2012, Aliuyanto mengabarkan kalau pada 3 Juni 2012 perusahaannya mulai melakukan panen padi di sebagian lahan konsesinya. Gubernur Kalim Awang Faruq Ishak ikut melakukan panen padi di 74 petak sawah PT Nusa Agro Mandiri yang luasnya mencapai 40 hektar.

Setahun kemudian, kembali terdengar kabar kalau PT Nusa Agro Mandiri menggelar panen padi pada 15 Juni 2013. Hasil panennya jauh lebih bagus. Kalau tahun sebelumnya hanya memperoleh 1,5 ton beras per hektar, panen kali itu bisa mencapai 5 ton per hektar. ''Panen ini sekaligus membuktikan bahwa perlahan namun pasti, program pengembangan kawasan food and rice estate telah berjalan dengan baik. Hari ini saya ingin mengatakan kepada semua pihak yang masih meragukan kerja besar ini, bahwa program food estate di Kaltim, khususnya di Kabupaten Bulungan tidak jalan di tempat atau mandeg,'' kata Bupati Bulungan Budiman Arifin, usai panen padi di lahan PT Nusa Agro Mandiri di Desa Salim Batu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan.

Padi yang ditanam PT Nusa Agro Mandiri adalah IR 64. Di pasaran, beras yang dihasilkannya biasa dikenal dengan beras Setra Ramos, beras kelas menangah yang banyak dikonsumsi orang. Berapa total hasil panen Juni 2013 itu, tak ada ceritanya. Meski begitu Aliuyanto bilang kalau saat itu perusahaanya baru mengembangkan 150 hektar lahan yang jadi hak konsesinya. Pada musim tanam berikutnya, ia berniat menambah area tanam sekitar 300 hektar lagi.

Sekarang sudah meluas lagi menjadi berapa hektar? Belum ada kabar lebih mutakhir. Yang jelas, Kabupaten Bulungan sekarang sudah tidak menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan Timur. Dia sekarang bergabung dengan Provinsi Kalimantan Utara. Meski begitu, proyek Delta Kayan Food Estate masih dilanjutkan. Dan kalau diminta mereview, akhir tahun lalu, Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setprov Kaltara Risdianto bilang: ''Saya menilai food estate belum berhasil. Tak ada hasil yang maksimal.''
Tetangga TerdekatKm
Solaria, Metropolitan Mall Cileungsi, Kabupaten Bogor 0,000
Giordano, Metropolitan Mall Cileungsi 0,036
Metropolitan Mall Cileungsi, Kabupaten Bogor 0,038
Gokana, Metropolitan Mall Cileungsi, Kabupaten Bogor 0,054
Hammer, Metropolitan Mall Cileungsi 0,058
Matahari Department Store, Metropolitan Mall Cileungsi 0,074
Steak 21, Metropolitan Mall Cileungsi, Kabupaten Bogor 0,086
Metropolitan Futsal, Metland Transyogi 0,133
Metland Transyogi, Bye bye Kota Taman Metropolitan 0,273
Sarana Sumber Baut 0,285
Sakura, School of Music & Art 0,299
Metland Transyogi Sportclub, Cileungsi 0,315
RM Padang Cahaya Baru, Metland Transyogi 0,421
Dari Taman Cileungsi ke Metland Cileungsi 0,483
Suga Chicken, Agus Chicken 0,484
Hotel di Cileungsi
Mekarsari Indah Hotel
Sinar Mutiara Hotel, Cileungsi
Hotel Wisata
Hotel Pondok Mawar
Hotel Genggong 2, Cileungsi
Berita Cileungsi
Metland Resmikan Metropolitan Mall Cileungsi bersama Matahari
Matahari Department Store Hadir di Metropolitan Mall Cileungsi
Metland Pastikan Mal MM Cileungsi Beroperasi Pertengahan 2016
Menteri Agraria: Garuda Raksasa Bagian Persiapan Ibukota Pindah ke Jonggol
Metropolitan Mall Cileungsi Mulai Dibangun
Pemkab Bogor Beri Ultimatum Harvest City
Setelah Ludes Terbakar, Pasar Cileungsi Dibangun Lagi
Holcim Buka Layanan Pengadaan Rumah Ramah Lingkungan
HBC Buka Outlet di Cileungsi
Pasar Cileungsi Terbakar