Satu Indonesia, Berjuta Placesnya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Wisma Korindo, Pancoran, Jakarta Selatan

Jumat, 21 Desember 2018 15:51:26
photo: wisma korindo / indoplaces

Tak kurang dari 570.000 meter kubik plywood (kayu lapis) dihasilkan Korindo Group dari 20 jalur produksinya di Balikpapan, Pangkalan Bun, dan Asiki. Klaim angka produksi ini sampai sekarang masih terpampang di website Korindo Group, kelompok usaha berdarah Korea Selatan yang bermarkas di Wisma Korindo, Jakarta Selatan. Kelak angka itu pasti bakal dikoreksi. Soalnya, pabriknya yang ada di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringain Barat, yang dikelola PT Korindo Aria Bima Sari, yang jadi pabrik kayu lapis terbesar di Kalimantan Tengah, baru saja tutup pada Oktober 2018.

Kabar pabrik kayu lapis berhenti beroperasi tentu tak mengherankan, karena semua orang tahu industri perkayuan memang industri yang terus surut. Meski begitu, penutupan pabrik pada 21 Oktober 2018 itu tetap saja memprihatinkan karena membuat 1.076 pekerjanya menjadi pengangguran. Tapi kabarnya, proses PHK final itu berjalan lancar-lancar saja. Selain karena memang sudah sejak beberapa tahun terakhir terus mengurangi karyawan, PT Korindo Aria Bima Sari dan Korindo Group juga sudah siap membayar pesangon.

Berdiri sejak 1980, pabrik itu sekarang berusia sekitar 38 tahun. Mayoritas karyawannya sudah bekerja di pabrik kayu lapis itu selama 20 tahun. Bagi mereka, Korindo Group dikabarkan sudah menyiapkan uang pesangon dan uang ganti rugi senilai Rp 98 miliar, plus gaji terakhir dengan nilai total Rp 8 miliar. Soal besarnya pesangon, perusahaan itu bilang kalau rata-rata karyawan akan menerima uang pesangon antara Rp 90 hingga Rp100 juta.

Bagi Korindo Group, sebutan bagi kelompok usaha yang bernauh di bawah PT Inne Donghwa Development, penutupan usaha kayu lapis bukan baru sekali terjadi. Pada akhir 2012, perusahaan induk ini sendiri yang mem-phk 1.300 karyawan pabrik kayu lapisnya yang berada di Jenebora, Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Tak diketahui berapa uang pesangon yang diberikan kepada karyawannya, namun terungkap bahwa pabrik milik PT Inne Dhongwa Development itu menderita total kerugian sebesar Rp 133 miliar dalam periode 3 tahun sebelum penutupan.

Korindo Group pertama kali eksis di Indonesia pada tahun 1970 dengan mendirikan PT Inne Donghwa Development, sebagai anak perusahaan dari induknya yang di Korea: Donghwa Group. Adapun nama Korindo Group, alias Korea-Indonesia Group, baru diresmikan kehadirannya pada 1976. Selain kayu lapis, HTI, dan industri perkayuan lainnya, bisnis utama Korindo Group adalah kelapa sawit yang tersebar di Indonesia Timur, terutama di Asiki, Kabupaten Boven-Digoel, Kabupaten Merauke. Sekarang, usahanya sudah merambah ke berbagai sektor, mulai dari konstruksi, pabrik kertas (PT Aspex Kumbong), sekuritas (PT NH Korindo Sekuritas), asuransi (PT Meritz Korindo Insurance), pabrik komponen otomotif dan perakitan mobil (PT Korindo Motors), pabrik pelek truk (PT Autokorindo Pratama Indonesia), dan masih banyak lagi.

Korindo Group sekarang sepenuhnya bermarkas di gedung perkantoran milik sendiri yang dinamai Wisma Korindo. Tak diketahui kapan gedung 16 lantai setinggi 57 meter ini mulai dibangun. Tapi yang pasti gedung yang punya luas lantai 17.000 meter persegi ini rampung dan langsung dihuni Korindo Group sejak 1992. Sebagai pemilik, PT Inne Donghwa Development menjadi penghuni yang menempati area terluas: menghuni lantai 10 sampai 15. Sisa lantai lainnya dijadikan sebagai ruang kantor komersial yang disewakan ke perusahaan lain.

Peta & Citra Satelit

Korindo Group

Wisma Korindo
Jl. Letjen MT Haryono Kav 62
Kelurahan Pancoran
Kecamatan Pancoran
Jakarta Selatan
DKI Jakarta

Tel: 021-7975959
Fax: 021-7976401

Korindo Group - www.korindo.co.id

Link:
Meritz Korindo Insurance - www.meritzkorindo.co.id
NH Korindo Sekuritas - www.nhsec.co.id
PT Autokorindo Pratama Indonesia - www.autokorindo.co.id

Bus TransJakarta

Pasang-surut dalam berbisnis sudah biasa bagi Korindo Group. Ingat sepatu merek Eagle? Dulu sepatu yang disebut ''merek asli Indonesia'' ini juga merupakan barang buatan Korindo Group. Hanya saja pada pertengahan 1980-an pabriknya ditutup dan dialihfungsikan jadi pabrik komponen kendaraan bermotor. Kalau sekarang sepatu Eagle muncul kembali, itu karena kepemilikannya sudah beralih ke PT Global Fashion Indonesia, yang juga perusahaan berdarah Korea Selatan.

Kisruh bisnis juga tak lepas dari perjalanan Korindo Group. Yang gampang diingat adalah kasus 'korupsi pengadaan bus gandeng made in China' untuk TransJakarta pada 2013, yang tender salah satu paketnya dimenangkan PT Korindo Motors. Perusahaan ini mengakui kalau proses tendernya berjalan normal, tanpa korupsi. Adapun busnya, yang chassis dan mesinnya diimport dari China, tubuh fisiknya dirakit di pabrik Karoseri Laksana di Semarang. Bus gandeng itu, yang per buahnya diharga Rp 3,7 miliar, sudah diserahkanterimakan pada Desember 2013, diBus Troperasikan Januari 2014, dan PT Korindo Motors wajib menyediakan suku cadang dan jasa perawatan selama 10 tahun berikutnya. Tapi toh akhirnya penyidik Kejaksaan Agung pada Maret 2015 meringkus juga Direktur PT Korindo Motors Chen Chong Kyong, meskipun ia sudah sempat mengembalikan uang dugaan korupsi senilai Rp 6 miliar.

Bagi Korindo Group sendiri, penyediaan bus untuk TransJakarta sudah hal biasa. Pada 2010, lewat PT Korindo Heavy Industry, group ini memenangi tender pengadaan 96 unit bus TransJakarta senilai Rp 106 miliar. Sayangnya, belum setahun beroperasi, bus TransJakarta itu sudah mulai bermasalah: salah satu bus TransJakarta meledak saat mengisi bahan bakar gas (BBG) di Stasiun Pengisian BBG di Terminal Pinang Ranti, Jakarta Timur.
Places TerdekatKm
Soho Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan 0,172
Graha Mustika Ratu, Pancoran, Jakarta Selatan 0,307
Gedung Kospin Jasa, Gatot Subroto, Jakarta Selatan 0,334
Menara Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta Selatan 0,405
RS Tebet, MT Haryono, Jakarta Selatan 0,681
Graha Pratama, MT Haryono, Jakarta Selatan 0,788
Wisma Millenia, MT Haryono, Jakarta Selatan 0,837
Synthesis Tower, Gatot Subroto, Jakarta Selatan 0,869
Smesco UKM Building 0,990
Signature Park Apartment, MT Haryono, Jakarta Selatan 1,161
Hotel TerdekatKm
Gran Melia Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan 1,872
Hotel Maharani, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 1,994
Puri Denpasar Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan 2,199
Hotel Cipta 2, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 2,225
Harris Hotel - Tebet 2,381
Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan 2,519
Kartika Chandra Hotel 3,246
Dafam Teraskita Hotel, Cawang, Jakarta Timur 3,354
Park Hotel, Hotel Pembangunan Perumahan 3,465
Pondok Tirta Sentosa, Halim PK, Jakarta Timur 4,081