Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

JGC Indonesia, TB Simatupang, Jakarta Selatan

Rabu, 07 Maret 2018 22:04:49
photo: jgc indonesia / indoplaces

JGC Indonesia bolehlah disebut sebagai nama bagi gedung perkantoran 13 lantai ini, yang berada di Jalan Letjent TB Simatupang, Jakarta Selatan. Itu karena pemiliknya, PT JGC Indonesia --PMA jasa konstruksi sektor migas asal Jepang, anak perusahaan JGC Corporation-- tak terlalu pusing dengan nama sang gedung. Lagipula, gedung itu konon sepenuhnya dipakai sendiri. Kenal PT JGC Indonesia? Kalau tak kenal, coba ingat-ingat bahan bakar yang tersimpan di tangki mobil atau motor Anda. Kalau berisi Pertamax buatan Pertamina, kemungkinan Anda pemakai produk final JGC Indonesia. Soalnya, Kilang Unit IV Cilacap yang menghasilkan Pertamax dibangun PT JGC Indonesia. Percaya?

Jangan percaya dulu. Pertamax made in Cilacap memang mimpi Pertamina bagi kilangnya yang berada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Nama resminya Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) atau Cilacap Blue Sky Project. Lewat proyek itu, Pertamina akan membangun kilang dan prasarana baru di area Kilang Unit IV Cilacap (Refinery Unit IV Cilacap - RU IV Cilacap), yang akan mengolah bensin atau gasolin beroktan RON 88 menjadi RON 92, alias menjadi Pertamax yang memenuhi standard Euro 4. Untuk mewujudkannya, Pertamina menunjuk PT JGC Indonesia sebagai kontraktor EPC-nya pada November 2015. Targetnya, dalam waktu 34 bulan,proyek bernilai 392 juta dollar itu bisa rampung dan bisa mendongkrak kapasitas produksi RON 92 Kilang Unit IV Cilacap hingga 91 ribu barel per hari.

Akan rampung setelah 34 bulan? Betul. Tapi tak perlu rampung seluruhnya untuk mulai berproduksi. Meski sempat terkendala rembesan air saat tahapan pemasangan tiang pancang, pada 31 Juli 2017 Senior Vice President Refining Operation PT Pertamina (persero) Ardhy Mokobombang akhirnya bisa memencet tombol sirine pertanda dimulainya produksi Pertamax High Qualtiy di kilang RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) buatan PT JGC Indonesia. Selain di Kilang Unit IV Cilacap, Pertamax High Quality juga diproduksi Kilang Unit VI Balongan. Kilang terakhir ini juga memproduksi Pertamax Turbo High Quality.

Pertamax made in Cilacap sudah memacu mesin Anda? Mungkin sudah, mungkin belum. Mulai saat pencet tombol tadi, Pertamax buatan Cilacap akan dicoba terlebih dahulu untuk dipasarkan di sejumlah SPBU yang ada di Jakarta dan Medan. Setelah 10 Desember 2017, barulah Pertamax High Quality akan didistribusikan secara massal ke SPBU seantero Indonesia. Soal harga, Ardhy Mokobombang bilang harganya masih sama dengan harga Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertadex. Tapi ia juga bilang kalau bagian pemasaran akan melakukan penyesuaian harga. Soal 'nama dagang' produk Pertamax High Quality juga masih didiskusikan. Untuk sementara cukup dilabeli imbuhan High Quality. Hingga Februari 2018 lalu, saat Pertamina melambungkan harga Pertamax, nama-nama Pertamax yang dijual masih sama dengan nama-namal lama.

PT JGC Indonesia tentu senang proyeknya mulai menunjukkan hasil. Apa kepanjangan JGC pada nama perusahaan kontraktor EPC migas ini? Mungkin tak ada. Induknya di Jepang pun lebih suka menyebut diri JGC Corporation. Tapi kalau mau menilik riwayatnya, JGC Corproation itu dulunya merupakan singkatan dari nama perusahaan itu dalam bahasa Inggris: Japan Gasoline Company Ltd. Sedangkan di Indonesia, PT JGC Indonesia merupakan nama baru bagi PT Pertafenikki Engineering. Nama Pertafenikki merupakan singkatan dari nama-nama perusahaan yang membentuknya pada 6 September 1974: Pertamina, Far East Oil Trading Co, dan Nikki Kabushiki Kaisha. JGC Corporatioan tidak ikut memiliki? Ikut. Perusahaan ini hadir sebagai pemilik dengan nama aslinya dalam bahasa Jepang: Nikki Kabushiki Kaisha. Pada 2007, seluruh saham PT Pertafenikki Engineering diborong Nikki. Selanjutnya, nama perusahaan diganti menjadi PT JGC Indonesia. Namanya, seperti yang terbaca di Sisminbakum, hanya dua kata itu saja, tanpa memanjangkan arti kata JGC.

Gedung kantor PT JGC Indonesia terbilang santai pembangunannya. Gedung yang hanya 13 lantai ini, plus 2 basement, dibangun di atas lahan seluas 4.701 meter persegi mulai November 2007 dan selesai pada Mei 2010. Menurut konsultan manajemen proyeknya, PT Trimatra Jasa Perkasa, space perkantoran yang tercipta di gedung itu mencapai 16.270 meter persegi. Adapun kontraktor yang mengerjakan pembangunan fisiknya adalah PT Tatamulia Nusantara Indah (Tata).

Sebelas bulan setelah gedung kantornya rampung, April 2011, PT JGC Indonesia unjuk gigi soal fasilitas baru gedungnya. Ada wedding ballroom? Kolam renang di atap gedung? Bukan. PT JGC Indonesia mengabarkan kalau data center di gedungnya sudah selesai dibangun. Data center itu dikerjakan selama 5 bulan oleh Fujitsu Indonesia, dengan menggunakan perangkat buatannya sendiri: server Primergy dan media penyimpan data Eternus. Untuk jaringan komputer, Fujitsu sepenuhnya mengandalkan produk buatan Cisco. Sekarang, di zaman serba cloud, PT JGC Indonesia sudah hijrah ke cloud?

Peta & Citra Satelit

Pertanefiki Engineering

JGC Indonesia Building
Jl. Letjen TB Simatupang No 7B
Kelurahan Cilandak Barat
Kecamatan Cilandak
Jakarta Selatan
DKI Jakarta


Pemilik:
PT JGC Indonesia
Jl. Letjen TB Simatupang No 7B
Kelurahan Cilandak Barat
Kecamatan Cilandak
Jakarta Selatan
DKI Jakarta

Tel: 021-29976500
Fax: 021-29976599

Website: www.jgc-indonesia.com

Link: JGC Corporation - www.jgc.com