Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kabupaten Sarolangun

Rabu, 20 Mei 2015 16:34:51
photo: portal komunitas sarolangun

Sebulan yang lalu, 17 April 2015, Jenderal (Pol) Badrodin Haiti dilantik jadi Kapolri. Sebelas hari kemudian, Selasa, 28 April 2015, ia melakukan kunjungan ke Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Kehormatan bagi Sarolangun? Senang sekaligus malu, kata Bupati Sarolangun Cek Endra. Soalnya, Kapolri datang ke Sarolangun terkait pembakaran Markas Polsek Limun pekan sebelumnya, Sabtu, 25 April 2015. Pembakaran itu buntut dari tewasnya Edwar (18 tahun), cucu mantan Ketua DPRD Sarolangun M Neng Ahmad, dalam sebuah penggerebekan perdagangan narkoba.

''Saya kini juga ngetop, di internet maupun di media massa. Tapi saya kecewa kita ngetop bukan karena prestasi, tapi karena kantor polisi dibakar warga,” keluh Bupati Cek Endra. ''Tradisi buruk seperti ini harus ditinggalkan. Kalau tetap dibiarkan, bisa saja nantinya kantor bupati yang jadi sasaran,'' tambah sang bupati, yang komplek perkantorannya, Kompleks Perkantoran Gunung Kembang, berada jauh di sebelah tenggara keramaian kota Sarolangun.

Polsek Limun berada di Desa Pandan, Kecamatan Limun. Wilayah hukum polsek ini mencakup dua kecamatan: Kecamatan Limun dan Kecamatan Cermin Nan Gadang. Kantor polsek dan rumah dinas kapolsek dibakar massa Sabtu pagi setelah terjadi penggerebean dan kejar-kejaran yang berbuntut tewasnya Edwar pada Jumat malam, 24 April 2015. Keesokan harinya, Minggu, pasca pertemuan dengan para tokoh masyarakat, yang dihadiri Bupati Cek Endra dan mantan Ketua DPRD Sarolangun M Neng Ahmad (2005-2009), Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman, yang yakin pelaku pembakaran adalah keluarga korban, meminta mereka menyerahkan diri. Tak perlu menunggu lama, pada hari Senin-nya tak kurang dari 55 orang menyerahkan diri ke Polres Sarulangun dan 9 orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Dengam menggunakan helikopter milik Polda Jambi, Kapolri Jendral (Pol) Badrodin Haiti mendarat di lapangan sepakbola Desa Pelawan sekitar pukul 07.15 WIB. Semula, pada Selasa, 28 April itu, Kapolri berencana mendarat di lapangan depan kantor bupati di Gunung Kembang, pukul 6.30 WIB. Namun karena cuaca tak bagus, pendaratan dipindahkan ke Desa Pelawan, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Gunung Kembang.

Disambut langsung oleh Bupati, Kapolri kemudian langsung meninjau lokasi Polsek Limun di Desa Pandan. Usai peninjauan, Badrodin Haiti mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat di kantor Kepala Desa Pandan yang dijadikan kantor sementara Polsek Limun. Pada kesempatan itu Badrodin mengutarakan amat menyayangkan terjadi aksi pembakaran. Soal penyebab aksi pembakaran, Badrodin yakin hal semacam itu terjadi karena ''adanya komunikasi yang tidak jalan antara polisi dan masyarakat''. Ia lantas berharap hal itu tidak terjadi lagi dan komunikasi kedua pihak bisa ditingkatkan. Juga ia mengajak masyarakat untuk memberantas peredaran narkoba yang di Provinsi Jambi sudah masuk ke tingkat desa. Juga, ia mengimbau agar apabila ada permasalahan hendaknya diselesaikan secara beradab dan tidak boleh main kekerasan atau merusak, membakar, dan membunuh. ''Ini semua telah melanggar hukum,'' kata Badrodin Haiti.

Pasca kedatangan Kapolri, Kapolda Jambi Brigjen (Pol) Bambang Sudarisman mengabarkan perkembangan terakhir kasus tersebut. Katanya, ada kemungkinan tertembaknya Edwar --warga Desa Pulau Aro, Kecamatan Pelawan-- karena senjata api yang digunakan oknum polisi tergolong senjata api tua. Sang oknum --yang sudah diamankan ke Polres Sarolangun-- niatnya ingin memberi tembakan peringatan, tapi senjatanya malah meletus dan mengenai kepala Edwar. Kapolda juga mengutarakan hal yang jadi pemicu aksi pembarakan. Katanya, ''Setelah penembakan, perwakilan polisi tidak ada yang datang ke rumah duka. Hal ini membuat masyarakat menjadi antipati terhadap polisi, sehingga terjadi penyerangan dan  pembakaran.''

Senin lalu, 18 Mei 2015, Kapolres Sarolangun AKBP Ridho Hartawan akhirnya digantikan oleh AKBP Budiman Bostang Panjaitan, yang sebelumnya menjabat Kaden IV Satbrimob Polda Metro Jaya (Jakarta). Penggantian itu, kata Kapolda Jambi Brigjen (Pol) Bambang Sudarisman, memang terkait kasus pembakaran Polsek Limun. Dan tak hanya kapolres, Kapolsek Limun AKP Muji juga akan segera diganti. ''Nanti Kapolseknya juga akan mendapatkan sanksi. Dalam minggu ini akan saya ganti. Kalau perlu Brimob kita tempatkan disana,'' terang Bambang.

Peta & Citra Satelit

Kantor Bupati Sarolangun

Pemerintah Kabupaten Sarolangun
Komplek Perkantoran Gunung Kembang No. 01
Kecamatan Sarolangun - 37481
Kabupaten Sarolangun
Provinsi Jambi

Tel: 0745-91655, 91646

Website: www.sarolangunkab.go.id

Kecamatan di Sarolangun

Kabupaten Sarolangun terbentuk sebagai pemekaran dari Kabupaten Sarolangun Bangko, lewat UU No 54 tahun 1999. Juga, UU itu menetapkan nama sang kabupaten induk, Kabupaten Sarolangun Bangko, diubah menjadi Kabupaten Merangin. Lewat UU itu pula dibentuk 3 kabupaten lain di Provinsi Jambi: Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, sebelum menjadi gubernur adalah bupati Sarolangun periode 2006-2011. Pada Juni 2010, ia ikut pemilihan gubernur dan menang. Walhasil, pada Agustus 2010, sebagai gubernur, Hasan Basri Agus melantik Wakil Bupati Sarulangon H Cek Endra sebagai bupati untuk menuntaskan masa jabatannya. Setahun kemudian, Cek Endra ikut pilkada Sarolangun, menang, dan menjadi bupati Sarolangaun periode 2011-2016.

Saat baru terbentuk, Kabupaten Sarolangun hanya terdiri dari 6 kecamatan. Sekarang jumlah kecamatannya sudah bertambah menjadi 10 kecamatan:
  1. Air Hitam
  2. Batang Asai
  3. Bathin VIII
  4. Cermin Nan Gadang
  5. Limun
  6. Mandiangin
  7. Pauh
  8. Pelawan
  9. Sarolangun
  10. Singkut