Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kabupaten Ende

Senin, 17 Juni 2013 12:30:51
photo: lorensiuswlt / panoramio

Awal Juni, tepatnya 1 Juni 2013, Taufik Kemas masih tampil bugar ketika muncul di Ende, Nusa Tenggara Timur. Beliau menghadiri peresmian museum untuk mengenang bapak mertuanya. Siapa? Siapa lagi kalau bukan Bung Karno. Hari itu, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Pancasila, atau Hari Pancasila Sakti, atau Hari Lahir Pancasila, atau yang oleh pemerintah sekarang lebih suka disebut hari 'Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni', Wapres Boediono meresmikan situs, petilasan, dan museum Bung Karno di Ende. Siapapun tahu, Bung Karno memang akrab dengan Ende. Pada 1933-1938, Bung Karno pernah menjalani pembuangan di Ende, dan selama berada di sana beliau merenung dan merumuskan Pancasila.

Adapun sang menantu, Taufik Kemas, yang Ketua MPR, berpulang ke Rahmatullah tepat seminggu setelah perhelatan tadi: 8 Juni 2013. Untuk mengenang dan mengantar kepergiannya. masyarakat Ende pun esok harinya menggelar malam Seribu Lilin di kawasan sekitar pohon sukun dan patung Bung Karno yang baru diresmikan.

Kedekatan Bung Karno dengan Ende boleh jadi bisa diukur dari banyaknya 'situs Bung Karno' yang hari itu diresmikan. yakni Patung Bung Karno di Lapangan Pancasila, kediaman Soekarno, Gedung Imakulata (rumah kesenian dan gedung pementasan drama Bung Karno), dan tugu Bung Karno di Gunung Kelimutu. Upacara peresmiannya sendiri dipusatkan di lokasi Patung Bung Kano yang berada di Lapangan Pancila, di pusat kota Ende. Selain keempat situ itu, masih ada sejumlah 'warisan Bung Karno' lainnya. Antara lain: Taman Rendo, taman dan pohon tempat Soekarno bersemadi yang berada di dekat Lapangan Pancasila; dan Makam Ibu Amsi, mertua Bung Karno, ibu dari Inggit Garnasih.

Simak juga: Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu (1938-1942)

Kalau semua situs di Ende itu sekarang diresmikan Wapres Boediono, itu ada kaitannya dengan janji sang wapres saat kampenye pemilu di sana. Kata Ignas Kleden, ketua Yayasan Ende Flores yang jadi penanggung jawab revitalisasi situs Bung Karno, sewaktu kampanye Pemilu 2009, Boediono --yang sudah 3 kali datang ke Ende-- memang berjanji kepada masyarakat Ende akan memugar semua situs itu. Adapun pembiayaannya, ungkap Kleden, merupakan donasi dari sejumlah lembaga swasta, antara lain Bank Mandiri, BCA, Adaro, CIMB Niaga, Permata Bank dan PT Semen Bosowa. Totalnya terkumpul dana senilai Rp 9,5 miliar.

'Kedekatan' lain Bung Karno dengan Ende: beliau pula yang meneken pembentukan Daerah Tingkat II Ende, pada Agustus 1958. Ketika itu, lewat Undang-Undang Nomor 69 tahun 1958, Ende dibentuk secara bersamaan dengan puluhan Dati II atau kabupaten yang ada di Dati I (provinsi) Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Adapun ketiga provinsi ini dibentuk secara bersamaan pula lewat undang-undang yang nomernye sedikit lebih muda: UU No 64 taun 1958. Kabupaten Ende sendiri baru resmi operasional mulai 14 Desember 1958, dan tanggal ini diperingati sebagai hari kelahiran Ende.

Peta & Citra Satelit

Kantor Bupati Ende

Pemerintah Kabupaten Ende
Jl. Eltari No. 2
Kabupaten Ende
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tel: 0381-21001, 21021
Fax: 0381-21139

Website: www.endekab.go.id

Kecamatan di Kabupaten Ende

Kecamatan di Kabupaten Ende:
  1. Ende
  2. Ende Selatan
  3. Ende Timur
  4. Ende Tengah
  5. Ende Utara
  6. Nangapanda
  7. Pulau Ende
  8. Ndona
  9. Detusoko
  10. Kelisoke
  11. Kelimutu
  12. Wolowaru
  13. Wolojita
  14. Ndona Timur
  15. Ndori
  16. Lio Timur
  17. Detukeli
  18. Wewaria
  19. Maurole
  20. Kotabaru
  21. Maukaro