Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Jenderal Sudirman di Pulau Ter-Selatan Indonesia

Rabu, 16 Maret 2011 11:23:55
photo: korem 161/wirasakti

Rambo tanah Jawa. Atau Che Guevara ala Jawa. Meski kurang tepat, lebih mudah mengingat sosok Panglima Sudirman atau Jenderal Soedirman lewat kedua 'tokoh' asing itu. Setidaknya lebih pas mengingat tokoh militer itu dengan cara seperti itu, ketimbang membayangkan Sudirman sebagai kawasan three-in-one atau kawasan pencakar langit di Jakarta. Dan intinya, meski Rambo dari dunia fiktif, ada kemiripan di antara ketiganya: sama-sama jago tempur atau jago perang gerilya.

Tapi sekarang pembandingan yang salah kaprah itu juga harus dikoreksi. Panglima Besar Soedirman sekarang tidak cuma 'beraksi' di tanah Jawa lagi. Sejak 1 Agustus 2010, Sudirman beraksi pula di luar Jawa. Tepatnya di Pulau Ndana, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Beraksi dalam arti 'Monumen Panglima Besar Jenderal Sudirman' hadir di pulau terluar itu, menjadi penanda titik paling selatan wilayah Indonesia: yang wilayah lautnya berbatasan dengan wilayah laut Australia.

Jenderal Sudirman sendiri tentunya tidak pernah bertempur sampai ke Pulau Ndana, yang masuk wilayah Kecamatan Rote Barat Daya. Sosok Sudirman terpilih dari tiga usulan yang diajukan Bupati Rote Ndao Lens Haning ketika dimintai masukannya oleh TNI terkait pembuatan penanda titik terluar wilayah selatan Indonesia itu. Dua alternatif lainnya: Prof Dr dr WZ Johanes, dokter asal NTT yang juga sudah menyandang gelar Pahlawan Nasional; dan monumen Pancasila Sakti. Yang terpilih akhirnya Sudirman dan monumennya diresmikan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.

Peta & Citra Satelit

Pulau Terluar di NTT

Lima pulau di NTT termasuk dalam daftar 92 pulau terluar Indonesia, sesuai PP Nomor 38 tahun 2002 tentang Titik-titik Dasar Garis Pangkal Kepulauan RI. Pulau Ndana termasuk salah satu di antara lima pulau di NTT itu. Empat lainnya: Pulau Batek di Kabupaten Kupang; Pulau Menggudu dan Pulau Salura di Sumba Timur; dan Pulau Dana Sabu di Kabupaten Sabu Raijua.

Pulau Ndana, yang luasnya 14,19 km persegi atau sekitar 1.400 hektar, konon tergolong pulau tak berpenghuni. Penghuninya hanyalah rusa Timor, karena pulau itu memang ditetapkan sebagai cagar alam. Tapi ketakberpenghunian itu menjadi tak pas lagi setelah pada 2006, pasca diketahui adanya sejumlah orang asing yang beraktivitas disana, TNI langsung menempatkan Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar dari Marinir TNI-AL. Juga, meski disebut tak berpenghuni, tanah di sana tetap ada pemiliknya. Korem 161/Wirasakti, yang wilayah kerjanya mencakup NTT, berterimakasih kepada Keluarga Besar Messakh yang telah menghibahkan sebagian tanahnya untuk membangun monumen.

Untuk menguatkan kehadiran Indonesia di pulau terluar itu maka dibangunlah Monumen Sudirman. Biaya pembangunannya monumen bertapak bundar itu mencapai Rp 600 juta. Dananya diambil dari anggaran Satuan Kerja Pengembangan Prasarana dan Sarana (P2S) Kawasan Perbatasan NTT, Subdin Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum, Pemprov Nusa Tenggara Timur. Besar sekali dananya? Tidak juga. Karena selain untuk monumen, dana itu juga dipakai untuk membangun barak permanen, kantor, dan fasilitas kemiliteran pendukung di Pulau Ndana. Adapun patungnya sendiri buatan Yogya.

Saat peresmian, tak hanya berterima kasih kepada pemerintah dan warga Rote Ndao, Panglima TNI Djoko Santoso juga berterima kasih kepada mahasiswa Universitas Indonesia. Lho, kok? Rupanya, di saat menjelang peresmian Monumen Sudirman, mahasiswa UI kebetulan akan mengakhiri Kuliah Kerja Nyata-nya di Rote Ndao. Walhasil mereka pun diajak naik KRI Teluk Banten, menyeberang ke Pulau Ndana, dan ikut menyaksikan peresmian monumen, sekaligus upacara penutupan kegiatan KKN UI.

Yang lebih seru lagi, usai acara peresmian, semua orang yang hadir diberi 'sertifikat tanda pernah hadir di Pulau Ndana', pulau paling selatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sertifikat itu dipandang istimewa karena tak semua orang bisa --atau mau--datang ke sana, karena tak ada angkutan, laut maupun udara, yang rutin menuju ke sana.


Link
Pemkab Rote Ndao - www.rotendaokab.go.id
Korem 161/Wira Sakti - www.korem161.mil.id