Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Bukittinggi

Jumat, 12 Juni 2015 11:39:35
photo: upt perpustakaan proklamator bung hatta

Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono datang ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta di Bukittinggi, Sumatera Barat, 29 Oktober 2013. Mau meresmikan? Bukan. Perpustakaan modern di samping kantor Walikota Bukittinggi itu sudah ia resmikan 7 tahun sebelumnya, 21 September 2006. Kali ini SBY hanya 'sekedar' berkunjung. Kebetulan ia memang sedang melawat selama 4 hari di Sumatera Barat: 2 hari di Kota Bukittinggi dan 2 hari di Kota Padang. Agenda utamanya adalah menggelar rapat kabinet dengan seluruh menteri, serta rapat dengan sejumlah gubernur, di Istana Bung Hatta, yang berada di Bukittinggi.

Meski sekedar berkunjung, ada juga oleh-oleh yang ditinggalkan SBY. Saat berada di sana, ia menyatakan tekadnya untuk memastikan keunggulan kualitas Perpustakaan Bung Hatta, agar pemikiran Bung Hatta dapat tetap terawat dan tersebar. Wujud kongkritnya adalah menyetujui usulan kenaikan pangkat Kepala Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dari semula eselon II B menjadi eselon III A. Ini artinya, kepangkatannya sama dengan Kepala Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang ada di Blitar, Jawa Timur. Perpustakaan Proklamator Bung Karno diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 3 Juli 2004.

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dibangun di atas lahan seluas 6.500 meter persegi di Bukit Gulai Bancah, tepat di samping Kantor Walikota Bukittingi, yang juga terhitung masih baru. Gedung tiga lantainya punya lantai seluas 4.840 meter persegi, plus lantai basement seluas 2.167 meter persegi. Biaya pembangunannya yang Rp 34,73 miliar didanai secara gotong royong: Rp 24,73 miliar dari APBN, Rp 5 miliar dari APBD Sumatera Barat, dan Rp 5 miliar dari APBD Kota Bukittinggi.

Saat diresmikan SBY pada 21 September 2006, perpustakaan Bung Hatta hadir dengan koleksi sebanyak 36.500 judul (52 ribu eksemplar). Ketika itu pula Presiden SBY menambah koleksi perpustakaan dengan menyumbangkan 43 judul (44 eksemplar) buku biografi dan buku karyanya sendiri. Meutia Hatta, putri Bung Hatta yang ketika itu menjabat Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, menyumbangkan 14 judul buku (26 eksemplar). Ketika SBY datang lagi pada Oktober 2013, jumlah koleksi perpustakaan Bung Hatta sudah naik jadi 35.738 judul (71.761 eksemplar). Adapun anggota perpustakaan tercatat sudah mencapai 11.357 orang dan jumlah kunjungan mencapai 300 orang per hari. Pada kunjungan keduanya ini SBY dijadikan 'anggota kehormatan ' Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.

Soal jumlah koleksi yang disebut di atas boleh jadi tidak tepat. Soalnya, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta pada September 2011 bilang kalau setahun sebelumnya, 2010, jumlah koleksinya sudah mencapai 60 ribu judul (110 ribu eksemplar). Data ini akurat? Entahlah. Soalnya, meski berbicara di bulan September 2011, menjelang akhir tahun, yang dibicarakan masih koleksi tahun 2010.

Lantas, dari sekian ribu koleksi 'perpustakaan umum' itu, berapa banyak koleksi tentang Bung Hatta? Masih minim. Pada 2010, jumlah buku yang ditulis Bung Hatta atau tentang Bung Hatta hanya ada 85 judul.

Peta & Citra Satelit

Perpustakaan Bung Hatta

Perpustakaan Prokamator Bung Hatta>
Jl. Kusuma Bhakti
Bukit Gulai Bancah
Kecamatan Kubu Gulai Bancah
Kota Bukittinggi
Sumatera Barat

Tel: 0752-34270

Website:
http://upt-perpusbunghatta.perpusnas.go.id
http://uptperpusbunghatta.pnri.go.id


Perpustakaan Proklamator Bung Karno
http://perpusbungkarno.pnri.go.id

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta

Meski berkelas nasional, saat baru diresmikan Perpustakaan Proklamator Bung Hatta (PPBH) masih berstatus sebagai unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi. Baru pada 3 Januari 2008 pihak PPBH mengajukan permintaan kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) agar PPBH dijadikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Perpustakaan Nasional RI. Permintaan ini wajar karena dengan berada di bawah Perpustakaan Nasional, pengelolaan perpustakaan ini akan jadi lebih baik. Juga, dana pembangunannya pun, yang di atas tadi bersumber dari APBN, adalah dana APBN yang disalurkan via Perpustakaan Nasional.

Lama permintaannya dicuekin, PPBH akhirnya berhasil juga jadi UPT dan pada 2012 Perpustakaan Nasional sudah bisa mengeluarkan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 2 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Di tahun-tahun berikutnya kita pun lanta biasa membaca pengumuman rekrutmen PNS Perpustakaan Nasional untuk ditempatkan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.