Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kabupaten Puncak
Kamis, 23 Juli 2015 18:53:30
photo: iwan santosa / panoramio
Setelah sehari menunggu cuaca membaik, Rabu kemarin Menteri Sosial Indar Parawansa akhirnya bisa datang juga ke Ilaga, ibukota Kabupaten Puncak, Papua. Ia pun berceloteh soal harga semen yang satu saknya mencapai Rp 1,7 juta di Ilaga. Aneh? Tentu tidak. Itu sudah jadi rahasia umum. Tepat di Hari Valentine lalu, 14 Februari 2015, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono, yang jadi petinggi negara pertama yang datang Kabupaten Puncak sejak terbentuk pada 2008 sebagai pemekaran Kabupaten Puncak Jaya, juga sudah menyinggungnya. Ia juga 'menghadirkan' solusinya.

Solusi yang dihadirkan menteri PU tentulah bernuansa ke-PU-an. Pada Hari Valentine itu, selain meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Ilaga, Menteri Basuki juga meresmikan dua target utama sang kabupaten: pembangunan jalan raya dari Ilaga–Sinak (dan akan terus menyambung ke Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya) dan jalan raya Ilaga-Beoga (dan akan terus menyambung ke Sugapa (ibukota Kabupaten Intan Jaya). Selain kedua ruas itu, Kementerian PU (dan juga Kementerian ESDM) sudah menyetujui rencana Bupati Willem Wandik untuk membangun jalan raya Ilaga-Grasberg, area tambang Freeport, yang akan tersambung ke jalan Grassberg-Tembagapura-Timika (ibukota Kabupaten Mimika).

Semua ruas ini pada rencana besarnya dikenal sebagai Trans Papua. ''Tujuannya memang agar kemahalan harga di sini bisa turun. Ya bahan-bahan pokoklah. Tadi di Intanjaya saja, air mineral Rp 50 ribu,'' ucap Basuki, yang datang ke Bandara Ilaga dari Bandara Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Lain Basuki, lain Khofifah. Ibu menteri datang dari Bandara Moses Kilangin, Timika, setelah sempat mampir dulu ke Tolikara untuk meninjau pengungsi insiden Idul Fitri. Di hanggar bandara Moses Kilangin, Selasa 22 Juli 2015, Mensos Khofifah secara simbolis menuntaskan tujuan utama kedatangannya ke Papua: memberi bantuan pangan bagi warga yang terlanda krisis pangan akibat hujan es pada 5 Juli yang melanda tiga kabupaten yang bertetangga: Lanny Jaya, Puncak, dan Nduga. Selain menyerahkan bantuan pemerintah, Khofifah juga ikut menyaksikan penyerahan bantuan dari PT Freeport Indonesia.

Berniat hari itu juga terbang ke Ilaga, cuaca ternyata sedang buruk. Maka, baru keesokan harinya Khofifah bisa terbang dari Timika ke Ilaga. Pada hari Rabu, Khofifah menjumpai fakta mahalnya harga semen, bahan panga, dan kebutuhan pokok lainnya di Ilaga. Ia lantas berharap jalan raya yang diresmikan pembangunannya oleh Menteri PU bisa segera terwujud agar harga barang bisa turun di Ilaga.

Tak sekedar mengamini solusi rekan kerja sesama menteri, Khofifah ternyata bisa juga memunculkan 'solusi' lain di Ilaga. Solusi apa? Di sana ia diberitahu bahwa kentang, kol, dan wortel masih bisa hidup meski dihantam hujan es. Walhasil, ia lantas menyarankan kepada kepala disrik agar membangun gudang penyimpanan bagi ketiga komoditas itu, agar bisa dijadikan cadangan makanan di saat terjadi krisis pangan akibat hujan es yang memang rutin terjadi setiap tahun.

Seperti apa gudang penyimpanan produk sayuran yang amat sangat mudah busuk itu? Tak terdengar cerita kongkrkitnya. Kelihatannya Menteri Khofifah masih harus mengelaborasi 'solusi'-nya lebih lanjut.
Pemerintah Kabupaten Puncak
Jl. Ilaga
Kampung Kago
Distrik Ilaga
Kabupaten Puncak
Papua



Tel: 0828-18930211
Fax: 0901-3125036

Website: www.puncakkab.go.id
Kabupaten Puncak terbentuk lewat UU No 7 Tahun 2008 sebagai pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya. Yang menjadi ibukotanya adalah Ilaga.

Distrik di Kabupaten Puncak:
1. Agadugume
2. Gome
3. Ilaga
4. Sinak
5. Pogoma
6. Wangbe
7. Beoga
8. Duofo