Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kabupaten Sarmi

Rabu, 01 Juli 2015 13:52:31
photo: bappeda sarmi

Kantor Bupati Sarmi terlihat megah bertengger di puncak bukit. Rumah bupati pun tak kalah hebat. Dana APBD senilai Rp 4,5 miliar dipakai untuk merenovasi rumah dan pagarnya. Tapi gara-gara itu pula, 14 Mei 2015 lalu, Bupati Mesakh Manembor dijemput paksa Kejaksaan Agung di rumahnya dan diterbangkan ke Jakarta. Perlu 8 jam perjalanan darat untuk membawanya dengan Toyota Kijang Inova dari kota Sarmi ke Bandara Sentani di Jayapura. Kalau naik sepeda, perlu berapa jam? Lho, kok sepeda? Iya, sepeda. Pada 4 Juni 2015, tim Jelajah Sepeda Papua mencobanya dan akhirnya menyerah.

Jelajah Sepeda Papua merupakan kegiatan yang digelar Harian Kompas dalam rangka ulang tahunnya yang ke-50. Berlangsung 5 hari, 3-7 Juni 2015, kegiatan non-lomba ini menjelajah wilayah Papua dengan bersepeda. Berawal di Sarmi, di belahan utara Provinsi Papua, 60 peserta Jelajah Sepeda Papua menempuh jarak 513 kilometer dan finish di kota Merauke, di belahan selatan Papua. Jarak tempuh ini dibagi 5 etape dan setiap etape diberi jatah waktu 1 hari.

Karena Bupati Mesakh Manembor sedang menginap di Rutan Salemba, Jakarta, Wakil Bupati Sarmi Albertus Suripno kebagian tugas mengibarkan bendera start dimulainya etape pertama di Lapangan Merdeka, kota Sarmi, pukul 09.00 pagi, Rabu 3 Juni 2015. Pada etape pertama ini, tim Jelajah Sepeda Papua menempuh jarak 125 kilometer menuju Bonggo, kecamatan di sebelah timur Kabupaten Sarmi, yang berbatasan dengan Kabupaten Jayapura. Ditemani hujan gerimis dan hujan deras, tim bersepeda bisa finish seluruhnya pada pukul 18.00. Malam itu mereka menginap di tenda-tenda yang dibangun di halaman Koramil Bongo.

Etape kedua, Bongo-Sentani (Kabupaten Jayapura), sejauh 147 kilometer ke arah timur, ditaksir menjadi jalur terberat. Selain karena penuh jalan menanjak dan menurun, juga karena banyak jalan yang rusak. Terbukti, ketika dijalani di hari kedua, Kamis 4 Juni 2015, pada siang hari atau setelah menempuh jarak 40 kilometer, 7 pengayuh sepeda menyerah dan sepedanya diangkut truk evakuasi. Menjelang gelap, pukul 17.30, mereka berhasil mencapai jarak tempuh 100 kilometer. Tapi, jumlah sepeda yang dievakuasi sudah mencapai 20. Juga, target menikmati sunset di Danau Sentani gagal.

Setelah beristirahat, tim Jelajah Sepeda Papua nekad melanjutkan perjalanan dengan menembus kegelapan malam. Namun setelah mengayuh sejauh 10 kilometer, mereka akhirnya menyerah. Etape kedua dinyatakan selesai. Dari titik terakhir itu, dengan sepeda diangkut truk, para pengayuh sepeda menuntaskan perjalanan dengan bus, yang ternyata masih perlu 1,5 jam untuk mencapai titik finish di Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura. Mereka bisa mulai beristirahat di hotel pada pukul 20.30 WIT.

Dengan kata lain, jalur etape I dan II itu, yang kurang lebih sama dengan jalur jemput paksa bupati Sarmi, gagal mereka tuntaskan. Mei lalu, Bupati Mesakh Manembor tiba di sana denggan menumpangi Toyota Kijang Inova warna putih, bersama tim Kejaksaan Agung. Mereka dikawal satu pleton Brimob Polda Papua dan 10 anggota Reskrimsus Polda Papua. Dari Bandara Sentani, bupati Sarmi diterbangkan dengan Lion Air ke Jakarta.

Keesokan harinya tim Jelajah Sepeda Papua, menjalani etape ketiga, Sentani-Kota Jayapura. Etape ini lebih pendek, hanya 85 kilometer. Meski begitu etape ini juga berat karena penuh tanjakan di bagian awal, termasuk saat menuju tugu Jenderal Mac Arthur yang berada di puncak Ifar Gunung. Tapi seluruh tim akhirnya bisa mencapai finish di Taman Imbi, Kota Jayapura, pada pukul 16.00 sore, dan disambut Wakil Walikota Jayapura.

Pada hari keempat, Sabtu, jalurnya 'lebih berat' lagi. Mereka harus menempuh jarak lebih dari 600 kilometer, menanjak tinggi ke wilayah Pegunungan Tengah, di tengah wilayah Provinsi Papua --yang sederet dengan Puncak Cartenz, Puncak Jayawijaya, Puncak Trikora, dan tambang emas Freeport--, di ketingian lebih dari 4.000 meter dari permukaan laut. Sanggup? Ya sanggup-sanggup saja. Soalnya, mereka naik pesawat.

Pukul 3 pagi tim Jelajah Sepeda Papua terbang menuju Bandara Mopah, Merauke. Setelah merakit kembali sepedanya di bandara, pada pukul 14.00, etape ke-empat dimulai. Mereka menuju Kecamatan Sota, di sebelah utara kota Merauke, di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Jarak tempuh 85 kilometer, melintasi jalan mulus di kawasan Taman Nasional Wasur, bisa diselesaikan dalamm waktu 4,5 jam. Malam harinya mereka bermalam di tenda yang dibanguan di area Pos Pelayanan Terpadu Lintas Batas RI-Papua Nugini.

Etape terakhir, etape ke-lima, dari Sota ke Kota Merauke, kabarnya relatif santai. Jalannya datar, meski jaraknya sedikit lebih panjang: 90 kilometer. Etape terkahir ini juga jadi meriah karena Mayor (Marinir) Nioko Budi Legowo Harumbintoro, Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan XI Merauke, beserta 20 prajuritnya, juga ikut mengayuh sepeda. Korem 174/Anim Ti Waninggap juga tak mau kalah dan mengerahkan 40 prajuritnya untuk ramai-ramai menggenjot sepeda.

Rombongan sepeda itu akhirnya finish di Lapangan Mandala atau Taman Mandala, Kota Merauke. Mereka disambut Mendagri Cahyo Kumolo, Wakil Bupati Merauke Sunarjo, Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Supartodi, Danlantamal XI Merauke Kolonel (Mar) F Saud Tambatua, serta jajaran muspida lainnya. Masyarakat Merauke pun ikut meramaikan penyambutan dengan tarian adat. Suasana terlihat ramai karena hari itu Harian Kompas juga menggelar 'Funwalk' di kota Merauke.

Begitulah, Jelajah Sepeda Papua. Dilepas wakil bupati Sarmi, diakhiri oleh penyambutan oleh wakil bupati Merauke. Para bupati kemana? Kedua bupati sama-sama di Jakarta. Bupati Sarmi Mesakh Manembor jelas masih menginap di Rutan Salemba, cabang Kejaksaan Agung, setelah sebelumnya dijemput paksa di kediamannya di perumahan dinas Pemda di Neidam. Mantan manajer PSSI ini sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi sejak Oktober 2014, meski telah mengembalikan dana yang disalahgunakan senilai Rp 2,6 miliar.

Adapun Bupati Merauke Romanus Mbaraka, saat itu, kalau tidak di Bogor, ya sedang berada di Jakarta. Bersama para bupati, kepala daerah, dan banyak menteri, akhir pekan itu ia menghadiri rapat dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor. Ia sedang mempresentasikan program pembukaan sawah sejuta hektar di Merauke. Juga merayu Jokowi agar mau mengutus Wapres Jusuf Kalla untuk meresmikan gedung baru kantor bupati Merauke.

Peta & Citra Satelit

Kantor Bupati Sarmi

Pemerintah Kabupaten Sarmi
Kantor Otonom
Kota Baru Petam
Distrik Sarmi Selatan
Kabupaten Sarmi
Provinsi Papua

Tel: 0966-31325
Fax: 0966-31026

Website: www.sarmikab.go.id



Notes: Google maps memang sudah bisa memetakan jalan menuju kantor bupati Sarmi. Hanya saja citra satelitnya masih jadul. Here.com sudah punya yang lebih baru. Silakan simak pada foto di atas atau langsung ke Here.com - Kantor Bupati Sarmi

Distrik di Sarmi

Kabupaten Sarmi terbentuk lewat UU No 26 tahun 2002 yang diteken Presiden Megawati pada 11 Desember 2002. UU ini juga membentuk 13 kabupaten lainnya di Papua. Sebagai pemekaran wilayah barat Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi beribukotakan kota Sarmi.



Distrik di Kabupaten Sarmi:
1. Sarmi
2. Sarmi Timur
3. Sarmi Selatan
4. Tor Atas
5. Pantai Barat
6. Pantai Timur
7. Pantai Timur Bagian Barat
8. Bonggo
9. Bonggo Timur
10. Apawer Hulu