Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya
Minggu, 24 Mei 2015 22:51:55
photo: don f / panoramio
Situasi Kabupaten Lanny Jaya, Papua, agak hangat di awal Agustus 2014. Akibatnya, puluhan guru yang dikirim Universitas Riau dan Univesitas Negeri Medan dalam rangka program SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) harus dipulangkan. Tapi semangat dan tekad guru SM3T rupanya amat kuat. Awal September 2014, 111 guru SM3T kembali berdatangan. Mereka siap melanjutkan mendidik para siswa di pelosok terpencil Lanny Jaya: kabupaten yang punya 60 SD tapi hanya 17 sekolah yang aktif. Juga, siap mencetak rekor-rekor baru MURI. Rekor MURI? Yes.

Menjadi guru SM3T di daerah tertinggal selama 1 (satu) tahun rupanya tak berarti harus melulu berkutat dengan keterpencilan. Pencitraan di tingkat nasional tetap perlu diciptakan. Tak hanya pencitraan bagi diri mereka sendiri, tapi juga bagi kabupaten yang jadi tuan rumah SM3T. Dan begitulah yang dilakukan Universitas Negeri Medan (Unimed) beserta para guru SM3T-nya yang terjun ke Lanny Jaya. Pada 2 Juni 2014, rombongan guru SM3T Unimed Angkatan Ke-3 yang dikirim sejak 2013 menggelar aksi yang bakal masuk Museum Rekor Indonesia (MURI). Wujudnya: 1.053 siswa menulis surat di atas daun lontar untuk ditujukan kepada Presiden RI dan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Surat ini sekaligus juga membuktikan bahwa para anak didik sekarang lancar baca-tulis.

Program berlabel 'Gema (Gerakan Membaca) 1.000 Anak Lanny Jaya' itu sukses. Dua hari kemudian MURI menyerahkan sertifikat rekor kepada Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE MSi dan Rektor Unimed Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MS di gedung Biro Rektor Unimed di Medan. Dan penciptaan rekor ini dilakukan lagi di Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2014. Wujudnya, dengan dimotori para guru SM3T yang belum berangkat ke daerah tugas, mereka menggelar 'Konselor Sebaya dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda', alias konseling massal bagi mahasiswa baru. Rekor MURI-nya: 160 konselor memberikan bimbingan kepada 2.800 mahasiswa baru. Rekor ini membuktikan mereka layak jadi pembimbing, termasuk membimbing siswa di daerah tertinggal.

Lantas, rekor apa lagi yang ingin diciptakan rombongan guru SM3T Unimed yang disebut di awal tadi, yang datang pada September 2014? Bukan ingin, ternyata. Mereka sudah ada rekor baru. Guru SM3T Unimed Angkatan Ke-4 ini menggandeng lembaga rekor yang lain lagi: Lembaga Prestasi Indonesia–Dunia (Leprid). Tepat di Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2015, mereka menggelar 'Pembuatan dan Pembagian 2000 Sempoa dari Pohon Kasuari untuk 61 SD di Kabupaten Lanny Jaya'. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Lanny Jaya itu sukses dan hari itu juga Bupati Lanny Jaya dan Rektor Unimed kembali menerima piagam rekor.

Seperti apa sih sebenarnya kegiatan sehari-hari para guru SM3T di Lanny Jaya? Penuturan Sekda Lanny Jaya Christian Sohilait mungkin bisa jadi gambaran. Katanya, sebelum ada SM3T, beberapa sekolah dalam kondisi kritis. Ada sekolah yang bangunan fisiknya ada, tetapi tidak ada guru. Di Tomanakme Makki, selama satu bulan guru-guru SM3T pergi mencari anak-anak, dan akhirnya berhasil menaikkan bendera merah putih di halaman sekolah. Lain lagi dengan di Poga. ''Di Poga, guru-guru SM3T Senin sampai Rabu mengajar di sekolah. Kamis sampai Sabtu berjalan kaki mencari anak untuk diajak sekolah,'' terang Pak Sekda.

Saat ini tercatat ada 150 guru SM3T yang hadir di Lanny Jaya. Yang 111 orang, yang datang pada September 2014, adalah guru SM3T periode 2014-2015. Mereka berasal dari Unimed (57 orang, Angkatan Ke-4), Yayasan Indonesia Cerdas (17 orang), Surya Institute (27 orang), dan Yayasan Hadasah (10 orang, untuk guru TK dan PAUD). Yang 39 orang lagi adalah guru SM3T periode 2013-2014 yang sudah sempat dipulangkan --kontrak satu tahun mereka mestinya berakhir 24 Agustus 2014-- karena situasi Kabupaten Lanny Jaya agak memanas, tapi kemudian 'dipanggil kembali'. Dari 39 orang ini, 17 di antaranya berasal dari Unimed, dan sisanya dari Universitas Riau (Unri). Untuk periode 2014-2015, Unri menempatkan 36 guru SM3T-nya di Kabupaten Jayawijaya, kabupaten tetangga di sebelah timur, yang jadi kabupaten induk Lanny Jaya.

Para guru SM3T tentu tidak bekerja dengan gratis. Untuk tahun 2012, misalnya, Ditjen Dikti menetapkan setiap bulannya mereka menerima gaji Rp 2 juta per bulan dan insentif Rp 500.000 per bulan. Usai masa bakti selama setahun, mereka bisa ikut Program Profesi Guru (PPG) agar mendapat sertifikat sebagai pendidik, yang berarti nantinya berhak mendapat tunjangan profesi guru jika jadi PNS.

Khusus Lanny Jaya, Pak Sekda Lanny Jaya punya tawaran lain. 39 guru yang 'dipanggil kembali' tadi, misalnya, adalah guru yang bersedia melanjutkan mengajar di Lanny Jaya, tidak digaji Kemdikbud, tapi dibayar oleh Pemkab Lanny Jaya, yang APBD 2015-nya mencapai Rp 1,2 triliun. ''Kami biayai sendiri dan kami beri mereka tunjangan Rp 5 juta per bulan,'' kata Sekda Christian Sohilait, ketika tahun lalu berbicara di hadapan Mendikbud dan 1.500 peserta SM3T di Hotel Bidakara, Jakarta.

Tertarik jadi guru SM3T? Tak ada salahnya membaca dulu buku dan novel yang baru pekan lalu, 19 Mei 2015 diluncurkan para guru SM3T Unimed Angkatan Ke-3, bersama Sekda Lanny Jaya, di Gedung Digital Library Unimed, Medan. Judulnya: 'Merajut Asa di Tanah Papua' dan 'Surat dari Timur'.
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya
Kelurahan Bokon
Distrik Tiom
Kabupaten Lanny Jaya
Provinsi Papua

Website: www.lannyjayakab.go.id






Link:
SM3T Kemdikbud - www.sm-3t.penggiatpendidikan.org
Universitas Negeri Medan - www.unimed.ac.id
Universitas Riau - www.unri.ac.id
Museum Rekor Dunia Indonesia - www.muri.org
Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia - www.leprid.org



Notes: Citra satelit Goole masih kurang up-to-date. Yang terlihat baru area kantor bupati yang sudah dipersiapkan tapi masih kosong. Kantor bupati ini bertetanggan dengan Bandara Tiom, yang ada di sebelah timurnya, di pinggir kanan peta.
Kabupaten Lanny Jaya terbentuk lewat UU No 5 tahun 2008, sebagai pemekaran dari Kabupaten Jayawijaya. Setelah dua kali dipimpin Penjabat Bupati, 2008-2011, Lanny Jaya bisa melangsungkan pilkada pada 2011. Bupati Befa Yikibalom, SE, M.Si dan Wakil Bupati Berthus Kogoya sekarang menjalani kepemimpinan untuk periode 2011-2016.



Distrik di Kabupaten Lanny Jaya:
  1. Makki
  2. Pirime
  3. Tiom
  4. Balingga
  5. Kuyawage
  6. Malagaineri
  7. Tiomner
  8. Dimba
  9. Gamelia
  10. Poga
  11. Kuli Lanny
  12. Lannyna
  13. Gupura
  14. Kolawa
  15. Gelok Beam
  16. Awina
  17. Golo
  18. Wiringgambut
  19. Ayunati
  20. Milimbo
  21. Bugukgona
  22. Yiginua
  23. Yugunggwi
  24. Mokoni
  25. Tiomollo
  26. Niname
  27. Nogi
  28. Balingga Barat
  29. Bruwa
  30. Goa Baliem
  31. Wano Barat
  32. Malagai
  33. Woreka
  34. Nikogwe
  35. Kilulome
  36. Karu
  37. Yiluk
  38. Guna
  39. Muara
Pada 11 Mei 2011, seperti terlihat di foto sebelah, kantor bupati Lanny Jaya sudah masuk tahap finishing. Gedung sudah selesai, lahannya masih tanah. Tapi LPSE Kabupaten Jayapura punya salinan pemenang proyek Pembangunan Kantor Bupati Lanny Jaya Tahap I, Tahun Anggaran 2013, senilai Rp 2,486 miliar, yang baru dibuat pada 6 November 2013. Mungkin ini proyek yang lain lagi. Selain itu, pada tanggal yang sama juga dikeluarkan keputusan pemenang proyek Pembangunan Mess/Hotel Kabupaten Lanny Jaya tahap I, senilai Rp 2,480 miliar.