Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Kawasan Industri Maritim Indonesia, Tual
Selasa, 11 Juni 2013 18:54:38
photo: PT Maritim Timur Jaya
Update - 25 Juni 2015 - PT Maritim Timur Jaya sudah ditutup oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti karena melakukan pelanggaran serius di bidang perikanan.

- - -

Jakarta punya Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman: pelabuhan ikan sekaligus kawasan industri perikanan. Tual, kota otonom mantan ibukota Maluku Tenggara, juga punya. Namanya Kawasan Industri Maritim Indonesia (KIMI). Kawasan industri ini seluas 140 hektar ini bukan milik pemerintah, melainkan milik pengusaha Tommy Winata, milik Artha Graha Group. Lebih tepatnya lagi milik salah satu anak perusahaannya: PT Maritim Timur Jaya. Perusahaan ini, selain mengelola KIMI, juga menjadi perusahaan penangkapan dan pengolah ikan laut.

Mulanya, PT Maritim Timur Jaya memang berniat menjadi perusahaan penangkapan dan pengolahan ikan saja. Pelabuhan ikan dan pabrik pengolahannya mulai dibangun pada 1996 dan rampung dua tahun kemudian. Baru pada 2006, pelabuhan perikanannya mendapat status resmi sebagai pelabuhan ikan swasta dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pada 2009, Kementerian Keuangan memberikan status kawasan berikat kepada PT Maritim Timur Jaya.

Pada Juli 2010, dalam rangkaian Sail Banda, Menteri Kelautan dan Perikanan saat itu, Fadel Muhammad, mencanangkan Tual sebagai Kawasan Minapolitan berbasis ikan tangkap ke-4. PT Maritim Timur Jaya pun lantas menjadi pengembang inti Kawasan Minapolitan itu. Tapi tidak sendirian, sebab di Tual juga ada Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual yang sudah lebih dulu eksis. Pelabuhan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan ini berada 5 kilometer di selatan KIMI, dekat ke pusat kota Tual.

Di KIMI sendiri, saat ini sudah bertebaran berbagai prasarana pendukung industri perikanan: pengolahan ikan, pabrik es, cold storage, dan juga pembangkit listrik berkapasitas 4,5 MW. Adapun area kawasan industrinya yang 140 hektar, dalam masterplan-nya, sudah dipilah menjadi 91 lot dengan berbagai ukuran, baik untuk pabrik, hotel, mess karyawan, pusat komersial, dll.
PT Maritim Timur Jaya
Jl. Dullah Raya, Desa Ngadi Km. 8
Kota Tual
Provinsi Maluku


Tel: 0916-22559
Fax: 0916-22565

Kantor Perwakilan:
Artha Graha Building, Lt. 8
SCBD ( Sudirman Central Business District )
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan - 12190

Tel: 021-5155546
Fax: 021-52897515


Website: www.kimi-mtj.com


Link:
Artha Graha Network - www.arthagraha.net

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual - www.pipp.kkp.go.id

Stasiun Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Tual - www.stasiunpsdkptual.org
Untuk urusan tangkap-menangkap ikan, pada Juli 2010 PT Maritim Timur Jaya pernah mengutarakan niatnya untuk mengerahkan hingga 500 kapal dengan bobot 150 DWT. Niat itu akan diwujudkan dengan menjalin kerjasama dengan Man A Fisheries (Thailand). Dalam tahun pertama kerjasamanya, diharapkan PT Maritim Timur Jaya sudah bisa beroperasi sekitar 200 kapal, yang berarti bakal mampu mengekspor ikan senilai Rp 5 triliun per tahun.

Adapun saat itu, PT Maritim Timur Jaya sudah mengoperasikan 60 kapal, sementara izin kapal yang sudah diajukan sudah mencapai 100 kapal. Soal kebutuhan ikan, saat itu perusahaan membutuhkan sekitar 27 ribu ton ikan per bulan.

Sukseskah kerjasama dengan peruashaan Thailand tadi? Entahlah. Yang pasti, menurut 'kisah jatuh bangun PT Maritim Timur Jaya' yang dipaparkan Moluken.com pada Oktober 2012, jumlah kapal yang ada saat itu hanya 59 kapal tangap ikan ukuran 195285 GT.

Saat pencanangan Kawasan Minapolitan Tual, PT Maritim Timur Jaya pernah juga mengutarakan niatnya untuk menjalin kemitraan dengan 200 kapal nelayan, yang ditaksir bisa mensuplai sekitar 400 ton ikan per bulan. Ikan yang biasa ditangkap nelayan Tual antara lain cakalang, tongkol, dan kakap merah.
Tahun lalu, pabrik pengolahan surimi --bahan baku bakso, sosis, dkk-- milik PT Maritim Timur Jaya mampu menghasilkan surimi siap ekspor sebanyak 25-28 ton surimi per shift (7 jam kerja). Adapun kapasitas produksi pabrik surimi-nya mencapai 100 ton per hari. Hanya saja, karena keterbasan armada kapal dan hasil tangkapan, produksi surimi berjalan Senin-Kemis.

Selain menangkap ikan, PT Maritim Timur Jaya juga sudah memulai upaya budidaya ikan. Yang sudah dicoba antara lain budidaya ikan kerapu putih, kakap dan bandeng. Bisnis lain yang juga sudah dijalani adalah bisnis rumput laut untuk pakan ikan, untuk memenuhi permintaan pabrik pakan ternak milik Charoen Phokpand di Surabaya.

Dalam bisnis penangkapan dan pengolahan ikan, PT Maritim Timur Jaya menghadirkan tak kurang dari 8 perusahaan afiliasinya:
  1. PT Binar Surya Buana - operator kapal ikan

  2. PT Martimim Asian Jaya - pengolahan pakan ikan

  3. PT Delta Praja Mulia - penangkapan dan pengolahan udang dan achovy

  4. PT Pesona Tunas Mentari - transportasi dan kargo

  5. PT Insani Gemilang Pualam - operator kapal ikan dan dok kapal

  6. PT Luki Rejeki Jayadi - penangkaran ikan dan binatang laut lain

  7. PT Laju Usaha Prima - logistik dan pergudangan

  8. PT Martim Anda Fisheries - pengolahan surimi dan pakan ikan.