Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kota Metro

Rabu, 16 Agustus 2017 21:35:22
photo: kantor walikota metro / google street view

Paidjo. Parjiyem. Kedua nama ini Jawa banget. Bagi penduduk Kota Metro, Provinsi Lampung, yang 80 persennya bersuku Jawa, nama itu tentu akrab di telinga. Dan mungkin karena akrab itu pula Paidjo bisa menang dalam pemilihan Walikota Metro pada pilkada serentak 9 Desember 2015. Paidjo ini merupakan sebutan bagi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Metro: Ahmad Pairin dan Djohan Pahlawan. Mereka menang dengan perolehan suara 40 persen. Bagi Ahmad Pairin, kemenangan ini membuatnya jadi kepala daerah untuk ke-dua kalinya, setelah sebelumnya jadi Bupati Lampung Tengah.

Ahmad Pairin terbilang berani mengikuti pemilihan walikota Metro. Soalnya, sejak 15 November 2010, ia berstatus sebagai Bupati Lampung Tengah. Selain berarti harus bertarung lintas wilayah, ia juga harus lebih dulu melepaskan jabatannya sebagai bupati sebelum jadi calon resmi walikota Metro. Dan akhirnya ia memang resmi mengundurka ndiri sebagai Bupati Lampung Tengah pada 26 Agustus 2015, alias kurang 3 bulan dari batas akhir masa jabatan kebupatiannya. Sepeninggal dirinya, Wakil Bupati Mustafa diangkat sebagai Bupati. Dan uniknya, Mustafa juga ikut pilkada serentak 9 Desember 2015 untuk memperebutkan kursi bupati Lampung Tengah. Sebagaimana Pairin --nama panggilan Ahmad Pairin--, Mustafa menang pilkada serentak dengan perolehan suara 65 persen dan sekarang menjadi Bupati Lampung Tengah. Dan Mei 2017 lalu, Mustafa mendeklarasikan diri maju ke Pemilihan Gubernur Lampung 2018.

Setelah dilantik menjadi Walikota Metro pada 17 Februari 2016, Pairin pun resmi hijrah dari Lampung Tengah ke Metro. Tapi ia tidak hijrah sendirian. Selain membawa keluarganya, pria kelahiran 12 Januari 1950 ini juga membawa serta adik perempuannya: Lusia Parjiyem. Di Lampung Tengah, sang adik, yang sarjana pertanian, pernah menjabat sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan Lampung Tengah dan Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Lampung Tengah. Ketika di Metro, oleh abangnya ia ditempatkan sebagai Staf Ahli Walikota Metro. Pada Oktober 2016, DPRD Metro menggelar lelang jabatan Sekretaris Dewan atau Sekretaris DPRD. Parjiyem ikut seleksi, terpilih, dan resmi menjadi Sekwan mulai 18 Oktober 2016. ''Yang bersangkutan punya nilai tertinggi dalam lelang jabatan. Jadi, dia jadi sekwan bukan karena sosok adik walikota, tapi karena kemampuan yang dimilikinya,'' kata Ketua DPRD Metro Anna Morinda.

Siapa yang melantik Parjiyem jadi Sekwan? Abangnya? Bukan. Parjiyem dilantik Wakil Wali Kota Metro Djohan Pahlawan. Uniknya, pada pelantikan 23 pejabat Kota Metro itu, sang wakil walikota juga melantik istrinya sendiri, Siti Aisyah, sebagai Kabid Pengawasan dan hubungan Industrial pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Metro. Mau tak mau, kritik pun bermunculan. Tapi kelihatannya para pimpinan Kota Metro tak terlalu menggubris. Terbukti, 3 Januari 2017, Walikota Ahmad Pairin akhirnya melantik adiknya sendiri sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Metro, alias Parjiyem hanya menjadi Sekwan selama 3 bulan. Kini sang adik sedang sibuk menangani Upsus Pajale di lahan seluas 810 hektar. Upsus Pajale merupakan singkatan dari 'upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai'.

Adakah resiko kepala daerah membawa-bawa adik ke dalam kabinet? Pairin tak perlu belajar jauh-jauh. Cukup menyimak perjalanan kepemimpinan walikota Metro periode sebelumnya, Lukman Hakim, yang memimpin Kota Metro selama 2 periode: 2005-2010 dan 2010-2015. Adik sang walikota, Akhadun Syahbaniah, mantan Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Kota Metro, dijatuhi hukuman 20 bulan penjara karena terbukti melakukan korupsiproyek pembangunan Pasar Tejoagung senilai Rp 3,5 miliar, dengan kerugian negara sebesar Rp 265 juta. Vonis ini ditetapkan pada 7 November 2013: saat Lukman Hakim sedang menjalani periode kepemimpinannya yang ke-dua.

Peta & Citra Satelit

Kantor Walikota Metro

Pemerintah Kota Metro
Jl. AH Nasution No 3
Kelurahan Imopuro
Kecamatan Metro Pusat
Kota Metro
Lampung

Tel: 0725-41475
Fax: 0725-41700

Website: www.metrokota.go.id

Kecamatan di Kota Metro

Kecamatan di Kota Metro:
1. Metro Pusat
2. Metro Utara
3. Metro Selatan
4. Metro Barat
5. Metro Timur