Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah

Rabu, 08 April 2015 23:08:07
photo: ipin utoyo / panoramio

Era otonomi daerah tak melulu berisi wacana pemekaran kabupaten, kota, atau pun provinsi. Pemekaran wanita pendamping, alias nikah siri, juga jadi wacana. Dan ribut-ribut soal nikah siri terbukti tak otomatis merusak karir politik pejabat publik. Bupati Morowali H Anwar Hafid bisa jadi bukti. Meski sempat diterpa kabar menikah siri dengan Angel Lelga --mantan istri siri raja dangdut Rhoma Irama, yang kebetulan juga berstatus sebagai Duta Pariwisata Morowali--, Bupati H Anwar Hafid bisa leluasa ikut pilkada, menang, dan kembali memimpin Kabupaten Morowali untuk periode ke-dua.

Isu nikah siri Anwar Hafid dan Angel Lelga merebak ketika Angel terlihat hamil 5 bulan di bulan Juni 2012. Saat itu, bahkan sudah sejak Mei, bupati yang juga ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah ini sedang sibuk mempersiapkan dirinya untuk mengikuti pilkada Morowali yang bakal digelar November 2012. Isu itu ternyata tak mengusik niatan masyarakat Morowali untuk kembali memilih Anwar Hafid dan Sumisi Marunduh, yang saat itu juga berstatus wakil bupati, untuk meneruskan kepemimpinannya. Walhasil, saat pilkada 27 November 2012, pasangan inkumben ini berhasil meraih 48 persen suara dan menang pilkada.

Kemenangan itu tak otomatis mengantar Anwar Hafid dan Sumisi Marsunduh ke kursi jabatan periode ke-dua. Soalnya, peserta pilkada lainnya menggugat hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi. Yang digugat memang bukan pasangan Hafid dan Marsunduh, melainkan kemunculan seorang calon lain yang mestinya tak ikut pikada karena tak memenuhi persyaratan pencalonan. Buntutnya, MK memutuskan harus diadakan pilkada ulang dan pencopotan aparat KPU yang meloloskan calon tadi.

Pemungutan suara ulang pun akhirnya dilangsungkan pada 13 Maret 2013 dan pasangan Hafid-Marsunduh kembali menang dengan perolehan suara 59.7 persen. Keduanya pun akhirnya dilantik jadi bupati dan wakil bupati pada 25 Mei 2013. Hanya saja, Hafid-Marsunduh gagal memimpin Morowali dua kali berturut-turut. Soalnya, karena masa jabatan periode pertama kepemimpinan mereka berakhir pada 23 Desember 2012, Gubernur Sulteng Longki Djanggola sempat mengangkat Baharuddn H Tanriwali sebagai Penjabat Bupati untuk mengisi kevakuman kepemimpinan di kabupaten yang --berdasarkan UU No 51 tahun 1999-- dimekarkan dari Kabupaten Poso.

Lantas, bagaimana dengan Angel Lelga dan kehamilannya yang 5 bulan? Ternyata oke-oke saja. Duta Pariwisata Morowali yang diangkat Anwar Hafid pada 2011 ini akhirnya mengaku sudah punya anak. Juga, punya seorang suami bernama Anwar Hafid. Pengakuan ini, yang akhirnya kembali meramaikan jagad nikah siri, dituangkan Angel dalam formuir kepesertaannya sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2014. Bupati Morowali-kah suami yang bernama Anwar Hafid itu? Ataukah orang lain yang kebetulan punya nama sama? Entahlah. Yang pasti, Angel Lelga akhirnya gagal ke Senayan. Caleg dari PPP di Dapil V Solo ini kalah dari Puan Maharani, putri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, caleg dari PDIP, yang sekarang menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Ada gosip apa lagi seputar Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng? Masih belum ada kabar baru yang melibatkan Angel Lelga. Yang ada, Maret lalu, Anwar Hafid mengurungkan niatnya untuk mengajukan diri sebagai calon Gubernur Sulteng pada Pilkada Desember 2015 mendatang. Alasannya, ia ingin menuntaskan dan mengawal program-program yang sudah dibuat dan dijalankannya sejak kepemimpinan periode pertama, hingga akhir jabatan ke-dua-nya pada 2018. Antara lain, program kesehatan gratis, pendidikan gratis (dari tingkat SD hingga perguruan tinggi), dan program 'Aladin'. Yang terakhir ini merupakan singkatan dari 'Atap, Lantai, dan Dinding', alias program perbaikan rumah tak layak huni.

Juga, mungkin Anwar Hafid ingin menyaksikan langsung progres mega proyek yang Desember 2014 lalu diresmikan Menteri Perindustrian Saleh Husin: proyek pembangunan Kawasan Industri Morowali Tsingshan di Kecamatan Bahodopi. Kawasan industri yang akan jadi sentra pengolahan nikel --serta produksi stainless steel dan produk turunannya-- ini dikembangkan oleh PT Sulawesi Mining Investment, perusahaan patungan antara Bintang Delapan Group dan Tsingshan Group (Cina), dilahan seluas 1.200 hektar.

Pilar utama Kawasan Industri Morowali Tsingshan adalah smelter pengolahan nikel. Tahap pertama proyek ini, yang diharapkan rampung dan beroperasi komersial pada April 2015 ini, adalah pembanguan smelter nikel berkapasitas 300.000 ton dan PLTU batubara berkapasitas 265 MW. Pada Desember 2015, diproyeksikan rampung satu smelter nikel lagi yang berkapasitas 600.000 ton dan PLTU berkapasitas 2x150 MW. Selanjutnya, pada 2017, akan hadir satu smelter nikel lagi yang berkapasitas 300.000 ton, PLTU 300 MW, dan serta industri pengolahan stainless steel berkapasitas 2 juta ton, beserta industri turunannya. Kelak, di Kawasan Industri Morowali Tsingshan juga akan dibangun bandara dan pelabuhan.

Akankah proyek itu berjalan mulus sesuai jadwal? Semoga saja begitu. Soalnya, pada awal 2013 pun pernah beredar kabar bahwa smelter di Morowali ini akan bisa beroperasi sebelum tahun 2014 berakhir. Adapun PT Sulawesi Mining Investment (SMI) sendiri sudah aktif menambang nikel di Morowali sejak 2010. Dan untuk urusan smelter nikel, PT SMI bukanlah yang pertama. Pemain lain sudah lebih dulu mengoperasikan smelter di berbagai kabupaten di Sulawesi dan Maluku: PT Vale Indonesia Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Cahaya Modern Metal Industri, dan PT Indoferro.

Peta & Citra Satelit

Kantor Bupati Morowali

Pemerintah Kabupaten Morowali
Desa Bente
Kecamatan Bungku Tengah
Kabupaten Morowali
Sulawesi Tengah

Website: www.morowalikab.go.id


Link:

Bintang Delapan Group - www.bintangdelapan.com

Kecamatan di Morowali

Kecamatan di Kabupaten Morowali:
  1. Menui Kepulauan
  2. Bungku Selatan
  3. Bahodopi
  4. Bungku Pesisir
  5. Bungku Tengah
  6. Bungku Timur
  7. Bungku Barat
  8. Bumi Raya
  9. Witaponda