Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kota Blitar
Sabtu, 03 Juni 2017 00:40:48
photo: kantor walikota blitar / google street view
Sekolah itu tidak mahal. Cukup modal celana dalam. Ini yang sekarang terjadi di Kota Blitar, di bawah kepemimpinan walikota 2 periode: Samanhudi Anwar. Mengikuti wajib belajar 12 tahun di Kota Blitar cuma nol rupiah. Serba gratis. Hanya anak-anak dan remaja yang dapat gratisan? Kalangan lebih tua juga kebagian: mereka bisa nikah gratis. Biaya KUA ditanggung APBD. Apalagi yang gratis? Para siswa yang bermodal celana dalam tadi bakal menerima sepeda gratis: 12 ribu sepeda. Satu sepeda dibanderol Rp 2 Juta. Totalnya disediakan dana Rp 24 miliar. Tapi ini yang bikin pusing Walikota Blitar. Lelang pengadaannya gagal terus. Belum ada yang sanggup menyediakan sepeda sebanyak itu.

Sekolah gratis bukan sekedar omongan Walikota Samanhudi Anwar saja. Pada 7 Februari 2011, atau 6 bulan setelah ia dilantik jadi walikota periode pertama, 2010-2015, ia menuangkan program sekolah gratis itu menjadi Peraturan Walikota Blitar No 15 tahun 2011 tentang Program Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun. Tahun lalu, saat sudah menjalani kewalikotaan periode ke-dua, 2016-2021, dan aksi kongkrit program itu sudah kian melebar kesana-kemari, Samanhudi Anwar menuangkan langsung ceritanya lewat artikel yang ia tulis di Koran Sindo, bertajuk Sekolah Nol Rupiah ala Kota Blitar .

Biaya pendidikan apa saja yang gratis? SPP sudah pasti gratis. Uang seragam dan tetek bengek lainnya? Gratis juga. Satuan pendidikan yang dikelola Pemkot Blitar, biaya investasi dan operasionalnya ditanggung APBD, sehingga tak ada pungutan iuran lagi. Seragam sekolah, seragam batik, dan seragam pramuka juga gratis. Bantuan ongkos jahitnya pun diberikan. Ikat pinggang, seragam olah raga, kaos kaki, dan sepatu juga diberikan cuma-cuma. Pergi sekolah? Ada bus sekolah gratis. Siswa naik angkot juga gratis. Buku pelajaran juga gratis? Sudah tak zaman pakai buku. Mulai 2015, Pemkot Blitar membagikan tablet gratis, plus membuat aplikasi Sinau (Sistem Informasi Anak Unggul). Internetnya? Ada wifi gratis di seantero kota Blitar. Pemkot menebar hotspot di semua kantor di lingkungan pemkot, di semua kantor SKPD, di 3 kantor kecamatan, di 21 kantor kelurahan, dan di banyak tempat umum.

Semua itu digratiskan karena Walikota Samanhudi Anwar ingin menjadikan Kota Blitar sebagai kota perdagangan dan jasa. Sebagai kota yang luas wilayahnya cuma 32,58 kilometer persegi, alias kota otonom terkecil ke-dua di Jawa Timur setelah Kota Mojokerto, Kota Blitar tak punya banyak sumber daya alam. Maka, Kota Blitar perlu orang pintar dan orang sekolahan untuk membangun kota perdangan dan jasa. Sekolah gratis jadi pilihan. Dan tak asal gratis, Pemkot Blitar mengalokasikan rata-rata 46 persen APBD untuk pendidikan: sementara orang lain masih bicara soal 20 persen dari APBD atau APBN untuk pendidikan. ''Ibaratnya, siswa di Kota Blitar hanya bondo sempak. Semua biaya dan peralatan sekolah ditanggung APBD,'' simpul Pak Walikota.

Omongannya terasa lebay? Mungkin tidak. Ia juga punya alasan pribadi tentang mengapa sekolah mesti gratis. ''Jangan sampai protol sekolah seperti saya,'' bilang Pak Walikota, mengenang masa pahit harus berhenti sekolah saat kelas 4 di SD Muhammadiyah karena tak punya biaya. Setelah mengangur setahun, anak bungsu dari 16 bersaudara di keluarga pas-pasan ini, yang dulu tinggal di Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, akhirnya bisa sekolah lagi di SD Kepanjen Lor 4, sampai tamat.

Ketika masuk SMPN 4 Kota Blitar, ia terpaksa berhenti di kelas 3 karena tak punya duit. Pindah ke mana lagi? Ia tak masuk sekolah formal lagi. Ia ikut sekolah informal Program Kejar Paket B dan bisa mendapat ijazah kesetaraan SMP. Ia pun lantas masuk SMA Budi Utomo. Tapi, lagi-lagi, terpaksa keluar di kelas 2. Ia lantas merantu ke Bali selama 5 tahun. Pulang kampung, ia ikut Program Paket C dan bisa mengantongi ijazah kesetaraan SMA. Setelah itu, sembari kuliah, ia terjun ke dunia politik. Ia pernah jadi anggota DPRD, 2 kali menjadi Ketua DPRD Kota Blitar, dan akhirnya jadi walikota. Serba mulus jalannya setelah sekolah? Tidak juga.

Saat Samanhudi Anwar, yang sekarang sudah bergelar Sarjana Hukum, mencalonkan diri jadi walikota pada 2010, ia harus berurusan dengan tuduhan memalsukan ijazah Kejar Paket C-nya. Ketika maju lagi sebagai calon walikota pada pilkada seretak 9 Desember 2015, isu ijazah kesetaraan dimunculkan lagi. Tapi semua itu bisa dipatahkan. Ia selalu menang pilkada. Bahkan, pada pilkada terakhir, ia dan pasangan setianya, Wakil Walikota Santosa Unggul, berhasil menang dengan perolehan suara 92,7 persen. Dengan kata lain, pasangan yang diusung koalisi Partai PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, PAN, Partai Hanura, dan Partai Gerindra ini berhasil mengalahkan rekor Joko Widodo (Presiden Jokowi) saat menang pemilihan walikota Solo: 91 persen suara. Kemenangannya diyakini berkat program sekolah gratis.

Saat kampanye untuk jadi walikota periode ke-dua itulah Samanhudi Anwar menjanjikan sepeda gratis. Tepatnya, melarang siswa naik motor atau mobil ke sekolah, dan sebagai kompensasinya mereka akan diberi sepeda gratis. Dan akhirnya, Agustus 2016, atau 6 bulan setelah dilantik jadi walikota periode ke-dua pada Februari 2016, ia benar-benar memproklamirkan program 12 ribu sepeda gratis dengan anggaran Rp 24 miliar. Rencananya, pada tahun ajaran baru Januari 2017, para siswa sudah bisa ke sekolah naik sepeda. Dinas Perhubungan dan Kominfo Kota Blitar pun sudah dikerahkan untuk menata ulang jalan utama Kota Blitar guna mengakomodasi para siswa yang bersepeda. Adapun sepedanya sendiri berstatus 'sepeda pinjaman, atau bergulir: kelak akan dilanjut-pakai oleh para adik kelas.

Sayang, pada 15 November 2016, LPSE Kota Blitar mengumumkan berita lelang gagal terhadap Lelang No 768205: Pengadaan Sepeda Siswa SMP, SMA dan SMK, yang bernilai Rp 10,8 miliar. Dua pekan kemudian, 29 November 2016, barulah Pak Walikota mengumumkan lelang gagal itu secara resmi: tak ada satu pun perusahaan yang bersedia menyampaikan penawaran, karena tak sanggup mengadakan 5.000 sepeda dalam waktu satu bulan. Walhasil, rencana bersepeda ke sekolah pada Januari 2017 pun gagal. Samanhudi Anwar menyerah? Tidak juga. Ia berjanji program itu akan tetap jalan. Karena itulah, sejak 2 hari lalu, 31 Mei 2017, Pemkot Blitar kembali membuka lelang serupa, dengan nilai Rp 10,9 miliar. Berapa sepeda? Mungkin sama: 5.000 sepeda. Mungkin ini baru tahap pertama, karena Pak Walikota menjanjikan 12 ribu sepeda. Tapi yang pasti, seperti pada lelang sebelumnya, periode lelang ini juga hanya satu bulan. Berminat jualan sepeda 10 miliar?

Lepas dari soal sepeda gratis, bagaimana dengan soal nikah gratis yang disebut di awal? Program itu, Nikah dan Rujuk Gratis, resmi diluncurkan pada 1 Januari 2014, ditandai dengan penandatanganan MOU antara Pemkot Blitar dengan Kantor Kementerian Agama Kota Blitar. Landasan pemikirannya: demi menghilangkan perzinahan, terutama di kalangan muda yang sudah siap nikah. Adapun yang ditanggung ABD mencakup biaya pencatatan nikah, biaya modin, dan pembelian kembar mayang. Dan lebih lanjut, program ini juga dimaksudkan untuk mengurangi perselingkuhan abiat nikah siri. Karenanya, Samanhudi Anwar saat itu menjanjikan akan mengeluarkan Perda Ijab Siri.

Sudah banyakkah orang yang menikmati program nikah gratis itu? Terjadikah migrasi besar-besaran warga daerah lain ke Kota Blitar untuk menikmati program nikah gratis, seperti yang terjadi pada program sekolah gratis? Belum ada cerita soal itu. Tapi yang kita tahu, Walikota Blitar Samanhudi Anwar baru saja menikah pada Maret 2017, setelah menduda lebih dari setahun. Perempuan yang menjadi istri barunya terbilang populer di jagad televisi nasional: penyanyi, pemain sinetron, dan lama jadi sinden 'Opera van Java': Desy Fatmawati Paramita alias Echa Paramita. Ikut nikah gratis?
Pemerintah Kota Blitar
Jl. Merdeka No.105
Kelurahan Kepanjen Kidul
Kecamatan Kepanjen Kidul
Kota Blitar
Jawa Timur

Tel: 0342-801171

Website: www.blitarkota.go.id
Wilayah Kota Blitar hanya dipiliha menjadi 3 kecamatan:
1. Kepanjen Kidul
2. Sananwetan
3. Sukorejo
Places TerdekatKm
Stasiun Blitar, Kota Blitar 0,294
Masjid Jami Ussisa Littaqwa, Plosokerep, Kota Blitar 1,100
SDN Plosokerep 1, Sananwetan, Kota Blitar 1,202
RS Syuhada Haji, Blitar 1,844
SMKN 2 Blitar, SMEA Kosgoro versi Negeri 1,895
RSD Mardi Waluyo, Kota Blitar 1,994
Makam Bung Karno, Kota Blitar 2,076
Batalyon Infanteri 511/Badak Hitam, Kota Blitar 2,214
Terminal Bus Patria, Kota Blitar 2,735
Penataran Temple 10,485
Hotel TerdekatKm
Patria Palace Hotel, Kota Blitar 0,085
Tugu Blitar Hotel, Kota Blitar 0,325
Patria Plaza Hotel, Kota Blitar 0,726
Istana Hotel, Kabupaten Tulungagung 29,216
Narita Hotel, Kabupaten Tulungagung 29,336
Santana Hotel 44,609
Cakra Residence Hotel 57,751
Yusro Hotel & Convention, Kabupaten Jombang 63,491
Aston Madiun Hotel, Kota Madiun 88,058
Hotel Merdeka, Kota Madiun 88,417
Berita Kota Blitar
Realisasi Sepeda Gratis Kembali Ditunda
Larang Siswa Naik Motor, Pemerintah Blitar akan Bagikan 12 Ribu Sepeda
Ini 17 Bupati dan Wali Kota di Jatim yang Dilantik Hari Ini
Petahana Samanhudi-Santoso menangi pilkada Kota Blitar
Jalur KA Penataran Ekspress Diperpanjang ke Blitar
DPRD kota Blitar Sesalkan RSD Mardi Waluyo Belum Didukung Poli Jiwa
Rumah Sakit Mardi Waluyo Diobok-obok Maling
Pemkab Janji Akan Lunasi Hutang Ke RSD Mardi Waluyo
Polisi Blitar Geledah Tas Pemudik di Terminal Patria
RSD Mardi Waluyo Telah Sesuai Prosedur Tangani Pasien Bersalin