Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Bandara Maratua, Kabupaten Berau
Senin, 29 Juni 2015 15:09:14
photo: pulau maratua
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikenal suka naik motor cowok atau motor ber-kopling. Bukan sekedar menggelindingkan motor, tapi ia juga suka ngebut full speed. Hal ini dibuktikannya saat melawat ke Pulau Maratua, Kabupaten Berau. Begitu melihat landas pacu Bandara Maratua yang mulus karena baru selesai dibuat, ia langsung menggeber motor sekencang-kencangnya di landas pacu yang kelak bakal didarati Susi Air itu. Dan Juni 2015 ini, bandara di Kalimantan Timur itu kabarnya bakal diresmikan Presiden Jokowi, secara simbolis, bersama 17 bandara lainnya.

Aksi kebut di landas pacu Bandara Maratua itu dilakukan Susi saat datang ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, November 2014. Ketika datang, ia mendarat di Bandara Kalimaru, bandara utama Kabupaten Berau, yang kini juga sudah tampil cantik. Keesokan harinya, ia terbang dengan helikopter ke Pulau Maratua, salah satu pulau di kawasan wisata Kepulauan Derawan: kawasan yang kerap disebut Raja Ampat-nya Kalimantan Timur. Setelah blusukan sana-sini, dengan mengendarai 'motor laki' juga, ia akhirnya menjajal landas pacu baru sepanjang 1.400 meter itu. Usai tancap gas, Susi pun bilang: setelah bandara kelar seratus persen, Susi Air akan akan jadi pesawat pertama yang menyentuh landasan ini. ''Saya akan langsung terbang perdana, membawa pesawat Susi Air, dan sekaligus membuka penerbangan reguler,'' bilang menteri yang juga pemilik maskapai Susi Air.

Bandar Maratua sudah terdata di Ditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Tapi sekedar namanya saja. Data bandaranya masih kosong. Bisa begitu karena bandara yang tergolong bandara perintis ini memang baru. Pemerintah Provinsi Kaltim, dan juga Pemkab Berau, sengaja membangunnya untuk memudahkan akses ke kawasan wisata Kepupaluan Derawan, khususnya ke pulau tempat bandara itu berada, Pulau Maratua. Direncanakan pada 2011, pematangan lahan seluas 77.500 meter yang disediakan Pemkab Berau berlangsung pada 2012. Pada 2013, pembangunan landas pacu pun dimulai dan akhirnya rampung akhir tahun 2014 lalu. Biayanya mencapai Rp 92 miliar: Rp 52 miliar dari APBD Pemprov Kaltim dan Rp 40 miliar lagi dari APBN.

Dana hampir seratus miliar itu ternyata hanya cukup untuk membangun landasan dan apron bandara saja. Maksudnya? Bandara Maratua belum punya terminal penumpang. Bahkan lahan untuk area terminal pun belum tersedia. Pemkab Berau masih dalamm proses membebaskan lahannya. Sedangkan untuk pembangunan terminalnya, Pemprov Kaltim sudah mengajukan anggaran Rp 2 miliar ke pemerintah pusat (APBN). Sambil menunggu kehadiran terminal, layanan kebandaraan akan diselenggarakan di sebuah bangunan lama milik Pemkab yang memang ada di kawasan bandara.

Akhir Mei 2015, seperti dijanjikan Menteri Susu, pesawat Susi Air dijadwalkan melakukan uji coba. Tak diketahui apakah uji coba itu jadi berlangsung atau tidak. Masih belum ada kabar. Juga tak diketahui pesawat apa yang didaratkan Susi Air di sana. Yang jelas, pada awal Mei, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain, Susi Air pasti mencobanya. Sedangkan untuk mendaratkan pesawat yang lebih besar, semisal pesawat ATR 42 milik Kalstar, yang bisa mengangkut 40 penumpang, pihaknya masih harus menunggu verifikasi dari Kementerian Hubungan. Pesawat semacam itu rencananya baru akan boleh mendarat pada 2016. Begitu juga dengan pesawat Hercules TNI-AU.

Kabar Jokowi bakal meresmikan bandara itu juga diutarakan Zairin Zain. Tanggal pastinya, ia masih belum tahu. Yang jelas, Presiden Jokowi akan meresmikannya secara simbolis bersama 17 bandara lainnya. Adapun peresmian sungguhannya, atau secara langsung, baru akan dilakukan Menteri Perhubungan Ignasioun Jonan pada Desember 2015.
Bandara Maratua
Desa Payung-payug
Kecamatan Maratua
Kabupaten Berau
Kalimantan Timur