Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Garuda Wisnu Kencana

Senin, 11 Juli 2011 12:40:24
photo: jobojero/indoplaces

Lain riwayat, lain pula penjelmaannya. Kalau Garuda lambang Indonesia, sang burung menoleh ke kanan. Tapi kalau Garuda yang jadi 'wahana' atau tunggangan Dewa Wisnu, sang burung menoleh ke kiri. Contohnya adalah patung raksasa Garuda di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana di Bukit Ungasan, Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.

Kalau bertandang ke Garuda Wisnu Kencana, yang berada sekitar 30 kilometer di selatan Denpasar, jangan kaget kalau melihat burung itu --yang baru bagian kepala dan pundak saja-- masih 'terkapar' di tanah. Bisa begitu lantaran proyek pembuatannya memang masih belum selesai, meski sudah dimulai sejak 21 tahun silam. Kelak kalau sudah jadi, sosok burung itu akan tinggi sekali: 150 meter; dan bentangan sayapnya akan mencapai 64 meter. Adapun sekarang, bagian kepala dan bahu tadi baru mencapai ketinggian 18 meter.

Peta & Citra Satelit

Patung Dewa Wisnu

Patung Dewa Wisnu, yang kelak bakal tampil menunggangi sang garuda, seperti yang banyak kita lihat di lukisan dan cinderamata, juga bernasib sama. Hingga kini patung Dewa Wisnu baru rampung setengah badan. Sosoknya pun --tingginya 20 meter-- masih terlihat tanpa lengan. Lengannya, yang baru rampung dibuat pada 2007, masih diletakkan di 'lokasi sementara' tak jauh dari sang badan. Semua patung itu merupakan karya Nyoman Nuarta, pematung berdarah Bali, yang kini tinggal di Bandung. Ia pula yang sejak awal menggagas kawasan tersebut.

Yang berada di lokasi sementara sebenarnya tak hanya sang lengan. Patung Dewa Wisnu dan juga patung Garuda pun lokasinya yang sekarang masih temporer. Di mana lokasi finalnya, kita lihat saja nanti. Yang pasti tetap di area perbukitan batu Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, alis Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, yang luasnya mencapai 250 hektar. Adapun titik tertinggi kawasan itu adalah yang sekarang ditempati patung setengah badan Dewa Wisnu, yang lazim disebut Plaza Wisnu.

Bukit Ungasan

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana
Jalan Raya Uluwatu, Ungasan
Kuta Selatan
Kabupaten Badung - 80364
Bali

Tel: 0361-703603
Fax: 0361-703626

Website: www.gwk-culturalpark.com


Harga Tiket
Wisatawan Indonesia - Anak-anak - Rp 20.000
Wisatawan Indonesia - Dewasa - Rp 25.000
Wisatawan Asing - Anak & Dewasa - Rp 50.000


Pengembang: Istana Group - www.istanagroup.com

Patung Kebangkitan Nasional

Pada 2006, ketika proyek Garuda Wisnu Kencana (GWK) sudah berusia 17 tahun, Presiden SBY dan rombongan pernah melakukan peninjauan. Angin segar pun berhembus. Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana dicanangkan harus rampung dalam dua tahun, bertepatan dengan peringatan satu abad 'Hari Kebangkitan Nasional''. Angin segar itu ternyata cuma bertiup sepoi-sepoi.

Sebagaimana umumnya proyek periode panjang, perjalanan GWK pun banyak menjumpai batu sandungan. Pada 2005, misalnya, Nyuman Nuarta pernah mengancam akan menghentikan keseluruhan proyek. Gara-garanya, perusahaan yang diserahi mengelola GWK, PT Bukit Indah Ungasan, menjalankan pengelolaan dengan terlalu berorientasi profit: menyimpang dari gagasan dasar sebagai pusat seni dan budaya. Buntutnya, oleh Yayasan Garuda Wisnu Kencana, pengelolaannya hingga sekarang dialihkan ke PT Garuda Adhimatra Indonesia, , anak perusahaan Istana Group, konglomerat properti asal Bandung, Jawa Barat.

Pusat Seni Garuda Wisnu Kencana

Ada yang suka menyebutnya dengan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Ada yang suka istilah inggrisnya, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Ada pula yang lebih senang menyebutnya sebagai Pusat Seni Garuda Wisnu Kencana.