Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Candi Prambanan
Kamis, 30 September 2010 07:24:18
photo: che/indoplaces
Terletak di tepi jalan Yogya-Solo, candi Prambanan langsung menohok mata dengan ketinggiannya yang mencapai 47 meter dan keindahan arsitekturnya.

Hanya 100 meter dari jalan utama tersebut, candi Prambanan merupakan tujuan wisata yang tak gampang dilewatkan begitu saja. Dari tangan anggota dinasti Sanjaya pada abad 9, Prambanan yang dikenal pula dengan sebutan candi Loro Jonggrang, kini merupakan salah satu masterpiece selain candi Budha, Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Keduanya masuk dalam UNESCO World Heritage List pada 1991.

Terletak di desa Prambanan, kecamatan Prambanan, kompleks candi terdiri dari tiga candi utama, Siwa, Wisnu, dan Brahma, Prambanan merupakan kompleks percandian yang luas, lengkap dengan sejumlah candi perwara. Selain candi sebagai pusatnya, kawasan wisata Prambanan juga dilengkapi dengan panggung terbuka Ramayana. Di sini, di setiap bulan purnama dipentaskan tari Jawa Klasik.
Candi dan air. Begitu juga dengan candi Prambanan yang terletak di pinggir Kali Opak. Dalam konsep Hindu, candi sebagai bangunan suci memang tidak dapat dipisahkan dengan air sebagai sumber kehidupan.

Menurut kitab Silpasastra atau Vastusastra, yakni kitab yang berisi petunjuk pembuatan candi, candi sebaiknya dibangun di dekat air, baik sungai, danau maupun laut.

Tempat ideal menurut kitab tersebut adalah daerah pertemuan dua sungai. Tidak heran jika Borobudur pun dibangun di dekat pertemuan sungai Opak dan Progo. Oleh karena itu, sebagian besar candi, termasuk candi-candi Budha sekalipun, dibangun tak jauh dari sungai.

Yang menarik, dalam pembangunan candi Prambanan, pembuatnya nampak berusaha keras memenuhi petunjuk kitab tersebut. Para ahli menemukan adanya pembelokan aliran kali Opak, yang diyakini terjadi di antara desa Klurak dan Bogem, kecamatan Prambanan saat ini.
Bumi Perkemahan Rama Shinta, Taman Wisata Candi Prambanan.
Kompleks candi Prambanan terdiri dari tiga candi utama yang menghadap ke timur, yakni candi Siwa diapit oleh candi Wisnu, dan Brahma di menempati halaman utama. Ketiganya merupakan candi induk yang berfungsi sebagai pusat bangunan.

Di depan ketiga candi tersebut terdapat candi yang lebih kecil yang kerap disebut candi wahana (kendaraan) karena berisi arca hewan yang menjadi tunggangan ketiga dewa tersebut. Yaitu embu Nandini (wahana Siwa), Angsa (wahana Brahma), dan Garuda (wahana Wisnu).

Di halaman kedua, berdiri sekitar 250 candi perwara atau pengiring. Yang menarik disejumlah candi terpahat nama-nama yang diyakini para ahli sebagai donatur pembangunan candi sekaligus pengakuan mereka atas kekuasaan dinasti Sanjaya.