Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

BPR BDE, Cabang Kaliurang, Kabupaten Sleman

Jumat, 08 Mei 2015 08:42:09
photo: che/indoplaces

Presiden Jokowi sempat bingung ketika harus memilih siapa yang harus jadi menteri keuangan kabinetnya? Apakah mempertahankan M Chatib Basri, yang saat itu jadi menteri keuangan; ataukah Bambang Brodjonegoro, yang ketika itu jadi wakil menteri keuangan; ataukah Prof Dr Sri Adiningsih MSc, teman sekelas Jokowi semasa SMP yang jadi kandidat favorit usulan Ketua Umum PDIP Megawati? Pilihan Jokowi sekarang sudah jelas, Sri Adiningsih --yang juga dikenal sebagai Komisaris Utama BPR BDE-- akhirnya dilantik jadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), lembaga pengganti Dewan Pertimbangan Agung (DPA) hasil amandemen UUD 1945 yang dia juga dulu ikut menggarapnya pada 2006.

BPR BDE, nama singkat bagi PT Bank Perkreditan Rakyat Bhakti Daya Ekonomi, memang biasa dikomisarisi tokoh ekonomi tingkat nasional. Atau lebih tepatnya lagi, tokoh ekonomi alumni Fakultas Ekonomi UGM. Sebelum Sri Adiningsih, jabatan komisaris utama ditempati Dr Anthonius Tony Prasetiantono MSc, alumni FE UGM yang pernah menjadi Komisaris Independen Bank Mandiri (2003-2005) dan Kepala Ekonom di Bank Indonesia (2006-2010). Sejak 2010, dia menjadi Komisaris Independen Bank Permata. Adapun Sri Adiningsih, sebelum jadi Ketua Wantimpres, menjabat sebagai anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (2013-2015) dan aktif di Megawati Insititut, think thank-nya PDI Perjuangan.

BPR BDE, yang berdiri sejak 1970, memang tergolong BPR yang oke. Majalah Infobank, pada 2011, pernah memberinya penghargaan sebagai BPR terbesar di Yogyakarta, sekaligus BPR berkinerja sangat baik. BPR BDE berdiri dan berpusat di Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut, data Perbarindo, dia menjadi salah satu dari 10 BPR yang berkantor pusat di Kabupaten Sleman. Sekarang ini, BPR BDE sudah keluar kandang dan memiliki cabang (plus 1 kantor kas) di seluruh kabupaten dan kota yang ada di DI Yogyakarta. Meski begitu, baru Kantor Cabang Wonosari, di Kabupaten Gunung Kidul yang kantornya berdiri di lahan milik sendiri.

Saat meresmikan gedung baru Kantor Cabang Wonosari tadi, Dirut BPR BDE Tribowo SE,MM bilang kalau kinerja cabang di Gungung Kidul itu cukup signifikan. Per semester I 2014, BPR BDE Cabang Wonosari bisa meraup laba Rp 2,6 miliar. Adapun soal kinerja keuangan BPR BDE secara keseluruhan, ia bilang: per Agustus 2014, aset BPR BDE mencapai Rp 448,2 miliar; dana pihak ketiga sebesar Rp 331,8 miliar; dan penyaluran kredit sebesar Rp 383,9 miliar. Di Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri, menurut statistik Bank Indonesia Maret 2015, total aset seluruh BPR mencapai Rp 4,2 triliun. Kabupaten yang total aset BPR-nya tertinggi adalah Kabupaten Sleman: Rp 2,2 triliun.

Hadiah mobil jadi kiat BPR BDE dalam menjaring nasabah. Januari 2015 lalu, misalnya, di halaman parkir Gereja Maria Asumpta Pakem, BPR BDE menyerahkan Toyota Avanza sebagai grand prize Tabungan Simpanan Arisan Ekonomi (SAE) Impian 2014. Tahun 2015 ini, nama tabungannya diganti jadi Tabungan SAE Premium 2015, hadiahnya dinaikkan jadi sedan hatchback Toyota Agya. 'Tabungan arisan' ini terbilang unik karena harus diikuti nasabah secara berkelompok, minimal 200 orang, dan setiap orang wajib menabung minimal Rp 100 ribu, selama 36 bulan.

Peta & Citra Satelit

BPR Bhakti Daya Ekononomi

BPR BDE - Kantor Cabang Kaliurang
Jl. Kaliurang Km. 6,5
Kentungan
Kabupaten Sleman
DI Yogyakarta

Tel: 0274-880018
Fax: 0274-888615


BPR BDE - Kantor Pusat
Jl. Kaliurang Km.17
Pakem
Kabupaten Sleman
DI Yogyakarta - 55582

Tel: 0274-895115
Fax: 0274-895175

Website: www.bprbde.co.id