Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Puskesmas Gondanglegi, Kabupaten Malang
Kamis, 30 Juli 2015 17:05:31
photo: che/indoplaces
Puskesmas ideal. Kabupaten Malang setidaknya punya 5 puskesmas semacam itu. Ideal dalam arti memberikan layanan berbasiskan potensi lokal, atau sesuai problem kesehatan lokal. Puskesmas Gondanglegi adalah salah satunya. Puskesmas di 'Kota Santri' ini tergolong puskesmas ideal karena fokus pada isu kesehatan yang dominan di sana: HIV/AIDS. Akibat seks bebas? Bukan. Itu jadi 'keidealan' puskesmas Kabupaten Malang lainnya: Puskesmas Sumberpucung. Kecamatan Gondanglegi punya banyak penderita HIV/AIDS karena narkoba. Lebih spesifik lagi: tertular lewat jarum suntik heroin.

Hingga akhir 2012, jumlah penderita HIV/AIDS di Kecamatan Gondanglegi menjadi yang tertinggi se-Kabupaten Malang: 143 orang dari total 872 orang penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang. Jumlahnya jauh lebih tinggi dari beberapa kecamatan lain: Dampit (58 orang), Sumberpucung (57), Sumbermanjing Wetan (46 orang), Kepanjen (42 orang), dan Turen (40). Angka penderita HIV?AIDS di Gondanglegi itu sudah turun separoh lebih dari catatan pada 2008: 350 orang.

Tak ada kabar soal mengapa angka penderita itu turun drastis. Tapi pastinya, kematian jadi salah satu sebabnya. Pada 2006, ketika jumlah penderita HIV/AIDS di Gondanglegi dan Sumberpucung baru tercatat sebanyak 84 orang, 16 orang meninggal pada periode Januari-Oktober 2006. Sementara di tahun 2008, hanya terdengar kabar 2 penderita yang meninggal, yang kebetulan tinggal bertetanggaan di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi. Para penderita HIV/AIDS disebut sebagai korban 'kejayaan' kasus narkoba di Gondanglegi pada periode 1999-2004. Meski era itu sudah lama berlalu, pada 2013 sempat pula seorang pegawai Puskesmas Gondanglegi diringkus polisi karena menjual sabu-sabu.

Pemerintah Kabupaten Malang tentu menanggapi serius persoalan ini. Sebelum 2009, di Puskesmas Gondanglegi, Puskesmas Sumberpucung, dan RSUD Kanjuruhan (di Kecamatan Kepanjen, ibukota Kabupaten Malang), sudah dihadirkan fasilitas VCT (voluntary counseling and testing) bagi penderita HIV/AIDS. Pada Desember 2009, fasilitas VCT dihadirkan pula di 5 puskesmas lainnya: Puskesmas Dampit, Puskesmas Tumpang, Puskesmas Dau, Puskesmas Pujon, dan Puskesmas Ngantang. Pada Desember itu, jumlah penderita HIV/AIDS yang ditemukan selama periode 2001-2009 tercatat sebanyak 399 orang. Dari jumlah itu, 103 orang diantaranya sudah meninggal. Adapun jumlah penderita baru sebanyak 98 orang.

Adapun gelar 'puskesmas ideal' dinobatkan pada 2010 bagi 5 puskesmas dari total 33 puskesmas yang saat itu ada di 33 kecamatan di Kabupaten. Seperti sudah disinggung di awal, Puskesmas Gondanglegi, yang jadi kecamatan tetangga sebelah timur ibukota Kepanjen, dinobatkan sebagai puskesmas ideal untuk layanan bagi penderita HIV/AIDS. Sementara Puskesmas Sumberpucung, kecamatan tetangga sebelah barat ibukota Kepanjen, dinobatkan sebagai puskesmal ideal untuk layanan kesehatan bagi kelompok berisiko tinggi kesehatan seksual. Puskesmas di kecamatan yang jadi ibukota, Puskesmas Kepanjen, belum menyandang status ideal. Tapi, saat itu dia sudah dipersiapkan jadi puskesmal ideal dalam hal 'surveillance epidemiologi', alias kepiawaian dalam memetakan daerah rawan penyakit.

Sekarang jumlah puskesmas di Kabupaten Malang sudah bertambah: 39 puskesmas dan 93 puskesmas pembantu. Dan kabar terbarunya, 10 puskesmas akan dinaikkan statusnya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe D. Kesepuluh puskemas itu adalah Puskemas Gondanglegi, Puskesmas Sumberpucung, Puskesmas Tumpang, Puskesmas Dau, Puskesmas Turen, Puskesmas Kepanjen, Puskesmas Donomulyo, Puskesmas Dampit, Puskesmas Kasembon, dan Puskesmas Pakis. Dan agar seimbang, dua RSUD yang ada, RSUD Kepanjen dan RSUD Lawang, akan dinaikkan statusnya menjadi rumah sakit tipe C.

Kabar terbaru lainnnya, per 8 Mei 2015, Kepala Puskesmas Gondanglegi diganti dan sekarang dipimpin dr Wahyu Widiyati, yang sebelumnya menjabat Kepala Puskesmas Kepanjen. Adapun Kepala Puskesmas Gondanglegi yang baru saja diganti, dr Femina, pindah tugas menjadi Kepala Puskesmas Sumberpucung. Pisah sambut para kepala puskesmas yang semuanya perempuan itu dihadiri pula oleh Camat Gondanglegi yang juga perempuan: Dra Kamti Astuti.
UPTD Puskesmas Gondanglegi
Jl. Diponegoro No.62
Kecamatan Gondanglegi
Kabupaten Malang
Jawa Timur

Tel: 0341-879223
Tetangga TerdekatKm
BRI KCP Gondanglegi, Kabupaten Malang 0,057
BCA KCP Gondanglegi, Kabupaten Malang 0,108
Pasar Gondanglegi 0,416
PT Gunung Mas Andikarya, Gondanglegi 0,616
PT Pindad, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang 5,448
TK Tunas Kartika Pindad, Turen, Malang 5,594
Paguyuban Purna Tugas PT Pindad 5,625
Cakra Husada, Rumah Bersalin Pindad 5,768
BNI Kantor Kas Turen, Kabupaten Malang 6,323
BRI Unit Turen, Kabupaten Malang 6,382
Pasar Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang 6,437
UD Panji, Dealer Honda, Turen, Malang 6,648
BRI KCP Turen, Kabupaten Malang 6,698
Dinas Perindag dan Pasar Kabupaten Malang 7,140
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang 7,197
Hotel di Jawa Timur
The Sun Hotel, Kabupaten Sidoarjo
Hotel Merdeka Madiun, Kota Madiun
Santana Hotel
Graha Cakra Hotel - Malang
Purnama Hotel
Ijen View Hotel
Grand Trawas Hotel
Narita Hotel
Tunjungan Hotel
Garden Palace Hotel
Berita Jawa Timur
Legislator Sumenep Gagas Ekonomi Rakyat Lewat Budidaya Lovebird
Gerakan Sejuta Cabai Jember untuk Tekan Inflasi
Mau Ditangkap, Mantan Anggota DPRD Mojokerto Patah Kaki Lompat dari Lantai 2
Setelah 31 Tahun, Indonesia Giling Perdana di Pabrik Gula Glenmore
Tanah Tandus dan Pekerjaan Sulit, Warga Malang Pilih Jadi TKI
Pendopo Bupati Jember Ambruk
Kue Lebaran Dongkrak Impor Jatim
Gresik Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Lebaran
Gubernur Jatim Tunggu Kemenpan-RB Soal Kebijakan Mobil Dinas Lebaran
Perpustakaan Banyuwangi Gelar 'Ngabuburit' Bersama Buku