Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pulau Merah, Kabupaten Banyuwangi
Sabtu, 27 Juni 2015 13:26:24
photo: Intrepid Mines Ltd
Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, sudah 'menyumbangkan' tambang emas Tujuh Bukit untuk jadi pundi emas nasional. Lantas, Desa Sumberagung sendiri dapat apa? Bisa dipastikan, sedikit atau banyak, langsung atau tidak, desa itu sudah dan akan terus kecipratan rejeki tambang emas. Dan yang lebih pasti lagi, mulai tahun ini, kas Desa Sumberagung bakal punya sumber PAD (pendapatan asli desa) baru. Yakni bagi hasil bernilai ratusan juta rupiah dari retribusi kawasan wisata pantai Pulau Merah, yang berada di pesisir area tambang emas Tujuh Bukit.

Pulau Merah adalah pulau kecil di tepi Samudera Indonesia, yang kalau air laut sedang surut bisa didatangi dengan jalan kaki dari tepi pantai Desa Sumberagung. Adapun yang dikenal sebagai obyek wisata pantai Pulau Merah tak lain adalah sisi pantai yang ada di tepian selatan Pulau Jawa, yang berada di seberang Pulau Merah. Kawasan wisata ini, konon dulunya bernama Pantai Ringin Pitu, alias mirip dengan nama lokasi utama tambang emas Tujuh Bukit, yakni Gunung Tumpang Pitu. Tapi belakangan orang lebih suka menyebutnya sebagai Pantai Pulau Merah. Pulau Merah sendiri pada dasarnya tak punya pantai karena dia berwujud bukit yang menjulang tinggi dan terjal tepiannya.

Cerita lain bilang, pantai di pesisir Desa Sumberagung ini tampak berwarna merah saat matahari dititik tertinggi atau saat sedang panas terik. Walhasil, selain ada Pulau Merah, juga ada pantai berwarna merah yang jadi daya tarik kawasan wisata Pantai Pulau Merah. Dan yang lebih pasti lagi, pantai ini menarik karena pantai berpasir putihnya berbentuk busur membentang sejauh hampir 5 kilometer. Dan bagi wisatawan asing, terutama penyuka selancar, gelombang laut di sana mulai bergulung-gulung hingga ketinggian 4 meter pada jarak 3 kilometer dari pantai. Karena itulah pantai Pulau Merah ini jadi ajang Banyuwangi International Surfing Competition pada 2013 dan 2014.
Sebagai kawasan wisata pantai, Pantai Pulau Merah sudah dikenal amat lama. Dan selama ini pula setiap wisatawan yang datang dikenai tiket masuk atau retribusi. Kabar terakhir, retribusi masuk per orang adalah Rp 3.000 di hari biasa, dan Rp 5.000 di akhir pekan. Karena pantai ini resminya masuk wilayah KPH Perhutani Banyuwangi Selatan (Perum Perhutani, Divisi Regional II Jawa Timur), maka selama ini dana hasil retribusi itu lebih banyak masuk ke kas Perhutani. Sementara masyarakat desa Sumberagung, via Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Merah, yang sehari-hari memungut retribusi masuk dan retribusi parkir, hanya menerima bagi hasil 10 persen.

Sekarang, atau per 24 Juni 2015 lalu, atau di era otonomi desa sekarang ini, struktur bagi hasil itu direformasi. Seperti yang diumumkan Plt Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Banyuwangi M Yanuar Bramuda, porsi pembagian hasil retribussi versi baru adalah 50 persen untuk Perhutani, 30 persen untuk desa, dan 20 persen lagi untuk Pemkab Banyuwangi. Dana yang untuk desa itu akan langsung dimasukkan ke kas BUMDes Sumberagung, sebagai lembaga baru yang akan jadi pengelolanya.

Berapa nilai riil-nya? Yanuar Bramuda bilang, sepanjang 2015 ini, atau dari 1 Januari hingga 24 Juni 2015, kawasan wisata itu sudah dikunjungi 157.034 orang. Adapun uang retribusi yang terkumpul sudah mencapai Rp 910 juta.

Pola bagi hasil yang lebih menarik itu jatuh dari langit? Tidak juga. Masyarakat di sana sudah sering menggelar aksi demo terkait bagi hasil ini, termasuk yang terjadi sepekan sebelum aturan bagi hasil yang baru tadi keluar.

Selain soal bagi hasil yang kini lebih baik, pada 2013 Pemkab Banyuwangi juga telah 'melegalkan' sebagian tanah Perhutani di kawasan pantai Pulau Merah yang kini sudah berubah menjadi Dusun Pancer, di Desa Sumberagung. Tanah seluas 150 hektar itu ditempati penduduk sejak 1956 dan sekarang tercatat dihuni sebanyak 15O KK. Cara melegalkannya adalah dengan tukar guling atau tukar menukar kawasan hutan (TMKH) yang jadi wilayah Dusun Pancer dengan tanah masyarakat yang ada di Panarukan, Kabupaten Situbondo. Warga Dusun Pancer harus menanggung biaya pembelian tanah di Panarukan itu dengan harga murah.

Bagi KPH Perhutani Banyuwangi Selatan sendiri, pantai Pulau Merah bukan satu-satunya kawasan wisata yang ada di pesisir tambang emas Tujuh Bukit. Sub-lokasi tambang emas Tujuh Bukit lainnya, Candrian, di sebelah timur Pulau Merah, juga sudah disiagakan untuk lokasi wisata pantai. Punya pantai pasir putih yang panjang, sementara ini Pantai Candrian lebih dimintai oleh para pehobi mancing.
Tetangga TerdekatKm
Tambang Emas Tujuh Bukit, Kabupaten Banyuwangi 2,599
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi 56,613
Pelabuhan Gilimanuk 66,883
Pemerintah Kabupaten Jembrana 72,604
Pengadilan Agama Tabanan 119,629
Pura Batu Bolong, Pura Canggu 121,609
Pemerintah Kabupaten Tabanan 121,752
Polres Tabanan 121,898
PDAM Tabanan - Tirta Amertha Buana 122,555
Masjid Al-Huda, Tabanan 122,880
Pura Luhur Uluwatu 125,451
GOR Mengwi 125,472
Pura Taman Ayun, Mengwi 126,204
Pemkab Badung 126,705
Plaza Bali - Duty Free Shop 127,443
Hotel di Jawa Timur
The Sun Hotel, Kabupaten Sidoarjo
Hotel Merdeka Madiun, Kota Madiun
Santana Hotel
Graha Cakra Hotel - Malang
Purnama Hotel
Ijen View Hotel
Grand Trawas Hotel
Narita Hotel
Tunjungan Hotel
Garden Palace Hotel
Berita Jawa Timur
Legislator Sumenep Gagas Ekonomi Rakyat Lewat Budidaya Lovebird
Gerakan Sejuta Cabai Jember untuk Tekan Inflasi
Mau Ditangkap, Mantan Anggota DPRD Mojokerto Patah Kaki Lompat dari Lantai 2
Setelah 31 Tahun, Indonesia Giling Perdana di Pabrik Gula Glenmore
Tanah Tandus dan Pekerjaan Sulit, Warga Malang Pilih Jadi TKI
Pendopo Bupati Jember Ambruk
Kue Lebaran Dongkrak Impor Jatim
Gresik Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Lebaran
Gubernur Jatim Tunggu Kemenpan-RB Soal Kebijakan Mobil Dinas Lebaran
Perpustakaan Banyuwangi Gelar 'Ngabuburit' Bersama Buku