Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Tambang Emas Tujuh Bukit, Kabupaten Banyuwangi
Jumat, 26 Juni 2015 12:35:00
photo: Intrepid Mines Ltd
Setelah 24 tahun dieksplorasi, sejak 1991, tambang emas Tujuh Bukit di Kabupaten Banyuwangi akhirnya resmi jadi tambang 'sungguhan'. Dalam artian, tambang ini boleh diobrolkan secara terbuka dan disoroti publik karena perusahaan pengelolanya, sejak 16 Juni 2015, sudah resmi menjadi perusahaan terbuka atau perusahaan publik: PT Merdeka Copper Gold Tbk. Juga, tambang emas yang konon terbesar kedua setelah tambang emas milik PT Freeport Indonesia ini sudah siap diekploitasi dan berproduksi tahun depan: mengeduk emas dan tembaga dari kawasan yang oleh masyarakat setempat lebih dikenal sebagai Gunung Tumpang Pitu.

Seperti bisa ditebak dari namanya, kawasan tambang emas Tujuh Bukit atau Gunung Tumpang Pitu berada di kawasan perbukitan yang punya 7 puncak. Pihak perusahaan lebih suka menyebutnya sebagai Tujuh Bukit. Masyarakat lokal lebih suka menyebutnya sebagai Gunung Tumpang Pitu, yang konon karena bentuknya seperti 7 buah gundukan nasi tumpeng. Apapun nama yang dipakai, yang pasti kawasan ini berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Perbukitan ini berada tepat di bibir pantai selatan Jawa Timur, di tepian Samudera Indonesia, bertetanggaan dengan kawasan wisata pantai Pulau Merah.

PT Merdeka Copper Gold Tbk, sebagai pemilik tambang, mungkin terkesan baru. Para direkturnya pun bukan sosok yang populer di jagad media tanah air. Meski begitu, jajaran komisarisnya dipenuhi sosok-sosok yang amat terkenal. Jabatan presiden komisaris ditempati AM Hendropriyono, mantan Kepala BIN yang juga presiden komisaris TransCorp. Komisaris lainnya tak kalah populer: Edwin Soeryadjaya, putra mendiang Edward Soeryadjaya, pendiri Astra Group; Garibaldi Tohir alias Boy Tohir, bos tambang batubara Adaro; dan Zanuba Arifah, putri mendiang Presiden Abdurahman Wahid.

PT Merdeka Copper Gold Tbk merupakan nama perusahaan yang baru dipakai menjelang go public. Sebelumnya, perusahaan ini dikenal dengan nama PT Merdeka Serasi Jaya. Adapun yang secara operasional menangani tambang adalah dua anak perusahaannya: PT Bumi Suksesindo dan PT Damai Suksesindo. Sebelum go public, PT Merdeka Serasi Jaya adalah perusahaan milik Saratog Group, perusahaan investasi kepunyaan Sandiaga Uno dan Edward Soeryadjaya. Perusahaan ini baru dibentuk pada 2012 dan kemudian --via PT Bumi Suksesindo-- membeli hak tambang emas Tujuh Bukit dari PT Indo Mukti Niaga. Pada 2013, PT Merdeka Serasi Jaya menghibahkan 10 persen sahamnya ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Proses pengalihan tambang emas dari PT Indo Mukti Niaga ke PT Bumi Suksesindo sempat heboh pada tahun 2013. Mitra perusahaan yang pertama, Intrepid Mines Ltd (Australia) membawanya ke ranah hukum. Tapi akhirnya kisruh bisa diselesaikan setelah Intrepid Mines menerima kompensasi senilai 2 juta dolar dari PT Bumi Suksesindo. Kalau ingin sedikit menyimak masa lalu tambang emas Tujuh Bukit, Intrepid Mines Limited masih menyediakan dokumen 'Proyek Tujuh Bukit 2012: Laporan Berkelanjutan''.

Laporan Intrepid Mines Limited itu juga menegaskan bahwa Gunung Tumpang Pitu hanyalah salah satu dari sekian banyak area berpotensi emas yang ada di lahan konsesinya. Tumpang Pitu berada di sisi tenggara area konsesi. Area yang potensi emasnya terbesar kedua adalah Salakan, di sisi barat laut area konsesi. Area lain yang sudah dieksplorasi adalah Gunung Manis, Katak dan Candrian, yang terletak di sebelah timur Tumpang Pitu. Keseluruhan area tambang ini, yang totalnya mencapai 11.621 hektar lantas dilabeli sebagai Proyek Tambang Emas Tujuh Bukit.

Tak cuma soal bisnis, urusan tambang --apalagi tambang emas-- pasti memunculkan juga persoalan dan konflik sosial. Salah satu lembaga yang getol memonitornya adalah Daulat Hijau, kelompok peduli lingkungan yang diawaki aktivis dari ormas Islam yang memang punya basis kuat di Jawa Timur: Nahdlatul Ulama. September 2014 lalu, Daulat Hijau menerbitkan laporan bertajuk 'Dinamika Penolakan Warga terhadap Tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi'. Laporan ini mencatat kiprah tambang emas Tujuh Bukit sejak Januari 2006, mulai dari pengajuan izin, penambangan liar, pengalihan hak tambang, sampai ke penghadangan mobil Komnas HAM.

Ingin melihat sosok Tujuh Bukit dari langit? Tentu saja belum terlihat. Kegiatan eksploitasi dengan metode tambang terbuka, yang sempat diprotes pada 2013, baru dimulai tahun depan. Walhasil, sekarang perbukitan Gunung Tumpang Pitu masih terlihat hijau. Belum ada lubang tambang menganga.
Tambang Emas Tujuh Bukit - Gunung Tumpang Pitu
Desa Sumberagung
Kecamatan Pesanggaran
Kabupaten Banyuwangi
Jawa Timur



PT Merdeka Copper Gold Tbk
Gedung International Financial Centre
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 22 23
Jakarta Selatan 12920
DKI Jakarta

Tel: 021-29410806
Fax: 021-29410807

Website: www.merdekacoppergold.com


Link:
Intrepid Mines Limited -- www.intrepidmines.com.au
Tetangga TerdekatKm
Pulau Merah, Kabupaten Banyuwangi 2,599
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi 56,680
Pelabuhan Gilimanuk 66,891
Pemerintah Kabupaten Jembrana 71,499
Pengadilan Agama Tabanan 117,813
Pura Batu Bolong, Pura Canggu 119,591
Pemerintah Kabupaten Tabanan 119,927
Polres Tabanan 120,073
PDAM Tabanan - Tirta Amertha Buana 120,696
Masjid Al-Huda, Tabanan 121,027
Pura Luhur Uluwatu 123,189
GOR Mengwi 123,641
Pura Taman Ayun, Mengwi 124,370
Pemkab Badung 124,775
Jendela Bali, the Panoramic Resto 125,323
Hotel di Jawa Timur
The Sun Hotel, Kabupaten Sidoarjo
Hotel Merdeka Madiun, Kota Madiun
Santana Hotel
Graha Cakra Hotel - Malang
Purnama Hotel
Ijen View Hotel
Grand Trawas Hotel
Narita Hotel
Tunjungan Hotel
Garden Palace Hotel
Berita Jawa Timur
Legislator Sumenep Gagas Ekonomi Rakyat Lewat Budidaya Lovebird
Gerakan Sejuta Cabai Jember untuk Tekan Inflasi
Mau Ditangkap, Mantan Anggota DPRD Mojokerto Patah Kaki Lompat dari Lantai 2
Setelah 31 Tahun, Indonesia Giling Perdana di Pabrik Gula Glenmore
Tanah Tandus dan Pekerjaan Sulit, Warga Malang Pilih Jadi TKI
Pendopo Bupati Jember Ambruk
Kue Lebaran Dongkrak Impor Jatim
Gresik Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Lebaran
Gubernur Jatim Tunggu Kemenpan-RB Soal Kebijakan Mobil Dinas Lebaran
Perpustakaan Banyuwangi Gelar 'Ngabuburit' Bersama Buku