Indonesia meets Google Places and Facebook Places
RSD Mardi Waluyo, Kota Blitar
Senin, 09 September 2013 13:40:52
photo: centhini/indoplaces
Jamsosnas, yang bakal berlaku mulai 1 Januari 2014, terus berkampanye minta dukungan di televisi. Di lapangan, upaya perbaikan pun kelihatannya terus ditata. RSD Mardi Waluyo di Kota Blitar, misalnya, mulai berbaikan lagi dengan warga Kabupaten Blitar. Sebelumnya, rumah sakit milik Pemerintah Kota Blitar itu dikabarkan menolak melayani pasien jamkesda asal Kabupaten Blitar, lantaran Pemkab Blitar menunggak pembayaran jamkesda hingga miliaran rupiah.

Rumah Sakit Daerah (RSD) Mardi Waluyo terbilang rumah sakit tua. Ia hadir sebelum Indonesia merdeka: 1942. Rumah sakit warisan Belanda ini baru bangkit dan bergerak cepat di awal tahun 2.000, ketika walikota mencanangkan pembangunan gedung baru di lokasi yang sekarang: Jl. Kalimantan. Pembangunan tahap pertama rampung 7 tahun kemudian dan pada 13 Agustus 2007 sebagian layanan rumah sakit resmi meninggalkan gedung lama di Jl. Dr Soetomo. Yang pindah antara lain layanan Rawat Inap VIP-VVIP, Perkantoran dan Administrasi, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Laboratorium, dan Radiologi. Setelah pembangunan tahap kedua rampung, pada 1 Juni 2010, RSD Mardi Waluyo pun pindah total.

Soal kisruh dengan Pemkab Blitar, rasanya wajar-wajar saja: kalau dilihat dari segi administratif. Bagi rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Kesehatan Umum Daerah (BLUD), soal uang memang harus pertimbangan penting.

Ketika aksi tolak pasien mulai hangat diberitakan di penghujung 2011, Pemkab Blitar mengakui kalau APBD 2011 menyediakan dana yang hanya cukup untuk membayar tagihan Januari-Maret 2011 saja, yang besarnya mencapai Rp 587 juta. Buntutnya, RSD Mardi Waluyo pun lantas dikabarkan menolak pasien Jamkesda asal Kabupaten Blitar. Kalau pun tak ditolak langsung, pasien itu dirujuk kembali ke RSUD Ngudi Waluyo, RS milik Pemkab Blitar yang ada di Kecamatan Wlingi.

Pada Juli 2012, angin perubahan datang. RSUD Mardi Waluyo mau menerima lagi warga Kabupaten Blitar yang datang berobat. Ini lantaran utang Pemkab Blitar yang pernah mencapai total Rp 3 miliar, saat itu tersisa sekitar Rp 1 miliari. Sudah bereskah seluruhnya? Entahlah. Yang pasti, Agustus 2013 lalu, Direktur RSD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr. Husein Abdur Rahman, menyatakan pihaknya siap melakukan 'kerjasama ulang' dengan Pemkab Blitar.
RSD Mardi Waluyu
Jl. Kalimantan No. 5
Kecamatan Sanan Wetan
Kota Blitar - 68131
Jawa Timur

Tel: 0342-801118, 802118
Fax: 0342-809740

Website: www.rsmardiwaluyo.com
Sebagai rumah sakit yang sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSD Mardi Waluyo memang tergolong rumah sakit besar. Ia punya amat banyak layanan dan poliklinik. Kualitasnya pun tentu oke. Setidaknya karena untuk urusan ibu dan anak, rumah sakit ini dua kali menyandang penghargaan terbaik sebagai Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi. Fasilitas Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak-nya pun berhasil masuk Museum Rekor Indonesia (MURI).

Kalaulah ada yang perlu disayangkan, seperti yang pernah diungkap kalangan DPRD Kota Blitar, hal itu adalah ketiadaan poliklinik jiwa. Menurut para wakil rakyat itu, jumlah orang yang menderita schizofrenia dan gangguan jiwa lainnya cukup tinggi di Kota Blitar, dan selama ini harus pergi ke kota lain untuk menjalani perawatan.

Poliklinik di RSD Mardi Waluyo:
  1. Klinik Penyakit Dalam
  2. Klinik Bedah
  3. Klinik Anak
  4. Obstetri dan Ginekologi
  5. Klinik Syaraf
  6. Klinik THT
  7. Klinik Mata
  8. Klinik Kulit dan Kelamin
  9. Patologi Klinik
  10. Klinik Radiologi
  11. Klinik Anestesi
  12. Klinik Paru
  13. Orthopedi dan Traumatolog
  14. Keterapian Fisik
  15. Klinik Gigi dan Mulut
  16. Klinik Umum
  17. Klinik Gizi
  18. Klinik Fisioterapi
  19. Klinik Psikologi
  20. Klinik Bedah Tulang
  21. Klinik Bedah Syaraf
  22. Klinik Kecantikan
  23. Klinik Urologi
  24. Klinik Terapi Wicara
  25. Klinik Hamil
  26. Klinik Senam Hamil
  27. Klinik Kesehatan Anak
  28. Klinik Pijat Bayi
  29. Kebidanan & Kandungan
  30. Tumbuh Kembang Anak
Places TerdekatKm
Batalyon Infanteri 511/Badak Hitam, Kota Blitar 0,831
SDN Plosokerep 1, Sananwetan, Kota Blitar 1,439
Masjid Jami Ussisa Littaqwa, Plosokerep, Kota Blitar 1,440
Pemerintah Kota Blitar 1,994
Stasiun Blitar, Kota Blitar 2,068
Makam Bung Karno, Kota Blitar 2,779
Terminal Bus Patria, Kota Blitar 2,786
RS Syuhada Haji, Blitar 3,667
SMKN 2 Blitar, SMEA Kosgoro versi Negeri 3,693
Penataran Temple 10,867
Hotel TerdekatKm
Patria Plaza Hotel, Kota Blitar 1,852
Patria Palace Hotel, Kota Blitar 1,977
Tugu Blitar Hotel, Kota Blitar 2,298
Istana Hotel, Kabupaten Tulungagung 31,030
Narita Hotel, Kabupaten Tulungagung 31,150
Santana Hotel 42,885
Cakra Residence Hotel 55,955
Yusro Hotel & Convention, Kabupaten Jombang 64,319
Aston Madiun Hotel, Kota Madiun 90,051
Hotel Merdeka, Kota Madiun 90,409
Berita Jawa Timur
Sepanjang 2016, Target PAD Jember Tembus 100,95%
Bupati Bojonegoro Instruksikan Petani Tidak Tanam Padi
Kepala Dinas Pariwisata Jember Mengundurkan Diri, Begini Respon Bupati Faida
Kini, Toko Swalayan di Trenggalek Bisa Dimiliki Masyarakat Sekitar
Lorena dan Mercedes-Benz Luncurkan Bus Tingkat Jakarta-Jawa Timur
Hafal 2 Juz Al Quran, Gratis Masuk SMP di Jember
Bupati Jember Sambut Baik Investasi Lippo
Venna Melinda Kunker ke Tulungagung
Presiden lakukan kunker ke Jatim dan Jateng
Hadiri PITE di Rusia, Bupati Bondowoso Promosi Kopi dan Pariwisata