Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Bandara Trunojoyo, Kabupaten Sumenep
Kamis, 29 Maret 2012 06:51:26
photo: billy02 / panoramio
Pertengahan Februari lalu, Managing Director PT Surfair Indonesia Ahmad Syarifudin masih mondar-mandir di Sumenep. Ia sibuk mengkoordinasikan persiapan dimulainya penerbangan Surabaya-Sumenep pada 1 Maret 2012. Dengan begitu, Bandara Trunojoyo di kota Sumenep akan berfungsi layaknya bandara sungguhan, tak melulu dipakai untuk Sekolah Penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines. Calon penumpang pun sudah pasti ada, yakni para pekerja perusahaan migas Kangean Energy Indonesia Ltd dan Santos (Madura Offsore) Pty Ltd.

Sudah berapa kali dalam seminggu SurfAir melayani penebangan ke Bandara Trunojoyo? Ternyata, sampai sekarang, belum satu kali pun. Hingga Senin, 26 Maret 2012, tak ada pesawat SurfAir yang melayani penerbangan komersial. ''Harga tiket dipatok mahal. Akibatnya pihak pelaku industri migas yang mempunyai aktivitas di Sumenep belum memastikan kapan menggunakan bandara,'' kata Sungkono Sidik, Wakil Bupati Sumenep. ''Dari awal, kami mengharap harga tiket Sumenep-Surabaya di bawah Rp 500.000. Namun, kabarnya harga tiket yang dipatok maskapai kepada para pelaku migas itu sangat mahal. Tetapi kami tidak tahu berapa nilai rupiahnya,'' terang Sungkono.

SurfAir semula berniat melayani penerbangan Surabaya-Sumenep dengan menggunakan DHC-6 Twin Otter yang berkapasitas 19 penumpang. Pesawat ini biasa dipakai SurfAir dalam melayani penerbangan Padang-Pulau Mentawai. ''Dalam setiap kali penerbangan ke maupun dari Bandara Trunojoyo guna mengangkut karyawan mitra kerja kami, dipastikan akan ada kursi yang kosong. Kursi kosong tersebut yang akan kami komersialkan atau dijual kepada warga yang ingin memanfaatkan jasa pesawat kami,'' papar Syarifudin.

Sebelum dengan SurfAir, pada Desember 2011 Pemkab Sumenep juga sudah menjajaki kerjasama dengan PT Wing Umar Sadewa. Rencananya akan ada penerbangan Surabaya-Sumenep sebanyak 4 kali dalam sepekan, dengan menggunakan pesawat Casa 212 Aviocar, berkapasitas 21 tempat duduk. Nasib rencana ini masih belum diketahui.

Walhasil, Bandara Trunojoyo yang punya landas pacu sepanjang 900 meter itu hingga kini masih lengang. Tapi tak bearti terabaikan. Sejak beberapa tahun terakhir, bandara perintis yang dibangun pada 1970-an ini memang terus dipoles. Tahun lalu Pemkab Sumenep sudah mengeluarkan dana Rp 2 miliar untuk membeli tanah seluas 5,4 hektar guna memperpanjang landasan menjadi 1.250 meter.

Kementerian Perhubungan pun tak sedikit mengalirkan dana ke Bandara Trunojoyo pada 2011. Dalam pengumuman lelang pada September 2011, Satker Bandara Trunojoyo (Ditjen Hubud, Kementerian Perhubungan) antara lain mengumumkan lelang: pengadaan dan pemasangan X Ray cabin, Rp. 850 juta; pengadaan dan pemasangan distance measuring equipment (DME), Rp. 2,75 miliar; dan pengadaan dan pemasangan airfield lighting (AFL) system, Rp 5,5 miliar.

Adapun pada 2012 ini, pemerintah pusat sudah berjanji akan mengucurkan Rp 6,4 miliar untuk membiayai proyek perpanjangan landasan tadi, serta pengadaan peralatan keselamatan bandara, serta sejumlah fasilitas lain. Janji ini sepertinya sudah mulai dijalankan. Pada 21 Maret 2012 yang baru lalu, Satker Bandara Trunojoyo mengumumkan lelang senilai Rp 4,3 miliar untuk proyek perpanjangan landasan pacu. Lalu, 26 Maret 2012, ada lelang pekerjaan pengawasan perpanjangan landas pacu senilai Rp 110,5 juta.
Bandara Trunojoyo - SUP/WART
Jalan Raya Bandara Trunojoyo No. 1
Kecamatan Kalianget
Kabupaten Sumenep - 69451
Jawa Timur

Tel: 0328-669956
Fax: 0328-666023


SurfAir - PT Surfair Indoneisa
Rukan Exclusive Kav. 17
Jalan Raden Inten II No. 80
Jakarta Timur - 13440

Website: www.flysurfair.com


PT Wing Umar Sadewa
Margaguna Grand Building, Lt. 1 - 003A
Jalan Margaguna Raya No. 9
Pondok Indah
Jakarta Selatan - 12410

Tel: 021-7652859
Fax: 021-75817252

Website: www.wus-aviation.com