Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kabupaten Sumenep
Kamis, 29 Maret 2012 05:11:50
photo: adjie 75
Sungkono Sidik, Wakil Bupati Sumenep, mengancam bakal ramai-ramai mendatangi kantor BP Migas di Jakarta. Demo anti-kenaikan BBM? Bukan. Sungkono dan rombongannya hendak menuntut agar mulai 2012 ini dana bagi hasil (DBH) dari Santos (Madura Offshore) Pty Ltd masuk ke pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sumenep. DBH itu bersumber dari eksploitasi gas di Blok Maleo, yang berada di lepas pantai Pulau Giligenting, di Selat Madura, di sebelah selatan Sumenep. Sejak gas alamnya bisa dijual pada 2007, DBH dari Santos Madora Offshore tak pernah masuk ke kas Sumenep. Per tiga bulan, besarnya DBH mencapai Rp 65 miliar, atau Rp 195 miliar per tahun. Dalam hitungan Komisi B DPRD Sumenep, selama 5 tahun hingga 2011, mestinya Sumenep menerima DBH tak kurang dari Rp 975 miliar. Santos tak mau bayar?

Santos-nya sih bayar. Hanya saja, selama ini membayarkannya ke Pemprov Jawa Timur. Alasannya, perairan lepas pantai Blok Maleo tak masuk wilayah Sumenep. Pemkab Sumenep tentu saja protes sejak awal. Ujung-ujungya, lewat judicial review, Mahkamah Agung menetapkan kalau Blok Maleo masuk wilayah Sumenep. Ketetapan MA tentang hal itu sudah dikeluarkan sejak September 2008, tapi entah bagaimana ceritanya salinan putusannya baru sampai ke Pemkab Sumenep pada Maret 2010. Ketika sudah sampai pun, tak otomatis dananya mengalir ke Sumenep. Karena itulah Wakil Bupati Sumenep, 13 Maret 2012 lalu, mengancam bakal datang ramai-ramai ke Jakarta. Penegasan itu diutarakanya terkait aksi demo yang digelar Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) yang menolak kehadiran BP Migas di Sumenep karena tak membawa manfaat bagi masyarakat. Aksi ini disambut baik Komisi B DPRD Sumenep yang memang getol mempersoalkan DBH Santos.

Santos (Madura Offshore) Pty Ltd (anak perusahaan Santos Group, Australia) kini memproduksi gas 120 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Diperkirakan blok atau lapangan gas Maleo bisa berproduksi antara 8-12 tahun. Gas dari Maleo dijual ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN), yang menyalurkannya ke Surabaya dan Gresik lewat pipa bawah laut. Jalur pipa bawah laut ini juga menyambung terus jauh ke timur: ke ladang gas yang lebih besar lagi di Pulau Kangean dan Pulau Pagerungan yang dieksploitasi Kangean Energi Indonesia Ltd (KEI). Anak perusahaan PT Energi Mega Persada Tbk ini memiliki 4 lapangan gas: lapangan gas Kangean Barat di Pulau Kangean, serta lapangan gas Rancak dan Ngimbang di Pulau Pagerungan. Secara keseluruhan, KEI tahun lalu memproduksi 300 MMSCFD. Tahun ini rencananya tingkat produksi akan dinaikkan menjadi 450,3 MMSCFD, karena lapangan gas Terang-Sibasun-Batur mulai berproduksi. PSC KEI berlaku sampai 2030.

Berapa DBH yang selama ini diperoleh Sumenep dari Kangean Energi Indonesia Ltd, yang dibeli seratus persen oleh PT Energi Mega Persada Tbk dari British Petroleum pada 2004? Tahun 2011, Pemkab Sumenep mematok PAD dari DBH KEI sebesar Rp 6 milyar 18 juta 250 ribu. Sampai 31 Oktober, realisasinya sudah mencapai Rp 5 milyar 388 juta 721 ribu, atau hanya tinggal 11 persen lagi.

Kok nilai DBH yang masuk kecil? Tidak berangka puluhan atau ratusan miliar seperti hitung-hitungan ala DPRD Sumenep tadi? Biasalah. Angka puluhan atau ratusan itu adalah DBH yang disetor ke pemerintah pusat. Yang mengalir balik ke daerah asal biasanya memang sepersekiannya. Pemkab Sumenep pun sudah menerima salinan SK Menteri Keuangan RI Nomor 08/PMK.07/2012 tentang perkiraan alokasi DBH sumber daya alam pertambangan minyak bumi dan gas bumi tahun 2012. Untuk Sumenep, DBH migas diperkirakan sebesar Rp 8,8 miliar. Naik dari tahun 2011 yang hanya Rp 6,2 miliar. Selain DBH Migas, pada 2012 ini pemerintah pusat juga akan mengucurkan dana Rp 6,4 miliar untuk pengembangan Bandara Trunojoyo di Sumenep.

Selisih positif itu 'diduga' berasal dari DBH gas Santos. Atau bisa juga dari DBH lapangan minyak KEI di Pulau Sepanjang, yang tahun lalu hanya diperoleh sebesar Rp 1,7 juta dari target Rp 1 milyar 467 juta, atau hanya 0,12 persen dari target. Bisa amat rendah begitu lantaran tahun lalu kilang minyaknya tidak berproduksi karena harus menjalani perbaikan.

Meski sudah 'bergelimang' dengan gas dan minyak bumi, Sumenep yang lahir lewat UU No. 12 tahun 1950 ini, berasma 3 kabupaten lain di Madura (Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan), masih tak lupa dengan citra khas Madura sebagai penghasil garam (dan tentunya juga karapan sapi). PT Garam (persero) masih memproduksi garam di Sumenep dan juga Sampang dan Pamekasan (tidak di Bangkalan). Tahun ini, PT Garam berniat menggenjot produksi menjadi 365.000 ton garam. Target ini amat optimis karena tahun 2011 PT Garam hanya bisa memproduksi 255.000 ton dari target 325.000 ton. Kenaikan target tahun ini diyakini bisa dicapai karena ada tambahan ladang garam seluas 500 hektar.
Pemerintah Kabupaten Sumenep
Jalan dr Cipto Mangunkusumo No. 33
Kecamatan Kota
Kabupaten Sumenep
Jawa Timur

Tel: 0328-662635
Fax: 0328-663984

Website: www.sumenep.go.id


Link:
Kangean Energy Indonesia Ltd - www.kangean-energy.com
PT Energi Mega Persada Tbk - www.energi-mp.com
Santos Group - www.santos.com
PT Garam (persero) - www.ptgaram.com
Pulau Madura yang panjangnya sekitar 160 kilometer dibagi menjadi 4 kabupaten: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Sumenep berada di paling timur. Wilayahnya tak hanya berupa daratan yang ada di Pulau Madura, tapi juga 126 pulau besar dan kecil yang berada di sebelah timur (hingga perbatasan dengan Flores), utara, dan selatannya.

Kecamatan di Kabupaten Sumenep:
  1. Ambunten
  2. Arjasa
  3. Batang-batang
  4. Batuan
  5. Batuputih
  6. Bluto
  7. Dasuk
  8. Dungkek
  9. Ganding
  10. Gapura
  11. Gayam
  12. Giligenting
  13. Guluk-guluk
  14. Kalianget
  15. Kangayan
  16. Kota
  17. Lenteng
  18. Manding
  19. Masalembu
  20. Nonggunong
  21. Pasongsongan
  22. Pragaan
  23. Rubaru
  24. Sapeken
  25. Talango
Kangean Energy Indonesia Ltd mempunyai 16 sumur eksploitasi di lapangan gas Ngimbang and Rancak, serta lapangan minyak di Pulau Sepanjang. Sekarang KEI sedang memfokuskan diri pada eksploiotasi ladang gas di Terang-Sirasun Batur.

Tetangga TerdekatKm
Bandara Trunojoyo, Kabupaten Sumenep 3,149
Menikmati Jembatan Suramadu dari Labang 121,028
Pemerintah Kabupaten Bangkalan 124,377
Pemkab Pasuruan 126,386
Alun-alun Kabupaten Pasuruan 126,493
Pemkot Pasuruan 126,706
Masjid Nasional Al-Akbar 131,653
Gerbang Tol Waru Utama 132,505
Masjid At-Taqwa - HR Muhammad 132,746
Hyundai - HR Muhammad 132,766
Banana King - Sentra Darmo Villa 133,441
Bukit Darmo Golf 133,664
The Adhiwangsa Golf Residence 133,952
Kota Satelit Darmo 133,995
Stella Mobili: The Mini Chrysler Building 134,182
Hotel di Jawa Timur
The Sun Hotel, Kabupaten Sidoarjo
Hotel Merdeka Madiun, Kota Madiun
Santana Hotel
Graha Cakra Hotel - Malang
Purnama Hotel
Ijen View Hotel
Grand Trawas Hotel
Narita Hotel
Tunjungan Hotel
Garden Palace Hotel
Berita Jawa Timur
Legislator Sumenep Gagas Ekonomi Rakyat Lewat Budidaya Lovebird
Gerakan Sejuta Cabai Jember untuk Tekan Inflasi
Mau Ditangkap, Mantan Anggota DPRD Mojokerto Patah Kaki Lompat dari Lantai 2
Setelah 31 Tahun, Indonesia Giling Perdana di Pabrik Gula Glenmore
Tanah Tandus dan Pekerjaan Sulit, Warga Malang Pilih Jadi TKI
Pendopo Bupati Jember Ambruk
Kue Lebaran Dongkrak Impor Jatim
Gresik Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Lebaran
Gubernur Jatim Tunggu Kemenpan-RB Soal Kebijakan Mobil Dinas Lebaran
Perpustakaan Banyuwangi Gelar 'Ngabuburit' Bersama Buku